Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Data riset menunjukkan elektabilitas Dedi ungguli Prabowo dalam berbagai simulasi calon presiden periode Juli 2026.(poto: kompas.com).

Data riset menunjukkan elektabilitas Dedi ungguli Prabowo dalam berbagai simulasi calon presiden periode Juli 2026.(poto: kompas.com).

Jakarta, jemarionline.com – Dua lembaga riset ternama mempublikasikan hasil pemetaan politik terbaru yang menunjukkan hasil mengejutkan. Data riset menunjukkan elektabilitas Dedi ungguli Prabowo dalam berbagai simulasi calon presiden periode Juli 2026.

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia sama-sama menempatkan Gubernur Jawa Barat tersebut di posisi puncak. Meskipun menggunakan pendekatan metrik dan jumlah sampel berbeda, kedua lembaga mencatat pola tren yang seragam.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani memaparkan temuan tersebut secara resmi pada Rabu, 29 Juli 2026. Dalam simulasi semi-terbuka, Dedi Mulyadi berhasil mengantongi dukungan publik mencapai 35 persen.

Angka tersebut melampaui raihan Prabowo Subianto yang berada di posisi kedua dengan 14,5 persen. Sementara itu Anies Baswedan memperoleh 8,2 persen dan Gibran Rakabuming Raka mengamankan 7,7 persen.

Tokoh nasional lainnya seperti Agus Harimurti Yudhoyono mengantongi 4,9 persen suara responden. Ganjar Pranowo meraih 4,2 persen, Mahfud MD 4 persen, sedangkan 12,8 persen responden belum menentukan pilihan.

Deni menegaskan bahwa arah grafik dukungan kedua tokoh bergerak secara berlawanan. Elektabilitas Dedi terus menanjak tajam, sedangkan tingkat keterpilihan Prabowo mengalami penurunan signifikan.

SMRC mencatat penurunan tajam angka keterpilihan Prabowo dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen. Sebaliknya, dukungan masyarakat terhadap Dedi melonjak pesat dari 19,7 persen menuju angka 35 persen.

Kesenjangan jarak perolehan angka makin melebar saat lembaga menguji simulasi langsung dua nama. Dedi sukses meraih 59 persen suara, sementara Prabowo hanya mengumpulkan 28,3 persen.

Penurunan suara Prabowo pada simulasi dua nama tergolong sangat drastis dari angka 50,5 persen. Di sisi lain, Dedi mencatatkan lompatan elektabilitas dari 42,6 persen pada periode awal tahun.

Baca Juga :  Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia

SMRC menyimpulkan bahwa Prabowo menghadapi tantangan besar jika kembali bertarung dalam kontestasi mendatang. Peluang petahana untuk memenangkan pemilu menjadi sangat berat jika berhadapan langsung dengan Dedi.

Dedi Mulyadi Melesat Dalam Simulasi Lembaga SMRC

Lembaga Indikator Politik Indonesia juga merekam tren dominasi Dedi pada periode riset 14-24 Juli 2026. Pada simulasi pertanyaan terbuka, nama Dedi memimpin dengan raihan 22,4 persen suara.

Prabowo mengekor tipis di posisi kedua setelah mengumpulkan dukungan sebesar 20,1 persen. Anies Baswedan berada pada posisi ketiga dengan perolehan 9,7 persen dari total jawaban responden.

Indikator memperlebar jarak keunggulan Dedi saat menerapkan simulasi semi-terbuka dengan opsi 32 nama. Dedi memimpin secara meyakinkan dengan 31,4 persen, sedangkan Prabowo mengumpulkan 18,8 persen.

Dalam daftar tersebut, Anies meraih 11,6 persen diikuti Gibran 5,9 persen dan AHY 5,8 persen. Ganjar Pranowo mengantongi 4,5 persen, Sherly Tjoanda 4,1 persen, serta Mahfud MD 2,5 persen.

Tren elektabilitas Dedi versi Indikator terus bergerak naik secara konsisten sejak akhir tahun lalu. Angka dukungannya merangkak dari 16,8 persen pada Desember 2025 hingga menembus 31,4 persen Juli ini.

Perjalanan elektabilitas Prabowo justru menunjukkan arah penurunan berturut-turut pada periode yang sama. Setelah sempat menyentuh 43,7 persen pada Januari, angka tersebut merosot hingga 18,8 persen.

Pola Serupa Juga Terlihat Pada Hasil Survei Indikator

Peneliti Indikator menguji daya tahan elektoral para kandidat saat daftar nama dipersempit. Simulasi lima nama menempatkan Dedi di posisi teratas dengan raihan angka 41,9 persen.

Prabowo memperoleh 21,9 persen suara, diikuti Anies 13,3 persen, Gibran 9,1 persen, dan AHY 7,4 persen. Hasil ini menegaskan bahwa penyempitan kandidat makin menguntungkan posisi Dedi Mulyadi.

Baca Juga :  DPR Apresiasi Prabowo Copot Pimpinan BGN, Dasco: Pemerintah Respons Aspirasi Publik

Pada simulasi empat nama, Dedi semakin mengukuhkan keunggulan dengan mengumpulkan 45,2 persen dukungan. Prabowo meraih 23,5 persen, Anies mengantongi 15 persen, serta Gibran mencatatkan 9,7 persen.

Skenario tiga nama memperlihatkan dominasi Dedi yang kian tidak terbendung oleh para pesaingnya. Dedi memimpin jauh dengan 46,9 persen, Prabowo meraih 28,8 persen, dan Anies 17 persen.

Dukungan terhadap mantan Bupati Purwakarta tersebut terbukti makin membesar saat pilihan masyarakat makin terbatas. Sebagian besar pemilih mengalihkan dukungan mereka kepada Dedi dalam skenario persaingan ketat.

Tingkat Kesukaan Publik Menjadi Kunci Utama Keunggulan Dedi

Meskipun unggul dari sisi elektabilitas, tingkat pengenalan publik terhadap Dedi masih di bawah Prabowo. Indikator mencatat popularitas Prabowo mencapai 98,8 persen, sedangkan Dedi berada pada angka 88,2 persen.

Dedi unggul sangat telak dalam hal tingkat kesukaan pemilih yang telah mengenalnya. Sebanyak 88,3 persen responden menyukai Dedi, sementara tingkat kesukaan terhadap Prabowo hanya 68,1 persen.

Indikator juga mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Prabowo sebagai kepala negara. Responden yang merasa puas tercatat 49,5 persen, sedangkan kelompok tidak puas mencapai 48,8 persen.

Terkait metodologi, SMRC melibatkan 749 responden melalui wawancara telepon dan tatap muka langsung. Survei tersebut menerapkan tingkat margin of error sekitar 3,7 persen pada skala nasional.

Sementara Indikator menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan total 4.250 responden. Peneliti mewawancarai seluruh sampel secara tatap muka dengan margin of error sekitar 1,6 persen.

Meskipun menggunakan sampel berbeda, kedua lembaga mengonfirmasi dinamika peta politik yang seragam. Dedi Mulyadi sukses menggeser posisi Prabowo Subianto dalam bursa calon presiden terbaru.(ar)

Berita Terkait

Rekonstruksi Kasus Santri Terbakar Lombok Ungkap Fakta Baru Soal Kelalaian
Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN
Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus
Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu
Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter
Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit
Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar
Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:00 WIB

Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:00 WIB

Rekonstruksi Kasus Santri Terbakar Lombok Ungkap Fakta Baru Soal Kelalaian

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:00 WIB

Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB