Helikopter Medis Jatuh di Sarawak Tewaskan Lima Orang Kemenkes Malaysia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Helikopter layanan dokter keliling jatuh di Marudi Sarawak dan menewaskan lima orang.(poto: kompas.com).

Helikopter layanan dokter keliling jatuh di Marudi Sarawak dan menewaskan lima orang.(poto: kompas.com).

Kuala Lumpur, jemarionline.com – Helikopter medis jatuh sarawak di kawasan terpencil dekat Long Lellang STOLport, distrik Marudi, Selasa (8/9/2026). Peristiwa tragis ini menewaskan seluruh awak dan tenaga kesehatan yang berada di dalam armada penerbangan tersebut.

Otoritas terkait langsung mengonfirmasi kecelakaan udara yang menimpa fasilitas kesehatan udara pedalaman tersebut. Insiden ini menyedot perhatian publik karena menyasar layanan medis penting bagi masyarakat pedesaan.

Operasi Penerbangan Medis Pedalaman Berakhir Duka Tragis

Helikopter jenis BO-105 dengan nomor registrasi 9M-LLF itu mengangkut lima orang saat peristiwa terjadi. Korban meninggal dunia terdiri dari seorang pilot, dokter, asisten tenaga medis, dan dua perawat.

Pihak Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) menerima laporan resmi mengenai musibah tersebut pada pukul 15.58 waktu setempat. Armada helikopter lepas landas dari Kota Miri menuju kawasan permukiman terpencil sebelum jatuh dekat ujung landasan.

Baca Juga :  Korban Berjatuhan di Gaza dan Lebanon, Serangan Israel Kembali Jadi Sorotan

Manajemen Bencana Wilayah Miri mengonfirmasi kepastian kondisi seluruh korban berdasarkan laporan instansi medis setempat. Tim tanggap darurat langsung merespons laporan awal untuk mendatangi lokasi kejadian.

Perusahaan swasta pemilik helikopter menyediakan armada tersebut khusus untuk melayani program medis udara. Layanan ini rutin menjangkau desa-desa terisolasi seperti Ba Lai, Long Siut, dan Long Lellang.

Masyarakat lokal sangat mengandalkan transportasi udara ini karena jalur darat terhalang hutan lebat. Petugas medis biasanya terbang setiap satu hingga dua bulan sekali untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Kabut Asap Pekat Hambat Jalur Evakuasi Udara

Penyelamat menghadapi rintangan berat akibat tebalnya kabut asap yang menyelimuti kawasan Sarawak. Kondisi cuaca buruk menghalangi helikopter SAR untuk terbang menuju titik lokasi kecelakaan.

Baca Juga :  Donald Trump Puji Pemimpin Dunia yang Gabung Board of Peace

Otoritas udara melarang penerbangan dari pangkalan kepolisian di Kuching demi menjaga keselamatan awak. Imbas keterbatasan jalur udara membuat evakuasi harus mengandalkan jalur darat dan bantuan warga lokal.

Petugas kepolisian bersama personel Rela menerjang perjalanan darat selama 10 jam dari Marudi. Warga sekitar kawasan Long Lellang turut membantu mengamankan area sekitar tempat jatuhnya helikopter.

Sejumlah rekaman media sosial memperlihatkan kepulan asap keluar dari helikopter sebelum menghantam tanah. Namun, pihak berwenang belum bisa membeberkan pemicu pasti dari musibah penerbangan tersebut.

Air Accident Investigation Bureau di bawah Kementerian Transportasi Malaysia langsung mengambil langkah cepat. Tim penyidik menerjunkan personel khusus ke lokasi untuk memulai investigasi mendalam mulai Rabu (9/9/2026).(ar)

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:52 WIB

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak Tewaskan Lima Orang Kemenkes Malaysia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB