AKPSI Dorong One Gate Policy CPO, Dinilai Perkuat Tata Kelola dan Stabilkan Harga Sawit Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil panen sawit salah satu pekebun di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.( poto : ANTARA )

Hasil panen sawit salah satu pekebun di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.( poto : ANTARA )

Jakarta, jemarionline.com – Kebijakan ekspor sawit nasional menjadi sorotan Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI).

Organisasi ini mendukung penerapan sistem ekspor satu pintu atau one gate policy untuk minyak sawit mentah (CPO).

AKPSI menilai kebijakan ini dapat memperbaiki tata kelola niaga sawit nasional yang selama ini belum optimal.

Ketua Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia Mudyat Noor menyampaikan pandangan tersebut di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu.

Ia menegaskan sistem ini bisa membuat tata niaga sawit lebih transparan dan terkontrol.

Soroti Masalah Harga Sawit

Mudyat Noor menyoroti masalah harga dalam tata niaga sawit. Ia menyebut praktik underpricing masih terjadi dan merugikan negara serta daerah.

Baca Juga :  Kejagung Ungkap Korupsi Ekspor CPO Berkedok POME

Ia juga menyinggung transfer pricing antar perusahaan. Menurutnya, praktik ini mengurangi transparansi transaksi dan perlu segera dibenahi.

Ia menegaskan pemerintah perlu memperbaiki sistem harga agar industri sawit berjalan lebih adil.

AKPSI menilai one gate policy dapat menstabilkan harga sawit di dalam negeri. Sistem ini juga bisa membuat harga lebih seragam antarwilayah.

Mudyat Noor menilai petani akan mendapat manfaat jika harga lebih stabil. Pendapatan daerah juga berpotensi ikut naik.

Ia menegaskan kenaikan pendapatan negara akan berdampak pada dana bagi hasil (DBH) sawit.

Baca Juga :  Purbaya Temukan Dugaan Main Harga Ekspor CPO

Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia menaungi 164 kabupaten dan kota. AKPSI mendorong kenaikan DBH sawit dari 8 persen menjadi minimal 15 persen.

Mereka menilai daerah penghasil sawit layak mendapat porsi lebih besar. Produksi sawit memberi kontribusi besar bagi ekonomi nasional.

Kebijakan ekspor satu pintu akan melibatkan PT Danantara Sunberdaya Indonesia. AKPSI menilai mekanisme ini bisa meningkatkan pendapatan negara.

Mudyat Noor menilai sistem ini juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi daerah. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang jelas dan terintegrasi.(ar)

Berita Terkait

Digitalisasi Keuangan Perbatasan di Jagoi Babang Ubah Ekonomi Warga Lintas Negara
UNJA Gelar Diskusi Publik Fintech Digital Bahas Pinjol dan Ekosistem Ekonomi Digital
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Sabtu 20 Juni 2026
Laba Pupuk Indonesia Naik 230 Persen Jadi Rp6,70 Triliun, Transformasi Bisnis Perkuat Kinerja
Sumut, Lampung, Sulut Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah PENAS 2029, KTNA Siapkan Mekanisme Voting Nasional
Bea Cukai Ungkap Penyebab Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok, Importir Dinilai Lambat Angkut Barang
Saham SpaceX Cetak Rekor Baru, Tembus Level Tertinggi Sejak IPO
Harga Emas Dunia Naik Lagi, Investor Tunggu Keputusan The Fed
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:29 WIB

AKPSI Dorong One Gate Policy CPO, Dinilai Perkuat Tata Kelola dan Stabilkan Harga Sawit Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:20 WIB

Digitalisasi Keuangan Perbatasan di Jagoi Babang Ubah Ekonomi Warga Lintas Negara

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:01 WIB

UNJA Gelar Diskusi Publik Fintech Digital Bahas Pinjol dan Ekosistem Ekonomi Digital

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Sabtu 20 Juni 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:00 WIB

Laba Pupuk Indonesia Naik 230 Persen Jadi Rp6,70 Triliun, Transformasi Bisnis Perkuat Kinerja

Berita Terbaru