Iran Serang Kapal AS, Rudal dan Drone Diluncurkan di Laut Oman

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Garda Revolusi Iran menembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)

Garda Revolusi Iran menembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)

Jemarionline.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah militer Iran mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke arah sejumlah kapal perang Amerika Serikat yang beroperasi di Laut Oman. Teheran menyebut aksi tersebut sebagai tembakan peringatan yang memaksa kapal-kapal perang AS menjauh dari kawasan tersebut.

Menurut laporan militer Iran, Angkatan Laut Iran menembakkan rudal Qadir dan sejumlah drone tempur ke arah dua kapal perusak Amerika Serikat, yakni USS Truxtun dan USS Mason. Iran mengklaim kedua kapal itu kemudian meninggalkan wilayah Laut Oman dan bergerak menuju Samudra Hindia.

Insiden ini menambah panjang daftar ketegangan antara kedua negara yang dalam beberapa bulan terakhir terlibat berbagai konfrontasi di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Iran Klaim Beri Peringatan kepada Kapal AS

Militer Iran menyatakan tindakan tersebut bertujuan memberikan peringatan kepada kapal perang AS yang beroperasi di dekat wilayah strategis Iran. Teheran menuduh Washington melakukan aktivitas yang mengganggu keamanan maritim dan lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.

Pihak Iran menegaskan bahwa pasukannya siap merespons setiap aktivitas yang dianggap mengancam kepentingan nasional negara itu. Pernyataan tersebut menunjukkan sikap tegas Teheran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Eks Mahasiswa Kasus CCTV Toilet Lanjut Koas, Korban Protes

AS Belum Membenarkan Klaim Iran

Hingga saat ini, militer Amerika Serikat belum mengonfirmasi klaim Iran bahwa rudal dan drone tersebut mengenai atau memaksa kapal perang AS mundur dari kawasan Laut Oman.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga membantah sejumlah klaim Iran terkait serangan terhadap aset militer Amerika di kawasan Teluk. Dalam beberapa insiden terakhir, Washington menyatakan sistem pertahanan mereka berhasil mencegat ancaman yang datang dari Iran.

Perbedaan versi antara kedua negara membuat informasi mengenai dampak sebenarnya dari insiden tersebut masih sulit diverifikasi secara independen.

Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz

Insiden di Laut Oman terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Jalur laut tersebut menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia dan memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi perekonomian global.

Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat melaporkan telah menembak jatuh sejumlah drone Iran yang terbang di sekitar Selat Hormuz. Washington juga melancarkan serangan terhadap beberapa fasilitas radar Iran yang dianggap mengancam keamanan pelayaran internasional.

Baca Juga :  Kejagung Ungkap Korupsi Ekspor CPO Berkedok POME

Sebagai respons, Iran menuduh Amerika Serikat melakukan provokasi militer dan memperingatkan akan mengambil langkah balasan jika tekanan terus berlanjut.

Kekhawatiran Terhadap Stabilitas Kawasan

Meningkatnya konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran banyak pihak terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan kedua negara berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional dan memengaruhi pasar energi global.

Analis keamanan menilai setiap insiden militer di sekitar Selat Hormuz dapat berdampak langsung terhadap harga minyak dunia. Pasalnya, sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melewati jalur tersebut sebelum menuju pasar internasional.

Selain itu, meningkatnya aktivitas militer juga berpotensi meningkatkan risiko salah perhitungan yang dapat memicu konflik lebih luas.

Dunia Internasional Pantau Perkembangan

Sejumlah negara dan organisasi internasional terus memantau perkembangan situasi di kawasan Teluk. Banyak pihak mendorong Iran dan Amerika Serikat untuk menahan diri serta mengutamakan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Pengamat hubungan internasional menilai komunikasi yang terbuka antara kedua negara menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas kawasan. Tanpa upaya diplomasi yang kuat, insiden kecil sekalipun berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Berita Terkait

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak Tewaskan Lima Orang Kemenkes Malaysia
Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:52 WIB

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak Tewaskan Lima Orang Kemenkes Malaysia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB