Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pexels

Foto: Pexels

Jakarta, Jemarionline.comHarga emas kritis kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah logam mulia bergerak di area yang menentukan arah pergerakan berikutnya. Analis menilai emas masih menghadapi tekanan sehingga investor perlu mencermati level support penting dalam beberapa hari ke depan.

Apabila harga gagal bertahan di atas area support utama, tekanan jual berpotensi semakin besar. Kondisi tersebut bahkan dapat mendorong harga emas turun hingga menyentuh level psikologis US$3.000 per troy ons.

Level Support Jadi Penentu

Analis menilai area support saat ini memegang peran penting dalam menentukan arah harga emas. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan masih terbuka.

Baca Juga :  Kenapa Pelemahan Rupiah dan IHSG Sulit Dibendung? Ini Penyebabnya

Sebaliknya, jika harga menembus support dengan volume transaksi yang tinggi, tekanan jual berpotensi meningkat. Kondisi itu dapat memicu penurunan menuju area support berikutnya, termasuk target di sekitar US$3.000 per troy ons.

Sentimen Global Masih Membayangi

Pergerakan harga emas masih dipengaruhi sejumlah sentimen global. Pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan inflasi, serta pergerakan dolar AS.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga dapat mengurangi daya tarik emas. Ketika imbal hasil meningkat, sebagian investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan pendapatan tetap.

Investor Perlu Kelola Risiko

Analis mengingatkan investor agar tidak terburu-buru mengambil keputusan. Sebaliknya, investor sebaiknya menunggu konfirmasi arah pergerakan harga sebelum menambah posisi.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Menguat Tajam Rp 26.000, Simak Pergerakannya Sepekan Terakhir

Selain memperhatikan analisis teknikal, investor juga perlu mengikuti perkembangan data ekonomi global. Dengan cara tersebut, keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih terukur.

Prospek Jangka Panjang Masih Terbuka

Meskipun tekanan jangka pendek masih membayangi, sejumlah analis tetap melihat prospek emas dalam jangka panjang. Ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, dan permintaan aset safe haven masih dapat menopang harga emas.

Karena itu, investor jangka panjang tetap perlu memantau perkembangan pasar secara berkala. Strategi investasi juga perlu menyesuaikan profil risiko masing-masing agar mampu menghadapi fluktuasi harga.

Berita Terkait

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini
IHSG Melemah Usai Ancaman Turun Kasta dari S&P Dow Jones
Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Depan, Ini Faktor yang Mendorong Kenaikannya
GoTo Buka Suara soal PHK Tokopedia, Pastikan Tak Berdampak Material
Harga Emas Antam Naik Rp11.000, Buyback Melonjak Rp55.000
IHSG Melonjak 2 Persen, Ini Penyebab Penguatan Bursa Hari Ini
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:00 WIB

IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:00 WIB

IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:00 WIB

IHSG Melemah Usai Ancaman Turun Kasta dari S&P Dow Jones

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB