Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA FOTO/Yudi Manar)

(ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Jakarta, Jemarionline.com – Subsidi energi Rp 233 triliun tercatat pada semester I 2026. Angka tersebut menunjukkan beban anggaran pemerintah meningkat seiring naiknya konsumsi sejumlah energi bersubsidi.

Pemerintah mencatat realisasi subsidi dan kompensasi hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp233 triliun. Nilai tersebut setara 52,1 persen dari pagu yang pemerintah tetapkan dalam APBN 2026.

Realisasi itu juga meningkat 44,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I 2025, pemerintah mencatat subsidi dan kompensasi sebesar Rp161,4 triliun.

Konsumsi BBM Bersubsidi Meningkat

Kenaikan beban subsidi tidak hanya berkaitan dengan harga energi global. Pemerintah juga menghadapi peningkatan volume penyaluran BBM, LPG 3 kilogram, dan listrik bersubsidi.

Volume BBM bersubsidi yang pemerintah salurkan hingga Juni 2026 mencapai 7,99 juta kiloliter. Jumlah tersebut naik 7,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 7,41 juta kiloliter.

Kenaikan konsumsi tersebut ikut menambah tekanan terhadap anggaran negara. Selain BBM, pemerintah juga mencatat peningkatan penyaluran LPG 3 kilogram dan jumlah pelanggan listrik bersubsidi.

Baca Juga :  Pemerintah Pertahankan Mandat Biodiesel B50

Penyaluran LPG 3 kilogram mencapai 3,56 juta ton atau meningkat 2 persen secara tahunan. Sementara itu, jumlah pelanggan listrik bersubsidi tumbuh 2,1 persen menjadi sekitar 43,1 juta pelanggan.

Subsidi dan Kompensasi Capai Rp233 Triliun

Dari total Rp233 triliun tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp116 triliun untuk subsidi. Sementara itu, realisasi kompensasi mencapai Rp116,9 triliun.

Kementerian Keuangan menyebut beberapa faktor memengaruhi realisasi tersebut. Faktor itu antara lain perubahan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), pergerakan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya volume penyaluran energi bersubsidi.

Gejolak harga minyak global juga dapat meningkatkan kebutuhan anggaran subsidi. Karena itu, perubahan harga energi dan kondisi geopolitik menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas anggaran.

Penyaluran Pupuk Bersubsidi Ikut Naik

Peningkatan realisasi subsidi juga terjadi pada sektor nonenergi. Salah satunya terlihat dari penyaluran pupuk bersubsidi yang mengalami kenaikan cukup besar.

Baca Juga :  YLBHI Kritik Anggaran Pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Hingga semester I 2026, pemerintah telah menyalurkan sekitar 4,5 juta ton pupuk bersubsidi. Angka tersebut meningkat 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3,7 juta ton.

Selain itu, jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memperoleh subsidi bunga mencapai sekitar 2,4 juta debitur. Jumlah tersebut tumbuh 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah Hadapi Tekanan Anggaran

Kenaikan konsumsi energi bersubsidi membuat pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan kesehatan fiskal. Pemerintah tetap perlu memastikan masyarakat memperoleh akses energi dengan harga yang terjangkau.

Di sisi lain, peningkatan konsumsi juga membuat kebutuhan anggaran semakin besar. Karena itu, pemerintah perlu mengawasi penyaluran subsidi agar tepat sasaran sekaligus menjaga keberlanjutan anggaran negara.

Berita Terkait

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI Termasuk Enam Kodam Daerah
Lorong Bangkai KM Virgo Tertutup Hambat Evakuasi Penyelam
Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Berbagai Daerah
Ramalan Zodiak Hari Ini: 4 Bintang Diprediksi Beruntung pada 28 September 2026
Miliarder Indonesia Akhir September 2026 versi Forbes
Terombang-ambing 345 Km, Jasad ABK Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano
Presiden Prabowo Subianto Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp3,8 Triliun Untuk Program Rekening Gratis Warga Usia 17 Tahun
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI Termasuk Enam Kodam Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Lorong Bangkai KM Virgo Tertutup Hambat Evakuasi Penyelam

Senin, 28 September 2026 - 09:28 WIB

Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Berbagai Daerah

Senin, 28 September 2026 - 08:36 WIB

Ramalan Zodiak Hari Ini: 4 Bintang Diprediksi Beruntung pada 28 September 2026

Senin, 28 September 2026 - 08:10 WIB

Miliarder Indonesia Akhir September 2026 versi Forbes

Berita Terbaru