Jemarionline.com – Kasus mantan mahasiswa kedokteran asal Jambi yang pernah terjerat perkara pemasangan kamera tersembunyi (CCTV) di toilet perempuan kembali menjadi sorotan publik setelah diketahui melanjutkan pendidikan profesi dokter (koas) di Medan, Sumatera Utara.
Mahasiswa bernama Agung Novriyan sebelumnya divonis bersalah dalam kasus asusila karena memasang kamera tersembunyi di toilet wanita saat masih berstatus mahasiswa kedokteran. Kasus tersebut sempat viral dan menimbulkan trauma bagi korban.
Digeruduk Korban dan Viral di Media Sosial
Keberadaan yang bersangkutan di lingkungan pendidikan profesi dokter memicu reaksi keras. Sejumlah korban bersama pihak kampus dan mahasiswa dikabarkan mendatangi lokasi tempat ia menjalani koas di Medan setelah informasi tersebut viral di media sosial.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan kekhawatiran korban terhadap keamanan serta etika profesi medis apabila pelaku tetap berada di lingkungan pelayanan kesehatan.
BEM Ikut Bereaksi
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) turut memberikan respons atas polemik ini. Mereka menilai dunia pendidikan kedokteran harus mempertimbangkan aspek moral, psikologis korban, serta kepercayaan publik terhadap profesi dokter.
Mahasiswa meminta adanya evaluasi serius dari institusi pendidikan dan pihak terkait agar kasus serupa tidak mencederai integritas dunia medis.
Respons Pemerintah
Kementerian Kesehatan menyatakan kasus tersebut masih berada dalam ranah pendidikan, karena yang bersangkutan belum berstatus dokter profesional. Pemerintah mendorong penelusuran lebih lanjut oleh kementerian pendidikan dan pihak daerah terkait proses kelanjutan studinya.









