Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)

(Foto: KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)

Jakarta, Jemarionline.com – Pelaku judi online terus mencari berbagai cara untuk memperoleh rekening bank milik masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap para pelaku menawarkan uang antara Rp100.000 hingga Rp500.000 kepada petani, nelayan, dan ibu rumah tangga agar mereka menyerahkan rekening atau membuka rekening baru.

Komdigi menilai modus tersebut semakin sering muncul di berbagai daerah. Para pelaku memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat untuk mendapatkan rekening yang kemudian mereka pakai sebagai jalur transaksi keuangan.

Pelaku Sasar Masyarakat Pedesaan

Komdigi menjelaskan para pelaku tidak hanya bergerak di kota besar. Mereka juga mendatangi desa-desa dan menawarkan uang tunai kepada petani, nelayan, pedagang kecil, hingga ibu rumah tangga.

Baca Juga :  Prabowo Pimpin Ratas Hambalang Bahas Aspirasi Buruh

Setelah memperoleh rekening, para pelaku langsung memakainya untuk mengalirkan dana hasil aktivitas judi online. Cara tersebut membantu mereka menyamarkan identitas pemilik transaksi.

Komdigi Minta Warga Tolak Semua Tawaran

Komdigi mengimbau masyarakat agar menolak seluruh tawaran yang meminta rekening bank atau data pribadi. Masyarakat juga perlu menjaga buku tabungan, kartu ATM, nomor PIN, dan akses mobile banking agar tetap aman.

Selain itu, Komdigi meminta masyarakat tidak membuka rekening atas permintaan orang lain. Langkah sederhana tersebut dapat mencegah penyalahgunaan rekening untuk aktivitas ilegal.

Pemerintah Perkuat Pemberantasan Judi Online

Pemerintah terus mempercepat pemberantasan judi online melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum, perbankan, dan penyedia layanan digital. Setiap lembaga menjalankan tugas sesuai kewenangannya untuk memutus jaringan pelaku.

Baca Juga :  Meta Tambah Proteksi Baru untuk Akun Remaja Instagram

Selain memblokir situs judi online, pemerintah juga menelusuri aliran dana dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut bertujuan mengurangi ruang gerak para pelaku sekaligus meningkatkan kesadaran publik.

Masyarakat Punya Peran Penting

Komdigi mengajak masyarakat ikut melawan praktik judi online dengan menjaga data pribadi dan rekening bank. Warga juga perlu melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan tawaran yang mencurigakan.

Laporan masyarakat akan membantu aparat mengungkap jaringan pelaku lebih cepat. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan pemberantasan judi online.

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB