Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rupiah, uang rupiah. Kenapa rupiah terus melemah. Nilai tukar rupiah. Penyebab nilai tukar rupiah melemah. Apa yang terjadi jika rupiah melemah. Kenapa rupiah melemah.(PIXABAY/DARNO BEGE)

Ilustrasi rupiah, uang rupiah. Kenapa rupiah terus melemah. Nilai tukar rupiah. Penyebab nilai tukar rupiah melemah. Apa yang terjadi jika rupiah melemah. Kenapa rupiah melemah.(PIXABAY/DARNO BEGE)

Jakarta, Jemarionline.com – Rupiah ditutup menguat IMF menjadi sorotan pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Optimisme Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap prospek ekonomi global mendorong investor kembali memburu aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Sentimen positif tersebut langsung meningkatkan minat pelaku pasar. Aliran dana pun kembali masuk ke pasar keuangan domestik sehingga rupiah mampu mengakhiri perdagangan di zona hijau.

Rupiah Menguat pada Penutupan Perdagangan

Nilai tukar rupiah mencatat penguatan 63 poin atau sekitar 0,35 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda menutup perdagangan di kisaran Rp18.065 per dolar AS setelah bergerak fluktuatif sejak pagi.

Pelaku pasar memanfaatkan momentum positif yang muncul dari proyeksi IMF. Mereka meningkatkan aktivitas pembelian aset di negara berkembang sehingga rupiah memperoleh tambahan tenaga.

Optimisme IMF Perkuat Kepercayaan Investor

IMF menyampaikan pandangan yang lebih optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi global. Lembaga tersebut melihat sejumlah indikator ekonomi menunjukkan arah perbaikan dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Sentuh Level Terendah 11 Minggu, Ini Penyebabnya

Pandangan itu langsung meningkatkan kepercayaan investor. Mereka mulai mengalihkan sebagian dana ke aset yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi, termasuk pasar keuangan Indonesia.

Kondisi tersebut juga memperkuat sentimen positif di berbagai bursa Asia. Mata uang negara berkembang ikut menikmati dampak dari meningkatnya selera risiko investor.

Faktor Global Masih Menjadi Perhatian

Meski rupiah menguat, pelaku pasar tetap memantau perkembangan ekonomi global. Mereka terus mengikuti arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), pergerakan inflasi Amerika Serikat, serta dinamika geopolitik dunia.

Ketiga faktor tersebut masih berpotensi memengaruhi arus modal internasional. Jika dolar AS kembali menguat, tekanan terhadap rupiah juga dapat meningkat dalam waktu singkat.

Investor juga terus mencermati perkembangan ekonomi di Amerika Serikat, China, dan kawasan Eropa. Perubahan pada negara-negara tersebut sering kali memengaruhi pergerakan pasar keuangan global.

Baca Juga :  Ekspor Kopi Indonesia Tembus Rp66 Miliar di World of Coffee Bangkok 2026

Fundamental Domestik Beri Dukungan

Selain sentimen eksternal, fundamental ekonomi Indonesia turut memperkuat posisi rupiah. Stabilitas ekonomi nasional membuat investor tetap percaya terhadap prospek pasar domestik.

Bank Indonesia juga terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai kebijakan moneter. Langkah tersebut membantu mengurangi gejolak pasar ketika tekanan global meningkat.

Kondisi inflasi yang relatif terkendali dan aktivitas ekonomi yang tetap tumbuh juga memberikan dukungan tambahan bagi rupiah. Faktor-faktor tersebut membuat investor tetap optimistis terhadap perekonomian Indonesia.

Investor Menunggu Data Ekonomi Baru

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada sejumlah data ekonomi yang akan terbit dalam waktu dekat. Data tersebut akan memberikan gambaran mengenai arah pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter global.

Investor juga akan menilai setiap pernyataan terbaru dari bank sentral utama dunia. Informasi tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan berikutnya.

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan
Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.046 per Dolar AS Tertekan Arus Modal Asing
Lonjakan Utang Global Kian Mengkhawatirkan, IMF Beri Peringatan Keras
FamilyMart Resmi Rilis Koleksi Merchandise Eksklusif Jujutsu Kaisen
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB