Pemerintah Turunkan Harga LNG Industri Jadi US$13/MMBtu

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Photo by: Kementerian ESDM

Photo by: Kementerian ESDM

Jakarta, Jemarionline.com – Pemerintah menurunkan harga LNG industri menjadi US$13 per MMBtu. Kebijakan ini berlaku untuk LNG non-HGBT di wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Sebelumnya, pelaku industri membeli LNG dengan harga sekitar US$20,6 per MMBtu.

Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk membantu industri menekan biaya energi. Selain itu, pemerintah ingin menjaga daya saing sektor manufaktur dan mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).

Penjelasan Menteri ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan pemerintah memangkas margin pada seluruh rantai pasok LNG.

Pemerintah melibatkan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), penerimaan negara, serta PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam penyesuaian tersebut.

Karena itu, pemerintah dapat menurunkan harga LNG tanpa membebankan seluruh penyesuaian kepada satu pihak.

Pemerintah Respons Keluhan Industri

Pemerintah mengambil keputusan ini setelah menerima berbagai masukan dari pelaku industri dan serikat pekerja.

Baca Juga :  Purbaya Siap Naik Haji, Ingin Doakan Ekonomi RI Makin Kuat

Mereka menilai harga gas yang tinggi mengurangi daya saing industri nasional.

Karena itu, pemerintah memilih menurunkan harga LNG agar perusahaan tetap mampu menjalankan produksi.

Selain itu, pemerintah berharap kebijakan ini dapat menekan risiko PHK.

Penurunan Harga

Kementerian ESDM mencatat harga LNG non-HGBT sebelumnya mencapai sekitar US$20,6 per MMBtu.

Kini pemerintah menetapkan harga baru sebesar US$13 per MMBtu.

Artinya, pemerintah memangkas harga LNG sekitar 37 persen.

Sementara itu, harga gas pipa non-HGBT tetap berada di kisaran US$9,6 per MMBtu.

HGBT

Pemerintah tetap mempertahankan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).

Karena itu, industri penerima HGBT masih membeli gas dengan harga US$6,5 per MMBtu untuk bahan baku.

Mereka juga tetap membayar US$7 per MMBtu untuk kebutuhan bahan bakar.

Baca Juga :  Ramai Keluhan Tarif Listrik Naik Diam-Diam, Bahlil Buka Suara: “Tidak Ada Kenaikan”

Industri Keramik

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, menyambut baik kebijakan tersebut.

Menurutnya, harga LNG yang lebih rendah akan mengurangi biaya produksi industri keramik.

Ia memperkirakan porsi biaya gas turun dari sekitar 50 persen menjadi 38–40 persen.

Selain itu, pelaku industri dapat memperluas kapasitas produksi.

Asaki juga memperkirakan investasi baru mencapai Rp12 triliun.

Industri keramik bahkan berpeluang membuka sekitar 6.000 lapangan kerja baru.

Dampak PGAS

Analis Stockbit menilai kebijakan ini tidak akan memberikan tekanan besar kepada PGAS.

Pemerintah membagi penyesuaian margin kepada seluruh pelaku dalam rantai pasok LNG.

Karena itu, PGAS hanya menanggung sebagian dampaknya.

Meski begitu, analis masih menunggu aturan teknis pemerintah untuk menghitung dampak akhirnya.

Berita Terkait

Harga Biosolar B50 Mulai Dijual, Segini Tarif Terbarunya
Aturan B50 Resmi Berlaku 1 Juli 2026, Bahlil Tetapkan Mandatori Baru
Amran Tawarkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura, Stok RI Melimpah
Purbaya Bongkar Mesin Baru Prabowo Kejar Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Belanja di Alfamidi Makin Hemat, BRI Kartu Kredit Beri Hadiah Gratis
DJP Tunjuk 7 Pemungut Pajak Digital Baru, Ada Strava dan Kling AI
MSCI Beri Indonesia Waktu 5 Bulan, Nasib IHSG Ditentukan Reformasi Bursa
Impor Bensin RI Turun Jadi 20 Juta KL, Bahlil: Banyak Importir Marah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:00 WIB

Harga Biosolar B50 Mulai Dijual, Segini Tarif Terbarunya

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:00 WIB

Aturan B50 Resmi Berlaku 1 Juli 2026, Bahlil Tetapkan Mandatori Baru

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:00 WIB

Pemerintah Turunkan Harga LNG Industri Jadi US$13/MMBtu

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:00 WIB

Amran Tawarkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura, Stok RI Melimpah

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:00 WIB

Purbaya Bongkar Mesin Baru Prabowo Kejar Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Berita Terbaru