Ekonomi RI Tetap Tangguh, DBS Revisi Proyeksi Pertumbuhan 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DBS Indonesia menilai ekonomi RI tetap kuat pada 2026, namun merevisi proyeksi pertumbuhan menjadi 5,1% akibat risiko global seperti harga energi, inflasi, dan pelemahan rupiah.( Poto : Info Ekonomi ).

DBS Indonesia menilai ekonomi RI tetap kuat pada 2026, namun merevisi proyeksi pertumbuhan menjadi 5,1% akibat risiko global seperti harga energi, inflasi, dan pelemahan rupiah.( Poto : Info Ekonomi ).

Jakarta, jemarionline.com – Bank DBS Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tangguh pada awal 2026. Konsumsi rumah tangga, stimulus fiskal, dan belanja pemerintah menjaga pertumbuhan tetap stabil.

Kondisi ini membantu ekonomi bertahan di tengah tekanan global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,6% secara tahunan pada kuartal I-2026. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022.

Aktivitas ekonomi domestik masih kuat meski kondisi global tidak stabil.

DBS Group Research menyebut fondasi ekonomi Indonesia masih solid. Namun, lembaga itu mengingatkan bahwa paruh kedua 2026 bisa lebih menantang.

Pemerintah dan pelaku usaha perlu lebih waspada.

Risiko Global Mendorong Revisi Proyeksi

Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao, menyebut Indonesia memulai 2026 dengan kondisi yang kuat.

Baca Juga :  Indonesia dan Arab Saudi Sepakati Investasi USD 27 Miliar di Sektor Kesehatan & Ekonomi 2026

Namun, ia menyoroti risiko global yang meningkat. Risiko itu meliputi harga energi, pelemahan rupiah, dan volatilitas pasar.

DBS kemudian menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% dari 5,3%. Radhika memperkirakan kuartal I-2026 menjadi puncak pertumbuhan tahun ini.

Setelah itu, pertumbuhan bisa melambat.

Ia juga menjelaskan bahwa harga minyak dunia bisa memengaruhi ekonomi. Harga minyak diperkirakan berada di kisaran US$80–85 per barel.

Jika terjadi gangguan pasokan, harga bisa naik hingga US$100–150 per barel. Kondisi ini dapat mendorong inflasi lebih tinggi di Indonesia.

Stabilitas Makro Jadi Kunci Utama

DBS menilai stabilitas makroekonomi sangat penting untuk menjaga ketahanan ekonomi. Pemerintah perlu mengendalikan inflasi dan menjaga disiplin fiskal, juga harus menjaga komunikasi kebijakan agar tetap konsisten.

Baca Juga :  Lebih dari 470 Ribu KPM Baru Akan Terima Bansos Triwulan II 2026, Kemensos Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Pemerintah menargetkan defisit fiskal tetap di bawah 3% terhadap PDB. Target ini dicapai melalui efisiensi belanja dan optimalisasi pendapatan negara.

Pemerintah juga perlu memperkuat aturan seperti UU Cipta Kerja. Sinkronisasi pusat dan daerah juga harus berjalan baik.

Langkah ini membantu menciptakan kepastian usaha dan menarik investasi.

Head of Research DBS Indonesia, William Simadiputra, menilai sektor kendaraan listrik, hilirisasi nikel, energi terbarukan, dan infrastruktur tetap menjadi motor investasi.

Ia menekankan bahwa konsistensi kebijakan sangat penting bagi investor asing.

Bank Indonesia juga terus menjaga stabilitas rupiah. Bank sentral berupaya menjaga likuiditas pasar di tengah tekanan global.(ar)

Berita Terkait

Tim Ekonomi Pancasila Ajukan RUUPN dalam Audiensi di KSP
Pemerintah Tunda Pajak Pedagang Online, Fokus Tunggu Ekonomi Menguat
Rupiah Terus Melemah, Bank Mulai Jual Dolar di Atas Rp17.700 per US$
Respons Bos Danantara Jelang Pengumuman MSCI, Pasar Saham RI Bersiap Hadapi Rebalancing Besar
BTN dan MKP Bangun Ekosistem Wisata Digital Terpadu di Bali
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.395 per Dolar AS, Konflik Global Tekan Pasar
Pemutihan PBB Depok, Denda Dihapus 100 Persen
IHSG Ambruk 1,4% di Awal Pekan, Saham Perbankan Jadi Beban Utama Pasar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ekonomi RI Tetap Tangguh, DBS Revisi Proyeksi Pertumbuhan 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:12 WIB

Tim Ekonomi Pancasila Ajukan RUUPN dalam Audiensi di KSP

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:00 WIB

Pemerintah Tunda Pajak Pedagang Online, Fokus Tunggu Ekonomi Menguat

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mulai Jual Dolar di Atas Rp17.700 per US$

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:00 WIB

Respons Bos Danantara Jelang Pengumuman MSCI, Pasar Saham RI Bersiap Hadapi Rebalancing Besar

Berita Terbaru

Changan memperkenalkan Deepal S07 dan Lumin di Indomobile Expo 2026 dengan konsep mobil listrik urban modern, teknologi cerdas.( Poto : ANTARA ).

OTOMOTIF

Changan Dorong Mobil Listrik Urban di Indomobile Expo 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:00 WIB

Tim Ekonom Pancasila dan akademisi menggelar audiensi di KSP bersama Dudung Abdurachman untuk membahas RUUPN dan penguatan ekonomi nasional.( Poto : Mediakarya ).

Ekonomi

Tim Ekonomi Pancasila Ajukan RUUPN dalam Audiensi di KSP

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:12 WIB