Respons 5 Negara atas Desakan Donald Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Sejumlah negara besar menanggapi berbeda permintaan Presiden AS untuk mengamankan jalur minyak dunia di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran Wajibkan Kapal Minta Izin Militer untuk Melintasi Selat Hormuz

Iran Wajibkan Kapal Minta Izin Militer untuk Melintasi Selat Hormuz

Desakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar negara-negara sekutu mengirim kapal perang ke Selat Hormuz memicu berbagai respons dari sejumlah negara. Permintaan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur ini sangat penting bagi perdagangan energi global karena sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Timur Tengah melewati kawasan tersebut.

Trump meminta sejumlah negara besar untuk ikut membantu menjaga keamanan jalur tersebut dengan mengirim kapal perang. Namun, tidak semua negara langsung menyetujui permintaan tersebut.

Jepang Soroti Batasan Konstitusi

Pemerintah Jepang menyatakan bahwa pengiriman kapal perang ke kawasan konflik memiliki ambang hukum yang tinggi. Konstitusi Jepang yang bersifat pasifis membatasi keterlibatan militer negara itu dalam operasi tempur di luar negeri.

Baca Juga :  Ketegangan Memuncak, AS-Israel Serang Area Nuklir Iran di Bushehr

Karena itu, pemerintah Jepang menegaskan keputusan semacam itu harus melalui pertimbangan hukum dan politik yang matang.

Korea Selatan Masih Mengkaji

Sementara itu, Korea Selatan menyampaikan bahwa pihaknya masih meninjau permintaan Amerika Serikat. Pemerintah Seoul mengatakan akan mempelajari situasi keamanan di kawasan sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

China Bersikap Hati-Hati

Respons berbeda datang dari China yang hingga kini belum menunjukkan tanda akan mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Beijing diketahui memiliki hubungan ekonomi dan energi yang cukup erat dengan Iran sehingga cenderung berhati-hati dalam mengambil langkah militer.

Prancis dan Inggris Pertimbangkan Opsi

Di sisi lain, Prancis menyatakan terbuka untuk berpartisipasi dalam upaya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional. Namun, Paris lebih menekankan pendekatan pengawalan kapal dagang dibanding pengerahan kekuatan militer besar.

Baca Juga :  India Tuntaskan Pengadaan Ratusan Drone Kamikaze Lokal Hanya dalam 2 Bulan

Adapun Inggris menyebut masih membahas berbagai opsi bersama negara sekutu. Pemerintah London mempertimbangkan kemungkinan mengirim kapal perang atau teknologi seperti drone pencari ranjau untuk menjaga keamanan jalur pelayaran.

Dampak Global Jadi Perhatian

Situasi di Selat Hormuz terus menjadi perhatian dunia karena potensi gangguan di wilayah tersebut dapat berdampak besar pada pasokan minyak global. Ketegangan yang meningkat juga dikhawatirkan memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Sebagian besar negara hingga kini memilih bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan terkait pengerahan kekuatan militer.

Berita Terkait

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
AS dan Iran Capai Kesepakatan Nuklir, Program Nuklir Teheran Akan Dibongkar
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan

Berita Terbaru

Ilustrasi AI.(Pexels/cottonbro studio)

Teknologi

Perusahaan Kembali Rekrut Karyawan Setelah Uji Coba AI

Selasa, 7 Jul 2026 - 11:00 WIB