Boyolali, jemarionline.com – Penemuan stupa candi boyolali di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, langsung menarik perhatian setelah warga menemukan sejumlah benda yang diduga cagar budaya di beberapa titik desa.
Tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah datang ke lokasi untuk memeriksa temuan tersebut dan melakukan pendataan awal.
Warga menemukan stupa, prasada, dan batuan candi yang tersebar di empat titik berbeda di Desa Nepen. Temuan ini muncul saat aktivitas warga berlangsung di sekitar kebun, pekarangan, hingga area wisata air.
Temuan Tersebar di Empat Titik
Di pekarangan Sopan Prasetyo, warga menemukan prasada dan stupa dengan motif sulur-suluran yang masih terlihat jelas di permukaan batu.
Di lokasi kedua yang tidak jauh dari titik pertama, warga juga menemukan prasada di area kebun sekitar rumah penduduk.
Temuan berlanjut di area pemakaman umum. Warga melihat sebuah stupa saat beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.
Di titik terakhir, kawasan objek wisata air, warga menemukan batuan yang diduga bagian dari struktur candi kuno.
Jejak Hindu-Buddha Mulai Terlihat
Pamong Budaya Ahli Muda, Wardiyah, menjelaskan bahwa bentuk temuan menunjukkan ciri peninggalan masa Hindu-Buddha.
Ia menegaskan bahwa stupa pada masa lalu di gunakan sebagai bagian dari tempat peribadatan.
“Stupa itu simbol peribadatan. Dari bentuknya terlihat unsur jubah, mangkuk, dan tongkat,” kata Wardiyah.
Ia juga menyebut prasada yang di temukan memiliki gaya arsitektur khas masa klasik di Jawa.
Dugaan Permukiman Kuno Menguat
Dari pola sebaran temuan, tim menduga kuat Desa Nepen pernah menjadi wilayah permukiman pada masa Hindu-Buddha.
Wardiyah menjelaskan bahwa pihaknya masih meneliti lebih jauh untuk memahami kondisi masyarakat saat itu.
“Kami belum bisa memastikan struktur sosialnya, tetapi jelas ada aktivitas budaya dan keagamaan di kawasan ini,” ujarnya.
Tim mencatat hampir lima titik temuan dalam satu desa, yang memperkuat dugaan adanya aktivitas manusia di masa lampau.
Warga Diminta Segera Lapor Temuan Baru
Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah meminta warga melapor jika menemukan benda serupa saat bekerja di ladang atau membangun rumah.
Wardiyah juga mengingatkan warga agar tidak memindahkan benda tersebut sebelum tim ahli datang.
“Kalau menemukan saat mengolah tanah atau bangun rumah, segera laporkan ke kami atau aparat desa,” katanya.
Langkah ini penting untuk menjaga benda bersejarah tetap utuh dan bisa di teliti lebih lanjut.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Desa Nepen menyimpan jejak peradaban Hindu-Buddha yang cukup kuat di wilayah Boyolali.(ar)









