Harga Emas Terbang Lagi, Damai Iran-AS Jadi Pendorong Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok Freepik

Foto: Dok Freepik

Jakarta, Jemarionline.com – Harga emas dunia kembali menguat setelah pasar merespons perkembangan terbaru dalam hubungan antara Iran dan Amerika Serikat. Kemajuan dalam proses negosiasi damai mendorong investor kembali mencermati aset safe haven, termasuk emas dan perak.

Pergerakan harga emas terjadi setelah pasar menerima berbagai sinyal terkait upaya meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut memengaruhi sentimen investor global yang selama beberapa pekan terakhir menghadapi ketidakpastian tinggi akibat konflik kawasan.

Pasar Merespons Kemajuan Negosiasi

Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi perhatian utama pelaku pasar global. Setiap perkembangan dalam negosiasi tersebut dapat memengaruhi harga komoditas, termasuk emas, minyak, dan mata uang utama dunia.

Ketika muncul sinyal positif dari jalur diplomasi, investor segera menyesuaikan strategi investasi mereka. Kondisi ini membantu mendorong kenaikan harga emas setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat fluktuasi sentimen pasar.

Baca Juga :  China Bangun Segudang Senjata Canggih, Amerika Disebut Tak Bisa Kabur

Emas Tetap Jadi Pilihan Safe Haven

Emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih ketika pasar menghadapi ketidakpastian global.

Investor sering memanfaatkan emas untuk melindungi nilai aset mereka dari gejolak ekonomi, inflasi, maupun risiko geopolitik. Karena itu, perkembangan situasi internasional kerap memengaruhi arah pergerakan harga logam mulia tersebut.

Selain investor institusi, minat masyarakat terhadap emas juga tetap tinggi karena dianggap mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

Perak Ikut Mengalami Penguatan

Tidak hanya emas, harga perak juga mencatat penguatan dalam perdagangan terbaru.

Kedua logam mulia tersebut sering bergerak searah ketika pasar merespons perubahan sentimen global. Penguatan harga perak menunjukkan bahwa investor tidak hanya fokus pada emas, tetapi juga mencari alternatif aset lindung nilai lainnya.

Baca Juga :  Saksi Ahli Sebut Kasus Kredit Macet Sritex Bukan Korupsi

Geopolitik Masih Jadi Faktor Utama

Meski muncul kemajuan dalam negosiasi damai, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan situasi geopolitik secara hati-hati.

Setiap perubahan dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat dapat memicu volatilitas baru di pasar keuangan global. Karena itu, investor terus memantau berbagai informasi yang berpotensi memengaruhi harga emas dalam jangka pendek maupun menengah.

Prospek Harga Emas Masih Positif

Sejumlah lembaga keuangan global masih mempertahankan pandangan positif terhadap prospek harga emas pada 2026.

Dukungan datang dari ketidakpastian ekonomi global, kebijakan bank sentral, inflasi, serta berbagai risiko geopolitik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia. Faktor-faktor tersebut berpotensi menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset perlindungan nilai.

Berita Terkait

Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang
RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Saham Rp135-Rp170
MSCI Putuskan Status Indonesia, Risiko Outflow US$13 Miliar Mengintai
IHSG Sesi I Turun 1,29% ke 6.037,53, Sektor Keuangan Tekan Pasar
Heboh NIB untuk Toko Online Dikira Pajak Baru, Mendag Tegaskan Bukan untuk Pungutan
AKPSI Dorong One Gate Policy CPO, Dinilai Perkuat Tata Kelola dan Stabilkan Harga Sawit Nasional
Digitalisasi Keuangan Perbatasan di Jagoi Babang Ubah Ekonomi Warga Lintas Negara
UNJA Gelar Diskusi Publik Fintech Digital Bahas Pinjol dan Ekosistem Ekonomi Digital
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:00 WIB

Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:00 WIB

RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Saham Rp135-Rp170

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga Emas Terbang Lagi, Damai Iran-AS Jadi Pendorong Utama

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:00 WIB

MSCI Putuskan Status Indonesia, Risiko Outflow US$13 Miliar Mengintai

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:06 WIB

IHSG Sesi I Turun 1,29% ke 6.037,53, Sektor Keuangan Tekan Pasar

Berita Terbaru