Impor Bensin RI Turun Jadi 20 Juta KL, Bahlil: Banyak Importir Marah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz)

(Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz)

Jakarta, Jemarionline.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil menurunkan impor bensin menjadi sekitar 20 juta kiloliter (KL) per tahun. Menurutnya, pencapaian tersebut terjadi setelah pemerintah meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar di dalam negeri melalui pengembangan kilang minyak.

Bahlil mengatakan kebijakan tersebut justru memicu keberatan dari sejumlah importir BBM. Ia menegaskan pemerintah akan terus mengurangi ketergantungan terhadap impor demi memperkuat ketahanan energi nasional dan menghemat devisa negara.

Produksi Dalam Negeri Terus Meningkat

Bahlil menjelaskan konsumsi bensin nasional saat ini mencapai sekitar 40 juta KL setiap tahun. Sementara itu, kilang dalam negeri kini mampu memproduksi sekitar 20 juta KL bensin.

Peningkatan kapasitas tersebut terjadi setelah pemerintah mengembangkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek itu membantu Indonesia meningkatkan produksi BBM sehingga kebutuhan impor semakin berkurang.

Baca Juga :  Bahlil Umumkan Temuan Gas Bumi Jumbo di Lepas Pantai Kaltim, Jadi Harapan Baru Energi Indonesia

Bahlil Targetkan Impor Terus Menurun

Bahlil menegaskan pemerintah tidak ingin bergantung pada impor bensin dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah akan terus meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus mengembangkan energi alternatif.

Menurutnya, Indonesia dapat mengurangi impor lebih jauh apabila pemerintah berhasil memperluas penggunaan bahan bakar berbasis nabati, seperti bioetanol. Ia menilai keberhasilan program biodiesel B50 dapat menjadi contoh untuk pengembangan campuran etanol pada bensin.

Program E20 Jadi Langkah Berikutnya

Pemerintah menargetkan penerapan campuran etanol E20 mulai tahun 2028. Melalui program tersebut, pemerintah berharap konsumsi bensin impor dapat berkurang sekitar 4 juta KL setiap tahun.

Bahlil menyebut sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan Brasil, telah lebih dahulu memanfaatkan campuran etanol sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Karena itu, Indonesia juga ingin menerapkan langkah serupa sesuai kondisi dalam negeri.

Baca Juga :  Negara yang Kantongi Izin Melintasi Selat Hormuz, Siapa Saja?

Hemat Devisa dan Perkuat Rupiah

Selain mengurangi impor, pemerintah juga ingin menekan pengeluaran devisa untuk membeli BBM dari luar negeri. Saat ini Indonesia mengeluarkan sekitar US$30 miliar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor bahan bakar.

Bahlil menilai pengurangan impor akan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Bahkan, pemerintah juga mulai mempertimbangkan penggunaan mata uang selain dolar Amerika Serikat dalam transaksi perdagangan energi dengan negara lain.

Importir Dinilai Kehilangan Peluang Bisnis

Menurut Bahlil, sejumlah importir menyampaikan keberatan karena volume impor bensin terus menurun. Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan kepentingan nasional dengan memperkuat industri pengolahan minyak di dalam negeri.

Ia menegaskan seluruh kebijakan energi harus mendukung kemandirian energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, serta meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Berita Terkait

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Setelah Empat Hari Melemah
Trump Kesal Harga BBM Tak Turun, Minta DOJ Selidiki Perusahaan Minyak
Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun Resmi Diluncurkan, Ini Rincian Lengkapnya
Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Pindah ke Vietnam, Ribuan Buruh RI Terancam PHK
Lonjakan BI Rate 100 Basis Poin Ancam Kredit Macet, Kelas Menengah Paling Rentan
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,61 Persen, Lampaui Rata-rata G20 dan ASEAN
Diskon Tarif 30 Persen Liburan Sekolah Resmi Dimulai, Cek Daftar Lengkapnya
Rupiah Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS Usai Kenaikan BI-Rate, Ini Penyebabnya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:00 WIB

Impor Bensin RI Turun Jadi 20 Juta KL, Bahlil: Banyak Importir Marah

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Setelah Empat Hari Melemah

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Kesal Harga BBM Tak Turun, Minta DOJ Selidiki Perusahaan Minyak

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:00 WIB

Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun Resmi Diluncurkan, Ini Rincian Lengkapnya

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Pindah ke Vietnam, Ribuan Buruh RI Terancam PHK

Berita Terbaru

(Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ekonomi

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Setelah Empat Hari Melemah

Jumat, 26 Jun 2026 - 13:00 WIB