Bea Cukai Ungkap Penyebab Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok, Importir Dinilai Lambat Angkut Barang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi kontainer menumpuk( poto : CNBC Indonesia )

ilustrasi kontainer menumpuk( poto : CNBC Indonesia )

Jakarta, jemarionline.com – Penumpukan kontainer Tanjung Priok kembali terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Ribuan kontainer masih tertahan di area pelabuhan meski proses kepabeanan telah selesai.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjelaskan bahwa sistem layanan kepabeanan berjalan normal tanpa gangguan berarti. Namun, importir tidak segera mengeluarkan barang setelah dokumen SPPB terbit.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menegaskan hal tersebut dalam keterangannya kepada media. Ia menekankan bahwa alur pemeriksaan dan pelayanan barang sudah mengikuti standar nasional.

“Keberadaan Bea Cukai sebagai lini terdepan di pelabuhan pada saat pelayanan keluar-masuk barang sudah sesuai standar yang diharapkan nasional,” ujar Djaka, dikutip Antara, Senin (17/6/2026).

Importir Tidak Segera Angkut Barang dari Pelabuhan

Djaka menyebut banyak pelaku usaha tidak langsung mengeluarkan kontainer setelah Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) diterbitkan. Kondisi itu kemudian memicu penumpukan di area terminal.

Ia menjelaskan bahwa proses kepabeanan tidak lagi menjadi hambatan setelah SPPB keluar. Namun, keterlambatan pengangkutan justru menciptakan kepadatan baru di pelabuhan.

Baca Juga :  KPK Periksa Bos Rokok HS Terkait Skandal Pita Cukai

“Ketika kontainer-kontainer tersebut sudah mengalami pengeluaran barang, masih terjadi penumpukan karena para pelaku tidak segera melakukan pengeluaran,” katanya.

Bea Cukai Dorong Percepatan Distribusi Kontainer

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meminta importir segera memindahkan barang dari kawasan pelabuhan setelah proses selesai. Langkah ini bertujuan mengurangi kepadatan dan mempercepat arus logistik nasional.

Djaka juga menyoroti pola sebagian perusahaan yang masih menahan barang di area pelabuhan karena biaya penyimpanan dinilai lebih murah dibandingkan gudang luar.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan agar barang yang sudah selesai diproses langsung keluar dari pelabuhan.

Perusahaan Otomotif Ikut Tersorot

Djaka menyebut beberapa perusahaan otomotif ikut menyumbang penumpukan kontainer. Ia mencontohkan BYD dan Wuling Motors yang tercatat memiliki kontainer di pelabuhan.

Ia menjelaskan bahwa sebagian kontainer tetap berada di pelabuhan lebih dari masa normal penyimpanan setelah SPPB terbit. Dalam beberapa periode, jumlahnya bahkan mencapai sekitar 10 ribu kontainer.

Baca Juga :  Kisah Keluarga Raih Pendapatan Pasif Rp2,7 Miliar per Bulan

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena perusahaan belum segera mengatur pengeluaran logistik ke gudang atau lokasi penyimpanan lain.

BYD Jelaskan Faktor Operasional

BYD Motor Indonesia menyampaikan permintaan maaf atas situasi yang terjadi di Tanjung Priok. Perusahaan menjelaskan bahwa mereka hanya menangani sebagian kecil dari total kontainer yang menumpuk.

BYD juga mengungkapkan beberapa faktor yang memengaruhi distribusi barang. Faktor tersebut meliputi lonjakan kedatangan barang, hari libur nasional, kepadatan distribusi, dan penyesuaian kapasitas logistik.

Perusahaan kemudian berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses pengeluaran kontainer. BYD juga menyiapkan lokasi penyimpanan sementara di sekitar pelabuhan untuk memperlancar distribusi.

Wuling Motors mengonfirmasi bahwa mereka sempat mengalami hambatan pengangkutan pada awal Juni 2026. Namun perusahaan segera menangani situasi tersebut.

Wuling memastikan seluruh kontainer sudah keluar dari pelabuhan pada 11 Juni 2026. Perusahaan juga menyatakan gangguan hanya berlangsung singkat dan tidak berdampak besar pada operasional.(ar)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Rp2,55 Juta
10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya
Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100
Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Rp2,55 Juta

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100

Berita Terbaru