Daftar SID di myBCA, Investasi Kini Bisa dari HP

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Panduan daftar SID di myBCA untuk investasi reksa dana dan obligasi langsung dari HP Poto : cnn Indonesia ).

Panduan daftar SID di myBCA untuk investasi reksa dana dan obligasi langsung dari HP Poto : cnn Indonesia ).

Jakarta, jemarionline.com – Investasi lewat aplikasi perbankan kini semakin mudah karena Bank Central Asia (BCA) menghadirkan layanan investasi langsung di aplikasi myBCA.

Nasabah kini bisa mendaftar Single Investor Identification (SID), lalu membeli reksa dana hingga obligasi tanpa perlu datang ke kantor cabang.

SID Jadi Langkah Awal Investasi

SID berfungsi sebagai identitas resmi investor di pasar modal. Nomor ini diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk mencatat semua aktivitas investasi nasabah.

Setiap orang yang ingin membeli produk investasi wajib memiliki SID terlebih dahulu. Tanpa SID, sistem tidak akan memproses transaksi reksa dana maupun obligasi.

SID juga membantu sistem keuangan mengenali investor secara lebih rapi dan aman.

Cara Daftar SID di Aplikasi myBCA

Nasabah bisa langsung membuka aplikasi myBCA untuk membuat SID. Prosesnya cukup cepat dan tidak memerlukan kunjungan ke bank.

Pengguna masuk ke menu Investasi, lalu memilih opsi “Daftar Sekarang”. Setelah itu, nasabah mengisi data diri dan menjawab pertanyaan profil risiko.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini: UBS Turun, Antam Naik

Sistem kemudian meminta konfirmasi melalui PIN. Setelah pengguna menyelesaikan semua langkah, sistem mengirimkan data untuk verifikasi.

Jika data sesuai, SID langsung aktif dan nasabah bisa mulai berinvestasi.

Reksa Dana Jadi Pilihan Awal Investor

Banyak pemula memilih reksa dana karena produk ini dikelola oleh manajer investasi profesional. Nasabah tidak perlu menganalisis pasar secara mendalam.

Di myBCA, pengguna bisa memilih reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, atau saham sesuai tujuan keuangan.

Nasabah juga bisa mulai investasi dengan modal kecil. Bahkan, beberapa produk bisa dibeli mulai dari Rp10 ribu saja.

Selain membeli, pengguna juga bisa memantau kinerja investasi langsung dari aplikasi.

Obligasi untuk Tujuan Jangka Panjang

Selain reksa dana, nasabah juga bisa membeli obligasi dan Surat Berharga Negara (SBN) seperti ORI dan Sukuk Ritel.

Produk ini memberikan imbal hasil tetap dan cocok untuk investasi jangka panjang. Banyak investor memilih obligasi karena tingkat risikonya lebih rendah dibanding saham.

Baca Juga :  MSCI Tahan Rebalancing Saham Indonesia, BEI Terus Lakukan Pendekatan ke Global Index Provider

Nasabah cukup memilih produk, menentukan nominal, lalu menyelesaikan transaksi melalui aplikasi.

Kenali Profil Risiko Sebelum Investasi

Setiap pengguna wajib mengisi profil risiko sebelum mulai berinvestasi. Sistem ini membantu menentukan produk yang paling sesuai.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bahwa setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda.

Reksa dana saham bisa memberi imbal hasil tinggi, tetapi nilainya bisa naik turun cukup tajam. Sebaliknya, reksa dana pasar uang cenderung lebih stabil.

Sistem perlindungan investor juga di dukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan yang berlaku.

Penutup

Kini masyarakat bisa mulai investasi lebih mudah lewat myBCA tanpa proses rumit. Semua langkah, mulai dari pendaftaran SID hingga pembelian produk, bisa di lakukan langsung dari ponsel.

Meski begitu, investor tetap perlu memahami risiko sebelum menaruh dana. Keputusan investasi yang baik selalu menyesuaikan tujuan dan kondisi keuangan pribadi.

Berita Terkait

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya
Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100
Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB