Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(FOTO:CNNIndonesia/Joko Sulistyo).

(FOTO:CNNIndonesia/Joko Sulistyo).

Jakarta, Jemarionline.com – Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan tajam setelah Iran memutuskan keluar dari proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Keputusan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global dan mendorong harga minyak menembus level US$81 per barel.

Pelaku pasar merespons perkembangan geopolitik terbaru di Timur Tengah dengan meningkatkan pembelian kontrak minyak. Kondisi itu mendorong harga minyak bergerak naik karena investor mengantisipasi potensi gangguan pasokan dari kawasan yang menjadi salah satu pusat produksi energi dunia.

Iran Tinggalkan Meja Negosiasi

Iran memutuskan menghentikan keterlibatannya dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Langkah tersebut meningkatkan ketidakpastian mengenai hubungan kedua negara yang selama ini menjadi perhatian pasar energi global.

Ketegangan yang meningkat antara kedua negara membuat pelaku pasar khawatir terhadap kemungkinan terganggunya distribusi minyak dari kawasan Teluk. Kekhawatiran tersebut langsung tercermin dalam pergerakan harga minyak dunia.

Baca Juga :  Pemerintah RI Antisipasi Dampak Ketegangan Timur Tengah bagi Jemaah di Arab Saudi

Aktivitas di Selat Hormuz Menurun

Pasar juga mencermati perkembangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.

Laporan menunjukkan jumlah kapal yang melintasi jalur tersebut mengalami penurunan. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran bahwa distribusi energi global dapat menghadapi hambatan jika situasi geopolitik terus memburuk.

Karena itu, pelaku pasar terus memantau perkembangan terbaru dari kawasan Timur Tengah.

Pasar Energi Hadapi Ketidakpastian

Harga minyak sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, terutama ketika peristiwa tersebut terjadi di wilayah penghasil minyak utama dunia.

Ketika risiko pasokan meningkat, investor biasanya merespons dengan membeli minyak sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan berkurangnya pasokan di pasar internasional. Kondisi tersebut mendorong harga bergerak naik dalam waktu singkat.

Selain itu, ketidakpastian mengenai masa depan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat juga menambah tekanan pada pasar energi global.

Baca Juga :  Kapal Tanker Turki Diserang dari Bawah Laut, Muat 1 Juta Barel Minyak

Dampak bagi Perekonomian Dunia

Kenaikan harga minyak berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi. Negara-negara pengimpor minyak dapat menghadapi peningkatan biaya energi, sementara sektor transportasi dan industri berisiko mengalami kenaikan biaya operasional.

Bagi negara berkembang, lonjakan harga minyak juga dapat meningkatkan tekanan inflasi karena biaya distribusi barang dan jasa ikut naik. Oleh sebab itu, banyak negara terus memantau perkembangan harga energi global.

Investor Pantau Langkah Berikutnya

Saat ini perhatian pasar tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil Iran dan Amerika Serikat.

Jika kedua negara kembali membuka jalur diplomasi, pasar berpotensi merespons positif. Sebaliknya, jika ketegangan terus meningkat, harga minyak dapat mempertahankan tren kenaikan karena kekhawatiran terhadap pasokan global masih tinggi.

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Berita Terbaru