Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Dok. Pertamina)

(Dok. Pertamina)

Jakarta, Jemarionline.com – Pertamina sebut NOC jaga ketahanan energi nasional di tengah perubahan industri energi global dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia.

Perusahaan minyak nasional atau National Oil Company (NOC) kini memegang peran yang lebih luas. Selain menjalankan bisnis energi, NOC juga menjaga pasokan, mendukung investasi, dan memperkuat ekonomi negara.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan strategi energi yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan pertumbuhan jangka panjang.

Menurutnya, sektor energi harus bergerak lebih adaptif agar mampu menjawab tantangan global.

Pertamina Perkuat Peran Gas dalam Transisi Energi

Pertamina melihat gas bumi sebagai salah satu komponen penting dalam transisi energi.

Perusahaan ingin meningkatkan pemanfaatan gas untuk menjaga kestabilan pasokan dan memperluas pilihan energi nasional.

Gas juga memberi ruang bagi Indonesia untuk menekan intensitas emisi dibanding beberapa sumber energi konvensional.

Pertamina menilai strategi tersebut dapat membantu sistem energi tetap fleksibel ketika kebutuhan energi terus meningkat.

Perusahaan terus memperluas pengembangan sektor gas sebagai bagian dari agenda jangka panjang.

Baca Juga :  Parlemen Indonesia Bahas RUU Strategi Energi Nasional 2026

Hilirisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Pertamina juga menempatkan hilirisasi sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi nasional.

Perusahaan ingin mengolah sumber daya di dalam negeri agar nilai tambah meningkat.

Langkah tersebut dapat membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai industri.

Pertamina melihat pengolahan dalam negeri memberi manfaat ekonomi yang lebih besar daripada ekspor bahan mentah.

Karena itu, perusahaan terus memperkuat proyek yang mendukung proses hilirisasi.

Pertamina Dorong Kolaborasi Antar Sektor

Pertamina menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor.

Perusahaan mengajak pemerintah, pelaku industri, dan lembaga keuangan untuk memperkuat pembangunan energi nasional.

Menurut Oki Muraza, proyek energi membutuhkan kepastian investasi dan dukungan jangka panjang.

Kolaborasi yang kuat dapat mempercepat pembangunan dan menjaga daya saing sektor energi.

Pertamina juga melihat banyak negara berhasil memperkuat energi melalui kerja sama yang konsisten.

Produksi Dalam Negeri Tetap Menjadi Prioritas

Pertamina terus mendorong peningkatan produksi energi domestik.

Baca Juga :  Pemerintah Pertahankan Mandat Biodiesel B50

Perusahaan ingin memperkuat pasokan agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada sumber luar negeri.

Selain memperbesar produksi, Pertamina juga meningkatkan efisiensi pengolahan.

Perusahaan tetap membuka peluang ekspansi internasional secara selektif.

Langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kebutuhan energi nasional.

ASEAN Menjadi Kawasan yang Menarik

Pertamina juga melihat ASEAN sebagai kawasan dengan peluang energi yang besar.

Pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan energi di kawasan terus meningkat.

Kondisi tersebut membuka ruang investasi yang lebih luas.

Perusahaan menilai dukungan regulasi dan kerja sama regional akan membantu menjaga pertumbuhan sektor energi.

Ketahanan Energi Perlu Strategi yang Lebih Luas

Pertamina menegaskan bahwa ketahanan energi tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi.

Perusahaan ingin menggabungkan penguatan pasokan, investasi, hilirisasi, dan transisi energi.

Strategi tersebut bertujuan membangun sistem energi yang lebih kuat dan tahan terhadap perubahan global.

Melalui pendekatan itu, Pertamina ingin memastikan NOC tetap menjadi pilar penting bagi kebutuhan energi Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (man)

Berita Terkait

Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman
Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik
Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk
China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan
Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring
Penembakan Saat Jamuan Malam Trump Gegerkan AS, Pelaku Dipastikan Tidak Terkait Iran
PBB dan Kemlu RI Ungkap Penyerang Praka Rico Adalah Israel, Fakta Ini Mengejutkan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Berita Terbaru