Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Setelah Empat Hari Melemah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

(Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, Jemarionline.com Nilai tukar rupiah akhirnya kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah mengalami pelemahan selama empat hari berturut-turut. Penguatan tersebut menjadi kabar positif bagi pasar keuangan setelah tekanan terhadap mata uang Garuda cukup besar dalam beberapa hari terakhir.

Pada penutupan perdagangan Kamis (25/6/2026), rupiah berhasil berbalik arah dan mencatat kenaikan terhadap dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen pasar mulai membaik meski pelaku pasar masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi global.

Rupiah Akhirnya Berbalik Menguat

Rupiah menutup perdagangan di zona hijau setelah sebelumnya terus melemah selama empat hari. Penguatan ini sekaligus menghentikan tren negatif yang sempat membebani pergerakan mata uang Indonesia.

Pelaku pasar memanfaatkan membaiknya sentimen global untuk kembali masuk ke aset berisiko. Kondisi tersebut ikut mendukung penguatan rupiah terhadap dolar AS.

Baca Juga :  Harga Emas Terancam Zona Bahaya, Tekanan Datang dari Dua Arah

Sentimen Global Mulai Membaik

Pergerakan rupiah tidak lepas dari perubahan sentimen pasar internasional. Investor mulai merespons perkembangan ekonomi global dengan lebih optimistis sehingga tekanan terhadap mata uang negara berkembang berkurang.

Selain itu, pelaku pasar juga terus memantau arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, pergerakan imbal hasil obligasi, serta perkembangan geopolitik yang masih memengaruhi pasar keuangan dunia.

Dolar AS Masih Menjadi Perhatian

Meski rupiah menguat, dolar AS masih bertahan pada level yang relatif kuat. Oleh karena itu, pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu ke depan.

Analis menilai arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Investor Tetap Bersikap Hati-hati

Walaupun rupiah berhasil menguat, investor belum sepenuhnya mengubah strategi investasi mereka. Sebagian pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati karena ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda.

Baca Juga :  Gaji ke-13 Cair, Celios Sebut Dampaknya Lebih Terasa di Kota Besar

Selain memperhatikan perkembangan di Amerika Serikat, investor juga mencermati kondisi ekonomi China, harga komoditas, serta arus modal asing yang masuk ke pasar domestik. Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi arah rupiah dalam jangka pendek.

Prospek Rupiah Masih Bergantung pada Sentimen Pasar

Analis memperkirakan rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan apabila sentimen global terus membaik. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih cukup tinggi sehingga pergerakan nilai tukar dapat berubah dengan cepat.

Karena itu, pelaku pasar akan terus memantau kebijakan Bank Indonesia, keputusan The Fed, data inflasi, serta perkembangan ekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi.

Berita Terkait

Impor Bensin RI Turun Jadi 20 Juta KL, Bahlil: Banyak Importir Marah
Trump Kesal Harga BBM Tak Turun, Minta DOJ Selidiki Perusahaan Minyak
Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun Resmi Diluncurkan, Ini Rincian Lengkapnya
Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Pindah ke Vietnam, Ribuan Buruh RI Terancam PHK
Lonjakan BI Rate 100 Basis Poin Ancam Kredit Macet, Kelas Menengah Paling Rentan
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,61 Persen, Lampaui Rata-rata G20 dan ASEAN
Diskon Tarif 30 Persen Liburan Sekolah Resmi Dimulai, Cek Daftar Lengkapnya
Rupiah Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS Usai Kenaikan BI-Rate, Ini Penyebabnya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:00 WIB

Impor Bensin RI Turun Jadi 20 Juta KL, Bahlil: Banyak Importir Marah

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Setelah Empat Hari Melemah

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Kesal Harga BBM Tak Turun, Minta DOJ Selidiki Perusahaan Minyak

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:00 WIB

Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun Resmi Diluncurkan, Ini Rincian Lengkapnya

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Pindah ke Vietnam, Ribuan Buruh RI Terancam PHK

Berita Terbaru

(Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ekonomi

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Setelah Empat Hari Melemah

Jumat, 26 Jun 2026 - 13:00 WIB