Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Amman Mineral Internasional (AMMN). Ist

Amman Mineral Internasional (AMMN). Ist

Jakarta, Jemarionline.com – Sektor tambang terus menarik perhatian investor karena memiliki hubungan erat dengan pergerakan harga komoditas global. Ketika harga mineral, batu bara, atau logam naik, banyak perusahaan tambang mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga saham di pasar modal.

Selain itu, pemerintah terus menjalankan program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri. Kebijakan tersebut membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan tambang dan memperkuat prospek sektor ini dalam jangka panjang.

Strategi Pegang Jangka Panjang

Banyak investor meraih keuntungan besar karena mempertahankan saham berkualitas dalam jangka panjang. Strategi tersebut memungkinkan investor menikmati pertumbuhan bisnis perusahaan sekaligus memperoleh potensi kenaikan harga saham dari waktu ke waktu.

Baca Juga :  Bitcoin Mulai Stabil, Investor Menunggu Arah Pasar Selanjutnya

Dalam sektor tambang, investor sering memperoleh hasil yang lebih stabil ketika mereka fokus pada fundamental perusahaan. Karena itu, banyak investor memilih menganalisis kinerja keuangan, prospek usaha, dan potensi pertumbuhan sebelum membeli saham.

ANTM Tetap Menarik Perhatian Pasar

ANTM tetap menarik perhatian investor karena perusahaan tersebut mengelola bisnis nikel, emas, dan bauksit. Melalui portofolio usaha tersebut, ANTM memperoleh peluang pertumbuhan dari berbagai sektor komoditas.

Selain itu, ANTM juga memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik. Langkah tersebut membuat investor terus memantau perkembangan perusahaan dan prospek bisnisnya di masa depan.

Baca Juga :  IHSG Melemah 0,46% ke 7.559, Saham BNBR dan BUMI Paling Ramai Diperdagangkan Hari Ini

Investor Perlu Mengelola Risiko

Investor tetap perlu mengelola risiko meskipun sektor tambang menawarkan peluang keuntungan yang besar. Harga komoditas global, kondisi ekonomi dunia, dan kebijakan pemerintah sering memengaruhi pergerakan saham tambang.

Karena itu, investor perlu melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi. Selain itu, investor juga dapat menyebar dana ke beberapa instrumen investasi agar portofolio tetap lebih seimbang saat pasar mengalami perubahan.

Berita Terkait

RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Saham Rp135-Rp170
Harga Emas Terbang Lagi, Damai Iran-AS Jadi Pendorong Utama
MSCI Putuskan Status Indonesia, Risiko Outflow US$13 Miliar Mengintai
IHSG Sesi I Turun 1,29% ke 6.037,53, Sektor Keuangan Tekan Pasar
Heboh NIB untuk Toko Online Dikira Pajak Baru, Mendag Tegaskan Bukan untuk Pungutan
AKPSI Dorong One Gate Policy CPO, Dinilai Perkuat Tata Kelola dan Stabilkan Harga Sawit Nasional
Digitalisasi Keuangan Perbatasan di Jagoi Babang Ubah Ekonomi Warga Lintas Negara
UNJA Gelar Diskusi Publik Fintech Digital Bahas Pinjol dan Ekosistem Ekonomi Digital
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:00 WIB

Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:00 WIB

RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Saham Rp135-Rp170

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga Emas Terbang Lagi, Damai Iran-AS Jadi Pendorong Utama

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:00 WIB

MSCI Putuskan Status Indonesia, Risiko Outflow US$13 Miliar Mengintai

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:06 WIB

IHSG Sesi I Turun 1,29% ke 6.037,53, Sektor Keuangan Tekan Pasar

Berita Terbaru