Rusia Bersiap Hadapi Dunia Tanpa Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Uji coba rudal oleh Rusia (Foto: Russian Defense Ministry Press Service via AP)

Uji coba rudal oleh Rusia (Foto: Russian Defense Ministry Press Service via AP)

Jemarionline – Perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat yang dikenal dengan New START dipastikan akan segera berakhir. Rusia pun mulai menyatakan kesiapan menghadapi situasi global baru tanpa adanya batasan senjata nuklir antara dua kekuatan terbesar dunia tersebut.

Perjanjian New START ditandatangani pada 2010 saat Rusia dipimpin Presiden Dmitry Medvedev dan Amerika Serikat dipimpin Presiden Barack Obama. Perjanjian ini resmi berlaku sejak 5 Februari 2011 dan mengatur pembatasan senjata ofensif strategis milik kedua negara. AS dan Rusia diberi waktu tujuh tahun untuk memenuhi batasan tersebut, yang kemudian wajib dipertahankan hingga masa berlaku perjanjian berakhir.

Dalam perjanjian itu, kedua negara sepakat membatasi jumlah rudal balistik antarbenua (ICBM), rudal balistik kapal selam (SLBM), serta pesawat pembom berat nuklir yang dikerahkan hingga maksimal 700 unit. Selain itu, jumlah hulu ledak nuklir dibatasi sebanyak 1.550 unit, sementara total peluncur nuklir, baik yang dikerahkan maupun tidak, dibatasi maksimal 800 unit. Sejak Februari 2018, AS dan Rusia tercatat telah memenuhi seluruh batasan tersebut.

Baca Juga :  Dunia Sambut Gencatan Senjata AS–Iran, Harapan Damai Mulai Muncul

Namun, perjanjian New START akan resmi berakhir pada 4 Februari 2026. Dmitry Medvedev, yang kini menjabat sebagai pejabat keamanan senior Rusia, memperingatkan risiko besar jika perjanjian tersebut dibiarkan berakhir tanpa pengganti. Ia menyebut kondisi itu dapat mempercepat “jam kiamat”, simbol ancaman kehancuran global akibat ulah manusia.

Medvedev menegaskan bahwa berakhirnya perjanjian memang tidak otomatis memicu perang nuklir, namun tetap menjadi ancaman serius yang patut dikhawatirkan dunia. Menurutnya, waktu terus berjalan dan langkah pengendalian seharusnya segera dipercepat demi mencegah eskalasi yang berbahaya.

Baca Juga :  Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Sementara itu, Amerika Serikat sebelumnya mengusulkan agar China turut dilibatkan dalam pembicaraan pengendalian senjata nuklir. Namun Beijing, yang merupakan kekuatan nuklir terbesar ketiga di dunia, menolak untuk ikut serta dalam pembahasan tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga sempat menyinggung masa depan New START dalam wawancara dengan media Amerika. Ia tidak memberikan sinyal akan memperpanjang perjanjian itu dan menyatakan bahwa jika perjanjian berakhir, maka AS akan mencari kesepakatan baru yang dianggap lebih baik.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan tidak adanya respons dari Washington terhadap usulan Rusia sudah menjadi jawaban tersendiri. Ia menegaskan Rusia siap menghadapi realitas baru, di mana untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Rusia dan AS tidak lagi terikat perjanjian pembatasan senjata nuklir.

Berita Terkait

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB