Dana Rp800 Miliar Nyangkut di Bank Bangkrut, Pabrik Kertas Terancam PHK 2.500 Karyawan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Kantor Pusat PT. Prima Master Bank. (Tangkapan layar Google maps)

Foto: Ilustrasi Kantor Pusat PT. Prima Master Bank. (Tangkapan layar Google maps)

Jakarta, Jemarionline.com – PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) menghadapi ancaman krisis serius yang berpotensi memengaruhi nasib 2.500 pekerja. Perusahaan kesulitan menjalankan operasional setelah kehilangan akses terhadap dana senilai Rp800 miliar hingga Rp1 triliun yang tersimpan di bank yang mengalami likuidasi.

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas produksi dan mengurangi kemampuan perusahaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional sehari-hari. Jika situasi ini terus berlanjut, ribuan pekerja berisiko kehilangan pekerjaan.

Said Iqbal Soroti Kondisi Pakerin

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meninjau langsung kondisi PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa perusahaan menyimpan dana operasional dalam jumlah besar di Bank Prima. Setelah bank tersebut mengalami likuidasi, perusahaan kehilangan akses terhadap dana yang selama ini menjadi sumber modal kerja utama.

Akibat kondisi tersebut, manajemen tidak dapat menjalankan aktivitas produksi secara optimal.

Operasional Pabrik Mengalami Gangguan

Keterbatasan modal kerja membuat perusahaan tidak mampu menjalankan kegiatan produksi seperti sebelumnya.

Manajemen mengurangi aktivitas operasional untuk menyesuaikan kondisi keuangan yang tersedia. Para pekerja mulai merasakan dampak situasi tersebut karena mereka bergantung pada keberlangsungan usaha perusahaan.

Baca Juga :  Natalius Pigai: MBG Tidak Boleh Langsung Disebut Pelanggaran HAM

Menurut Said Iqbal, persoalan ini tidak hanya menyangkut perusahaan, tetapi juga menyangkut nasib ribuan keluarga yang menggantungkan penghasilan dari sektor industri tersebut.

Ribuan Pekerja Berisiko Kehilangan Pekerjaan

Perusahaan mengurangi aktivitas kerja sebagian besar karyawan karena kemampuan operasional terus menurun.

Said Iqbal menjelaskan bahwa sekitar 80 persen tenaga kerja saat ini tidak menjalankan pekerjaan secara normal. Jika perusahaan tidak segera menemukan solusi atas persoalan dana yang tertahan, risiko PHK massal akan semakin meningkat.

Karena itu, berbagai pihak mulai mencari jalan keluar agar perusahaan tetap mempertahankan kegiatan usahanya.

LPS Tangani Persoalan Dana Perusahaan

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kini menangani proses penyelesaian dana perusahaan yang tersimpan di bank yang dilikuidasi.

Perusahaan berharap LPS mempercepat proses penyelesaian tersebut sehingga manajemen dapat kembali mengakses dana yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan usaha.

Selama proses itu berlangsung, perusahaan masih menghadapi tekanan yang cukup besar untuk menjaga keberlangsungan operasional.

Buruh Fokus pada Kepastian Hak

Para pekerja mengutamakan kepastian hak mereka apabila perusahaan akhirnya mengambil langkah PHK.

Baca Juga :  Eks Karyawan Sritex Desak Percepatan Lelang Aset untuk Bayar Pesangon dan THR

Dalam berbagai pertemuan, pekerja menyatakan kesediaan menerima keputusan perusahaan selama manajemen memenuhi seluruh hak mereka sesuai kesepakatan.

Kesepakatan tersebut mencakup pembayaran pesangon serta berbagai kewajiban perusahaan kepada pekerja.

Pemerintah Didorong Cari Solusi

Said Iqbal meminta pemerintah pusat dan DPR membantu mempercepat penyelesaian persoalan yang dihadapi PT Pakerin.

Menurutnya, pemerintah dapat membantu perusahaan memperoleh kepastian terkait dana yang tertahan melalui langkah yang lebih cepat. Jika perusahaan kembali mengakses modal kerja, peluang mempertahankan operasional dan lapangan kerja akan semakin besar.

Karena itu, berbagai pihak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

Industri Kertas Hadapi Tantangan Besar

Kasus PT Pakerin menunjukkan bahwa masalah keuangan dapat memberikan dampak luas terhadap dunia industri.

Ketika perusahaan kehilangan akses terhadap modal kerja, kondisi tersebut mengganggu aktivitas produksi dan memengaruhi ribuan pekerja. Situasi seperti ini juga berpotensi memengaruhi rantai pasok serta aktivitas ekonomi di daerah sekitar.

Karena itu, penyelesaian masalah keuangan perusahaan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan industri dan mempertahankan lapangan kerja.

Berita Terkait

Prabowo Siapkan 10 Universitas Kedokteran dan Sains, Imperial College Jadi Mitra Strategis
Bahlil Respons Kompensasi Pemadaman Listrik, YLKI Desak PLN Bertindak Otomatis
Pemerintah Berlakukan Diskon Tiket Transportasi 2026 untuk Libur Sekolah, Ini Rinciannya
Jemaah Haji Akali Aturan Bagasi, Pakai Gamis Berlapis dan Sembunyikan Air Zamzam
Bahlil Ungkap Isi Pembicaraan dengan Bos PLN Soal Listrik Mati Bergilir
Roy Suryo dan Dokter Tifa Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Pendukung dan Penolak MBG Demo Bersamaan di Patung Kuda, Adu Aspirasi soal Program Makan Bergizi Gratis
Perbanas Ungkap 88% UMKM Informal Pilih Dana Pribadi, Kredit Bank Masih Rendah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:00 WIB

Dana Rp800 Miliar Nyangkut di Bank Bangkrut, Pabrik Kertas Terancam PHK 2.500 Karyawan

Senin, 22 Juni 2026 - 18:54 WIB

Prabowo Siapkan 10 Universitas Kedokteran dan Sains, Imperial College Jadi Mitra Strategis

Senin, 22 Juni 2026 - 18:48 WIB

Bahlil Respons Kompensasi Pemadaman Listrik, YLKI Desak PLN Bertindak Otomatis

Senin, 22 Juni 2026 - 08:42 WIB

Pemerintah Berlakukan Diskon Tiket Transportasi 2026 untuk Libur Sekolah, Ini Rinciannya

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:49 WIB

Jemaah Haji Akali Aturan Bagasi, Pakai Gamis Berlapis dan Sembunyikan Air Zamzam

Berita Terbaru

(FOTO:CNNIndonesia/Joko Sulistyo).

Internasional

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Selasa, 23 Jun 2026 - 14:00 WIB