Jambi, jemarionline.com – Kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap di Jambi kini mulai mengganggu berbagai aktivitas harian warga lokal di berbagai daerah. Selain itu, Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M. memberikan respons cepat dan tegas. Selanjutnya, tokoh masyarakat yang akrab disapa SAH tersebut meminta seluruh warga segera meningkatkan kewaspadaan demi kesehatan keluarga tercinta. Oleh karena itu, SAH menyampaikan imbauan krusial ini mengingat pekatnya partikel polusi memicu ancaman serius bagi kesehatan saluran pernapasan manusia.
Sementara itu, kondisi udara yang terus menurun tidak hanya menurunkan kenyamanan tetapi juga mengancam keselamatan jangka panjang secara nyata. Akibatnya, masyarakat wajib disiplin menerapkan prosedur pencegahan kesehatan dasar setiap hari tanpa terkecuali. Di samping itu, pemerintah bersama tokoh masyarakat terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala. Selain itu, semua pihak terkait harus melakukan upaya preventif secara konsisten demi menekan dampak buruk polusi udara.
Langkah Lindungi Kelompok Rentan dari Bahaya Polusi Udara
Pertama-tama, SAH meminta masyarakat selalu mengenakan masker saat menjalankan aktivitas penting di luar ruangan. Terlebih lagi, perlindungan ekstra ini sangat menentukan keselamatan kelompok rentan yang paling mudah terpapar polusi. Misalnya, anak-anak, lansia, serta pekerja luar ruangan menghadapi tingkat risiko paling tinggi saat udara memburuk. Padahal, paparan asap secara terus-menerus terbukti mampu menurunkan daya tahan tubuh manusia secara drastis. Oleh sebab itu, SAH juga menganjurkan warga mengurangi kegiatan luar gedung ketika konsentrasi asap kian pekat. Setelah itu, warga mengalihkan aktivitas ke dalam ruangan guna meminimalkan masuknya racun berbahaya ke tubuh.
Pencegahan Kebakaran Lahan Melalui Pengelolaan Pertanian Ramah Lingkungan
Sebagai langkah nyata, pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan mensyaratkan kepedulian bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, SAH melarang keras praktik pembersihan lahan pertanian dengan cara membakar vegetasi secara sembarangan. Faktanya, metode pembakaran liar hanya memperparah situasi dan menambah jumlah titik api baru secara masif. Karena itu, masyarakat wajib mengubah kebiasaan lama dengan menerapkan teknik pengelolaan lahan ramah lingkungan. Selanjutnya, warga harus segera melaporkan temuan titik api kepada aparat berwenang di wilayahnya. Melalui program ini, pihak HKTI Jambi aktif mengedukasi petani agar meninggalkan kebiasaan membakar rumput demi ekosistem.
Sinergi Lintas Sektor Menghadapi Ancaman Kabut Asap Jambi
Dalam hal ini, penanganan ancaman bencana kabut asap membutuhkan kolaborasi erat secara terintegrasi dan konsisten. Oleh sebab itu, SAH mendorong sinergi kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para pelaku usaha lokal. Di samping itu, kelompok tani serta masyarakat luas memegang peranan kunci menjaga wilayah dari potensi karhutla. Kemudian, koordinasi antar pemangku kepentingan mempercepat respons penanggulangan di lapangan saat darurat terjadi. Sebagai prioritas utama, semua pihak wajib melindungi keselamatan warga dan menghentikan kemunculan titik api. Akhirnya, SAH optimistis kesadaran kolektif mampu menekan dampak buruk kabut asap secara optimal agar pemulihan kualitas udara Jambi segera terwujud.(ar)









