Israel Serang Iran Lagi, Dua Anggota Militer Iran Tewas

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: REUTERS/WANA)

(Foto: REUTERS/WANA)

Jakarta, Jemarionline.com – Konflik antara Israel dan Iran kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan terbaru ke wilayah Iran.

Dalam insiden tersebut, dua anggota unit pertahanan udara Iran dilaporkan tewas saat menjalankan tugas menjaga wilayah udara negara.

Stasiun penyiaran milik pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), menyebut kedua personel tersebut gugur pada Senin (8/6/2026) waktu setempat.

Selain itu, serangan yang sama juga menewaskan seorang pegawai Pemerintah Kota Teheran. Dengan demikian, jumlah korban tewas yang telah terkonfirmasi dalam serangan tersebut mencapai tiga orang.

Di sisi lain, ketegangan kawasan meningkat setelah Israel dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal dalam beberapa hari terakhir.

Karena itu, banyak pihak khawatir konflik dapat berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas di Timur Tengah.

Dua Personel Pertahanan Udara Tewas

IRIB melaporkan bahwa dua anggota pertahanan udara Iran meninggal dunia saat menjalankan misi menjaga wilayah udara nasional. Kedua personel tersebut berada dalam tugas operasional ketika serangan terjadi.

Selain korban dari unsur militer, kantor berita semi-resmi Fars juga melaporkan kematian seorang pegawai Pemerintah Kota Teheran akibat serangan yang sama.

Oleh karena itu, jumlah korban tewas yang terkonfirmasi bertambah menjadi tiga orang.

Baca Juga :  Respons 5 Negara atas Desakan Donald Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Peristiwa tersebut kembali menunjukkan tingginya risiko keamanan yang dihadapi kawasan sejak konflik Israel-Iran kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan terbaru terjadi setelah Israel dan Iran sempat memberlakukan gencatan senjata menyusul pertukaran serangan rudal pada Minggu dan Senin. Namun, situasi di lapangan masih sangat rapuh.

Sebelumnya, Iran meluncurkan rudal ke wilayah Israel sebagai respons atas serangan Israel terhadap kawasan Beirut selatan di Lebanon.

Selanjutnya, Israel membalas dengan menyerang sejumlah target militer di Iran bagian barat dan tengah.

Karena itu, banyak pengamat menilai gencatan senjata yang berlaku saat ini belum sepenuhnya mampu meredakan ketegangan di kawasan.

Israel Sasar Target Militer Iran

Militer Israel menyatakan telah menyerang sejumlah target militer di wilayah barat dan tengah Iran. Operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan rudal Iran ke wilayah Israel.

Menurut laporan media internasional, sasaran serangan mencakup lokasi peluncur rudal serta infrastruktur militer tertentu. Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Iran, termasuk Teheran dan beberapa kota lainnya.

Selain itu, Israel menegaskan akan terus merespons setiap ancaman yang dianggap membahayakan keamanan negaranya.

Pemerintah Iran memberikan peringatan keras terkait perkembangan terbaru tersebut. Teheran menyatakan siap melanjutkan serangan apabila operasi militer Israel di Lebanon selatan terus berlangsung.

Baca Juga :  Putin Kirim Pesawat Militer Evakuasi Mojtaba Khamenei untuk Berobat ke Rusia

Sebelumnya, pejabat Iran juga menyebut serangan rudal ke Israel sebagai respons atas tindakan militer Israel di Lebanon. Karena itu, hubungan kedua negara kembali berada dalam kondisi yang sangat tegang.

Selain meningkatkan kewaspadaan militer, Iran juga terus memantau perkembangan diplomasi yang melibatkan berbagai negara di kawasan.

Trump Sebut Peluang Kesepakatan Terbuka

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih terbuka.

Trump mengatakan kesepakatan tersebut dapat tercapai dalam beberapa hari ke depan. Ia juga menilai diplomasi masih menjadi jalan terbaik untuk menghindari konflik yang lebih besar.

Selain itu, pemerintah AS terus mendorong kedua pihak untuk menahan diri agar situasi tidak berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.

Pertukaran serangan antara Israel dan Iran memicu kekhawatiran banyak negara. Pasalnya, konflik tersebut berpotensi menyeret negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.

Selain berdampak pada keamanan regional, ketegangan ini juga memengaruhi pasar energi dan stabilitas ekonomi global.

Karena itu, berbagai pihak terus mendorong upaya diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut. (man)

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB