Kapal Tanker Turki Diserang dari Bawah Laut, Muat 1 Juta Barel Minyak

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal Tanker Turki Diserang dari Bawah Laut, Muat 1 Juta Barel Minyak

Kapal Tanker Turki Diserang dari Bawah Laut, Muat 1 Juta Barel Minyak

Sebuah kapal tanker minyak milik Turki dilaporkan mengalami insiden serius setelah diduga diserang dari bawah laut saat berlayar di kawasan Laut Hitam. Kapal tersebut tengah mengangkut sekitar 1 juta barel minyak mentah, menjadikannya salah satu pengiriman energi dalam jumlah besar di wilayah tersebut.

Ledakan yang terjadi disebut berasal dari bagian bawah kapal. Dampaknya, sistem mesin mengalami gangguan cukup signifikan dan sebagian peralatan penting tidak dapat berfungsi normal. Meski begitu, laporan awal menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Dekat Selat Bosporus

Saat insiden terjadi, kapal berada tidak jauh dari Selat Bosporus, salah satu jalur pelayaran paling vital bagi distribusi minyak dunia. Lokasi ini dikenal sebagai penghubung utama antara Laut Hitam dan Laut Mediterania.

Baca Juga :  Inflasi April 2026 Diprediksi Melandai Usai Lebaran, Namun Risiko Harga Energi Masih Mengintai

Setelah kejadian, kapal dilaporkan masih dapat mengapung, meskipun mengalami kerusakan internal. Secara kasat mata, bagian luar kapal tidak menunjukkan kerusakan besar.

Muatan Besar dan Status Sensitif

Kapal jenis Suezmax tersebut diketahui membawa minyak mentah jenis Urals dari Rusia. Pengiriman seperti ini menjadi perhatian global karena berkaitan erat dengan dinamika geopolitik dan sanksi internasional.

Disebutkan pula bahwa kapal tersebut termasuk dalam daftar yang terkena pembatasan oleh sejumlah negara Barat, meski tidak semua negara menerapkan sanksi yang sama.

Dugaan Metode Serangan

Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab. Namun, karakter serangan yang berasal dari bawah laut memunculkan dugaan penggunaan teknologi seperti ranjau laut atau kendaraan tanpa awak bawah air.

Baca Juga :  Hanya Tiga Orang di Dunia Bisa Keliling Dunia Tanpa Paspor, Siapa Saja?

Metode seperti ini dinilai semakin sering digunakan dalam konflik modern karena sulit terdeteksi dan dapat menimbulkan kerusakan signifikan tanpa perlu kontak langsung.

Dampak ke Stabilitas Energi

Insiden ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi global. Gangguan terhadap kapal tanker, terutama di jalur strategis, berpotensi memicu ketidakstabilan pasokan dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Para analis menilai, jika insiden serupa terus berulang, risiko terhadap perdagangan energi internasional akan semakin meningkat.

Berita Terkait

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
AS dan Iran Capai Kesepakatan Nuklir, Program Nuklir Teheran Akan Dibongkar
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan

Berita Terbaru

Ilustrasi AI.(Pexels/cottonbro studio)

Teknologi

Perusahaan Kembali Rekrut Karyawan Setelah Uji Coba AI

Selasa, 7 Jul 2026 - 11:00 WIB