Sumut, Lampung, Sulut Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah PENAS 2029, KTNA Siapkan Mekanisme Voting Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum KTNA Nasional Muhammad Yadi Sofyan Noor saat memberikan sambutan pada Rembug Utama KTNA tahun 2026, Jumat (19/6/2026). ( poto : ANTARA )

Ketua Umum KTNA Nasional Muhammad Yadi Sofyan Noor saat memberikan sambutan pada Rembug Utama KTNA tahun 2026, Jumat (19/6/2026). ( poto : ANTARA )

Gorontalo, jemarionline.com – Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Utara kini bersaing sebagai calon tuan rumah PENAS 2029. Ketiga provinsi itu menyampaikan pencalonan resmi dalam Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.

KTNA Nasional membuka proses penentuan tuan rumah dengan mekanisme terbuka. Organisasi ini melibatkan seluruh pengurus provinsi untuk memastikan keputusan berjalan adil dan transparan.

KTNA Gunakan Voting dan Musyawarah

Ketua Umum KTNA Nasional, Muhammad Yadi Sofyan Noor, menjelaskan bahwa pihaknya menggabungkan musyawarah dan pemungutan suara dalam menentukan tuan rumah PENAS XVIII.

KTNA juga melibatkan 38 pengurus provinsi dalam proses voting tersebut. Dengan sistem ini, setiap provinsi memiliki hak suara yang sama dalam menentukan hasil akhir.

“Keputusan kami ambil melalui musyawarah dan pemungutan suara oleh perwakilan KTNA dari seluruh provinsi,” kata Yadi.

Ia menambahkan bahwa sistem ini KTNA rancang untuk menjaga keterbukaan sekaligus mendorong partisipasi seluruh daerah.

Hanya Tiga Provinsi Ajukan Pencalonan Resmi

Yadi menyebutkan bahwa enam provinsi sebenarnya sudah menyatakan minat menjadi tuan rumah PENAS 2029. Namun demikian, hanya tiga provinsi yang melengkapi persyaratan administrasi dan mengajukan surat resmi.

Baca Juga :  Daftar SID di myBCA, Investasi Kini Bisa dari HP

Ketiga provinsi tersebut adalah Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Utara. Sementara itu, tiga provinsi lain belum menyelesaikan tahapan administrasi yang ditetapkan KTNA Nasional.

KTNA kemudian menetapkan hanya provinsi yang memenuhi syarat yang dapat melanjutkan ke tahap pemungutan suara.

KTNA menggelar pemungutan suara yang melibatkan 38 pengurus provinsi di seluruh Indonesia. Setiap pengurus menggunakan hak suara mereka untuk memilih tuan rumah PENAS XVIII.

Setelah itu, KTNA menggunakan hasil voting sebagai dasar penetapan akhir. Mekanisme ini memastikan proses berjalan demokratis dan mewakili aspirasi seluruh daerah.

Selain itu, KTNA juga menargetkan proses berjalan lancar tanpa hambatan teknis maupun perdebatan yang berlarut.

Rembug Utama KTNA Digelar di Gorontalo

Rembug Utama KTNA Tahun 2026 berlangsung di Aula Universitas Gorontalo. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Forum ini tidak hanya membahas penentuan tuan rumah PENAS, tetapi juga membahas penguatan sektor pertanian dan perikanan nasional.

Baca Juga :  Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pascabanjir

Dengan demikian, Rembug Utama berfungsi sebagai ruang strategis untuk memperkuat koordinasi antarpetani dan nelayan di seluruh Indonesia.

PENAS Jadi Forum Nasional Petani dan Nelayan

PENAS menjadi forum nasional yang rutin digelar untuk mempertemukan petani dan nelayan dari berbagai daerah. Kegiatan ini mendorong pertukaran pengalaman, inovasi teknologi, serta penguatan kelembagaan sektor pertanian.

Selain itu, PENAS juga mempercepat penyebaran teknologi pertanian di tingkat daerah agar lebih efektif dan berkelanjutan.

Gorontalo Siap Gelar PENAS XVII 2026

Sebelumnya, Gorontalo telah di tetapkan sebagai tuan rumah PENAS XVII setelah memperoleh dukungan 17 pengurus provinsi KTNA dalam pemilihan di Padang, Sumatera Barat, pada Juni 2023.

PENAS XVII di jadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Limboto, Kabupaten Gorontalo. KTNA kini mulai mempersiapkan transisi menuju penyelenggaraan PENAS XVIII pada 2029.

Dengan munculnya tiga kandidat utama, persaingan menuju tuan rumah baru di pastikan semakin terbuka dan kompetitif.(ar)

Berita Terkait

Laba Pupuk Indonesia Naik 230 Persen Jadi Rp6,70 Triliun, Transformasi Bisnis Perkuat Kinerja
Bea Cukai Ungkap Penyebab Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok, Importir Dinilai Lambat Angkut Barang
Saham SpaceX Cetak Rekor Baru, Tembus Level Tertinggi Sejak IPO
Harga Emas Dunia Naik Lagi, Investor Tunggu Keputusan The Fed
IHSG Terbang Hingga 5 Persen, Ini Faktor yang Mendorong Penguatan Pasar
Siap-siap! IHSG Diprediksi Fokus pada 6 Saham Pilihan Pekan Ini
IHSG Balik ke Level 6.000, Investor Masih Waspadai Tekanan Pasar
Rekomendasi Kripto Hari Ini: SUI, CC, dan ZAMA Jadi Sorotan Investor
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:00 WIB

Laba Pupuk Indonesia Naik 230 Persen Jadi Rp6,70 Triliun, Transformasi Bisnis Perkuat Kinerja

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:00 WIB

Sumut, Lampung, Sulut Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah PENAS 2029, KTNA Siapkan Mekanisme Voting Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:08 WIB

Bea Cukai Ungkap Penyebab Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok, Importir Dinilai Lambat Angkut Barang

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:00 WIB

Saham SpaceX Cetak Rekor Baru, Tembus Level Tertinggi Sejak IPO

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga Emas Dunia Naik Lagi, Investor Tunggu Keputusan The Fed

Berita Terbaru