Gaji ke-13 Cair, Celios Sebut Dampaknya Lebih Terasa di Kota Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI. Uang tunai (Foto: KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

ILUSTRASI. Uang tunai (Foto: KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Jakarta, Jemarionline.com – Pemerintah mulai menyalurkan gaji ke-13 kepada aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, Polri, dan pensiunan. Namun, Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai tambahan pendapatan tersebut belum mampu mendorong aktivitas ekonomi secara merata di seluruh Indonesia.

Direktur Ekonomi Celios Nailul Huda menjelaskan bahwa jumlah penerima gaji ke-13 masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total penduduk Indonesia. Selain itu, tidak semua penerima langsung membelanjakan dana yang mereka terima untuk kebutuhan konsumsi.

Karena itu, Celios memperkirakan perputaran uang dari kebijakan tersebut akan lebih terasa di wilayah perkotaan dibandingkan daerah dengan jumlah ASN yang lebih sedikit.

Kota Besar Diperkirakan Merasakan Dampak Lebih Besar

Nailul Huda menilai kota-kota besar akan menerima manfaat ekonomi yang lebih besar dari pencairan gaji ke-13.

Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan sejumlah kota besar lainnya memiliki jumlah ASN yang jauh lebih banyak dibandingkan daerah terpencil. Kondisi tersebut membuat uang yang beredar dari pencairan gaji ke-13 juga lebih besar.

Sebaliknya, banyak kabupaten dan daerah terpencil memiliki jumlah ASN yang lebih sedikit sehingga tambahan dana dari kebijakan ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap aktivitas ekonomi setempat.

Karena itu, efek ekonomi dari pencairan gaji ke-13 cenderung terkonsentrasi di kawasan perkotaan.

Banyak ASN Mengelola Dana Secara Hati-Hati

Celios juga melihat perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan.

Baca Juga :  Purbaya Tepis Anggapan Ekonomi 5,61% Hanya di Atas Kertas, Sebut Aktivitas Konsumsi Tetap Kuat

Banyak ASN memilih menyimpan sebagian dana gaji ke-13 sebagai tabungan atau dana cadangan. Sebagian lainnya mengalokasikan dana tersebut untuk membayar kebutuhan yang telah mereka rencanakan sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat tambahan uang yang beredar di masyarakat tidak langsung berubah menjadi konsumsi baru.

Karena itu, dampak kebijakan ini terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak sebesar stimulus konsumsi langsung.

Kebutuhan Pendidikan Jadi Prioritas

Pencairan gaji ke-13 bertepatan dengan masa persiapan tahun ajaran baru.

Banyak ASN memanfaatkan dana tersebut untuk membeli perlengkapan sekolah, membayar uang masuk, membayar biaya pendidikan, serta memenuhi berbagai kebutuhan anak menjelang sekolah.

Akibatnya, sebagian besar dana tambahan mengalir ke sektor pendidikan.

Karena itu, sektor pendidikan berpotensi menjadi salah satu sektor yang menerima manfaat paling besar dari pencairan gaji ke-13 tahun ini.

Celios Ingatkan Potensi Inflasi Pendidikan

Nailul Huda juga mengingatkan adanya potensi kenaikan biaya pendidikan ketika banyak keluarga membelanjakan dana tambahan pada waktu yang bersamaan.

Peningkatan permintaan terhadap perlengkapan sekolah dan kebutuhan pendidikan dapat mendorong kenaikan harga di beberapa sektor tertentu.

Selain itu, masyarakat kemungkinan akan mengurangi belanja pada sektor lain setelah memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Karena itu, dampak gaji ke-13 terhadap konsumsi secara luas menjadi lebih terbatas.

Pemerintah Sudah Salurkan Lebih dari Rp24 Triliun

Kementerian Keuangan mencatat pemerintah telah menyalurkan lebih dari Rp24 triliun untuk pembayaran gaji ke-13 hingga awal Juni 2026.

Baca Juga :  Tim Ekonomi Pancasila Ajukan RUUPN dalam Audiensi di KSP

Pemerintah mengirim dana tersebut kepada sekitar 5,5 juta penerima yang terdiri dari ASN pusat, anggota TNI, Polri, PPPK, pegawai pemerintah non-ASN, dan para pensiunan.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan hampir Rp10 triliun kepada pensiunan yang tersebar di berbagai daerah.

Karena itu, pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat membantu menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah Dorong Konsumsi Rumah Tangga

Pemerintah menempatkan konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui pencairan gaji ke-13, pemerintah ingin membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan keluarga sekaligus menjaga aktivitas ekonomi pada pertengahan tahun.

Selain itu, tambahan pendapatan tersebut dapat membantu keluarga ASN menghadapi berbagai pengeluaran yang meningkat menjelang tahun ajaran baru.

Karena itu, pemerintah berharap kebijakan ini dapat memberikan dorongan positif bagi perekonomian domestik.

Dampak Ekonomi Masih Bergantung pada Pola Belanja

Besarnya dampak ekonomi dari pencairan gaji ke-13 sangat bergantung pada cara masyarakat menggunakan dana tersebut.

Jika penerima lebih banyak membelanjakan uang untuk konsumsi, aktivitas ekonomi berpotensi meningkat. Namun, jika masyarakat lebih memilih menabung atau melunasi kewajiban keuangan, efek perputaran uang akan menjadi lebih terbatas.

Karena itu, pelaku ekonomi masih menunggu perkembangan konsumsi masyarakat dalam beberapa minggu ke depan. (man)

Berita Terkait

Dolar AS Tembus Rp 18.000, Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat
Pemerintah Naikkan Harga MinyaKita, Ini Alasan di Balik Keputusan Tersebut
Rupiah dan IHSG Anjlok, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Ambil Langkah Intervensi
Kementan Buka Peluang Bisnis Dapur Susu untuk MBG, Modal Mulai di Bawah Rp5 Miliar
Tiga Kali Direvisi, Aturan Wajib Parkir Devisa Hasil Ekspor Kini Semakin Longgar
Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010
Harga Gas Naik dan Produk China Membanjir, Industri Tekstil Indonesia Makin Tertekan
Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ajak Semua Pihak Jujur Melihat Kenyataan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gaji ke-13 Cair, Celios Sebut Dampaknya Lebih Terasa di Kota Besar

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:00 WIB

Dolar AS Tembus Rp 18.000, Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemerintah Naikkan Harga MinyaKita, Ini Alasan di Balik Keputusan Tersebut

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:00 WIB

Rupiah dan IHSG Anjlok, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Ambil Langkah Intervensi

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:00 WIB

Kementan Buka Peluang Bisnis Dapur Susu untuk MBG, Modal Mulai di Bawah Rp5 Miliar

Berita Terbaru