Jakarta, Jemarionline.com – PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) menghadapi ancaman krisis serius yang berpotensi memengaruhi nasib 2.500 pekerja. Perusahaan kesulitan menjalankan operasional setelah kehilangan akses terhadap dana senilai Rp800 miliar hingga Rp1 triliun yang tersimpan di bank yang mengalami likuidasi.
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas produksi dan mengurangi kemampuan perusahaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional sehari-hari. Jika situasi ini terus berlanjut, ribuan pekerja berisiko kehilangan pekerjaan.
Said Iqbal Soroti Kondisi Pakerin
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meninjau langsung kondisi PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan menyimpan dana operasional dalam jumlah besar di Bank Prima. Setelah bank tersebut mengalami likuidasi, perusahaan kehilangan akses terhadap dana yang selama ini menjadi sumber modal kerja utama.
Akibat kondisi tersebut, manajemen tidak dapat menjalankan aktivitas produksi secara optimal.
Operasional Pabrik Mengalami Gangguan
Keterbatasan modal kerja membuat perusahaan tidak mampu menjalankan kegiatan produksi seperti sebelumnya.
Manajemen mengurangi aktivitas operasional untuk menyesuaikan kondisi keuangan yang tersedia. Para pekerja mulai merasakan dampak situasi tersebut karena mereka bergantung pada keberlangsungan usaha perusahaan.
Menurut Said Iqbal, persoalan ini tidak hanya menyangkut perusahaan, tetapi juga menyangkut nasib ribuan keluarga yang menggantungkan penghasilan dari sektor industri tersebut.
Ribuan Pekerja Berisiko Kehilangan Pekerjaan
Perusahaan mengurangi aktivitas kerja sebagian besar karyawan karena kemampuan operasional terus menurun.
Said Iqbal menjelaskan bahwa sekitar 80 persen tenaga kerja saat ini tidak menjalankan pekerjaan secara normal. Jika perusahaan tidak segera menemukan solusi atas persoalan dana yang tertahan, risiko PHK massal akan semakin meningkat.
Karena itu, berbagai pihak mulai mencari jalan keluar agar perusahaan tetap mempertahankan kegiatan usahanya.
LPS Tangani Persoalan Dana Perusahaan
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kini menangani proses penyelesaian dana perusahaan yang tersimpan di bank yang dilikuidasi.
Perusahaan berharap LPS mempercepat proses penyelesaian tersebut sehingga manajemen dapat kembali mengakses dana yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan usaha.
Selama proses itu berlangsung, perusahaan masih menghadapi tekanan yang cukup besar untuk menjaga keberlangsungan operasional.
Buruh Fokus pada Kepastian Hak
Para pekerja mengutamakan kepastian hak mereka apabila perusahaan akhirnya mengambil langkah PHK.
Dalam berbagai pertemuan, pekerja menyatakan kesediaan menerima keputusan perusahaan selama manajemen memenuhi seluruh hak mereka sesuai kesepakatan.
Kesepakatan tersebut mencakup pembayaran pesangon serta berbagai kewajiban perusahaan kepada pekerja.
Pemerintah Didorong Cari Solusi
Said Iqbal meminta pemerintah pusat dan DPR membantu mempercepat penyelesaian persoalan yang dihadapi PT Pakerin.
Menurutnya, pemerintah dapat membantu perusahaan memperoleh kepastian terkait dana yang tertahan melalui langkah yang lebih cepat. Jika perusahaan kembali mengakses modal kerja, peluang mempertahankan operasional dan lapangan kerja akan semakin besar.
Karena itu, berbagai pihak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
Industri Kertas Hadapi Tantangan Besar
Kasus PT Pakerin menunjukkan bahwa masalah keuangan dapat memberikan dampak luas terhadap dunia industri.
Ketika perusahaan kehilangan akses terhadap modal kerja, kondisi tersebut mengganggu aktivitas produksi dan memengaruhi ribuan pekerja. Situasi seperti ini juga berpotensi memengaruhi rantai pasok serta aktivitas ekonomi di daerah sekitar.
Karena itu, penyelesaian masalah keuangan perusahaan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan industri dan mempertahankan lapangan kerja.









