Nganjuk, jemarionline.com – Jumlah korban dugaan keracunan MBG di Nganjuk melonjak tajam hingga menyentuh angka 127 orang. Lonjakan kasus ini meluas ke beberapa sekolah setelah para siswa menyantap jatah makanan gratis tersebut.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan pembaruan data tersebut usai menjenguk para korban di rumah sakit pada Kamis sore. Ia mengonfirmasi bahwa mayoritas pasien yang sempat terkapar kini sudah memperlihatkan kondisi membaik.
Sebagian besar korban telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat penanganan medis secara intensif. Petugas RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara, dan RS Islam Aisyiyah kini tinggal merawat 17 pasien saja.
Bupati Marhaen berharap seluruh pasien tersisa dapat memulihkan kondisi fisik mereka dalam waktu dekat. Pihaknya menargetkan seluruh siswa sudah bisa keluar dari rumah sakit pada Jumat mendatang.
Kronologi Kasus Keracunan Makanan Gratis Di Nganjuk
Insiden bermula saat puluhan murid dan guru SMAN 3 Nganjuk menyantap paket MBG pada Rabu lalu. Makanan tersebut berisi sajian nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, telur dadar, acar, dan potongan semangka.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Begadung 2 mengantarkan seluruh paket hidangan ke sekolah. Para siswa dan guru menyantap jatah makanan tersebut pada pukul sepuluh pagi.
Gejala keracunan tidak langsung muncul sesaat setelah para siswa menghabiskan porsi hidangan. Keluhan pusing, mual, hingga muntah hebat baru menyeruak pada pukul dua siang.
Pihak sekolah langsung melarikan para korban menuju tiga rumah sakit rujukan utama di Nganjuk. Petugas medis Puskesmas Begadung juga menyerap puluhan pasien awal yang membutuhkan pertolongan darurat.
Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menegaskan bahwa seluruh tenaga medis bergerak cepat menangani korban. Pemerintah daerah mengerahkan dokter spesialis, dokter umum, dan perawat untuk mengawal pemulihan siswa.
Mas Handy menjelaskan bahwa para siswa tidak merasakan kejanggalan atau cita rasa aneh saat mengonsumsi nasi goreng. Rasa mual dan pusing baru melanda tubuh korban setelah jeda waktu beberapa jam.
Pemkab Nganjuk Siap Menanggung Seluruh Biaya Pengobatan
Pemerintah Kabupaten Nganjuk memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan medis para korban terdampak. Pihaknya terus menjalin koordinasi intensif bersama Badan Gizi Nasional untuk menyelesaikan skema pembiayaan.
Bupati Marhaen sangat mengapresiasi komitmen Badan Gizi Nasional yang siap mendanai pengobatan para siswa. Namun, Pemkab Nganjuk tetap menyiagakan anggaran daerah demi menjamin keselamatan seluruh warga.
Tim gabungan Pemkab Nganjuk masih terus memverifikasi data lapangan dan menelusuri penyebab pasti timbulnya gejala keracunan. Langkah verifikasi ini melibatkan jajaran Dinas Kesehatan serta instansi berwenang lainnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Begadung 2 Zaidan masih enggan memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Ia memilih bungkam dan menghindari pertanyaan wartawan saat ditemui di RSUD Nganjuk.
Pemerintah daerah berjanji akan merilis hasil investigasi lengkap setelah uji laboratorium terhadap sampel makanan rampung. Langkah tegas ini diambil untuk mencegah berulangnya kasus serupa pada program makanan mendatang.(ar)









