1 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Pastikan Pasien Sudah Sembuh

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Getty Images/ninitta

Foto: Getty Images/ninitta

Jemarionline.com – 1 kasus hantavirus terdeteksi di Jawa Timur sejak awal 2026. Dinas Kesehatan Jawa Timur memastikan pasien yang sempat mengalami infeksi kini sudah pulih sepenuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Erwin Ashta Triyono, menyampaikan informasi tersebut setelah masyarakat mulai menyoroti penyebaran hantavirus di beberapa wilayah Indonesia.

Meski Jawa Timur hanya mencatat satu kasus, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan. Dinkes meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan karena tikus menjadi sumber utama penyebaran virus tersebut.

Dinkes Temukan Kasus Sejak Januari 2026

Dinas Kesehatan Jawa Timur menemukan kasus hantavirus tersebut pada Januari 2026. Tim medis langsung menangani pasien sehingga kondisi kesehatannya cepat membaik.

Petugas kesehatan terus memantau perkembangan pasien hingga akhirnya dinyatakan sembuh total.

Dinkes tidak membuka identitas pasien demi menjaga privasi. Namun, pemerintah memastikan tidak ada penambahan kasus baru sampai pertengahan Mei 2026.

Selain itu, petugas kesehatan terus memantau potensi penyebaran virus di beberapa wilayah Jawa Timur. Langkah tersebut bertujuan mencegah munculnya klaster baru.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan karena kasus hantavirus di Indonesia masih tergolong terbatas.

Hantavirus Berasal dari Hewan Pengerat

Hantavirus berasal dari kelompok virus Orthohantavirus yang hidup pada hewan pengerat, terutama tikus. Virus tersebut masuk ke tubuh manusia melalui paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terkontaminasi.

Penularan sering terjadi ketika seseorang membersihkan ruangan tertutup yang menjadi sarang tikus. Debu yang bercampur partikel virus kemudian masuk ke saluran pernapasan manusia.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa sebagian besar kasus di Indonesia berasal dari jenis Seoul virus.

Baca Juga :  Kemenkes Ingatkan Bahaya Kurang Minum Air Putih, Picu Gangguan Ginjal hingga Kelelahan

Jenis virus tersebut tidak mudah menular antar manusia sehingga risiko penyebaran massal masih rendah.

Gejala Awal Hantavirus Mirip Flu

Hantavirus memiliki gejala awal yang hampir menyerupai flu biasa. Penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas.

Selain itu, sebagian pasien juga mengalami mual, muntah, diare, dan batuk ringan.

Pada kondisi tertentu, infeksi hantavirus dapat berkembang menjadi gangguan paru serius atau Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Pakar epidemiologi Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, menjelaskan bahwa kasus berat dapat memicu pneumonia akut hingga Acute Respiratory Distress Syndrome atau ARDS.

“Pada kasus HPS, tingkat fatalitas bisa mencapai 30 sampai 50 persen,” ujar Laura.

Karena gejalanya mirip flu biasa, masyarakat perlu segera memeriksakan diri apabila mengalami demam tinggi setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus.

Kemenkes Catat 23 Kasus di Indonesia

Kementerian Kesehatan RI mencatat 23 kasus hantavirus di Indonesia selama tiga tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, tiga pasien meninggal dunia.

Kasus tersebar di sembilan provinsi dan sebagian besar muncul di Pulau Jawa.

Meski jumlah kasus masih terbatas, pemerintah tetap memperkuat kewaspadaan karena hantavirus termasuk penyakit zoonosis yang dapat berkembang serius.

Kementerian Kesehatan juga menyiapkan ratusan rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus.

Dinkes Minta Warga Tetap Tenang

Dinas Kesehatan Surabaya meminta masyarakat tetap tenang menghadapi informasi mengenai hantavirus. Kepala Dinkes Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, menegaskan bahwa dunia medis sudah lama mengenal virus tersebut.

Menurutnya, masyarakat hanya perlu meningkatkan kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan tubuh.

Baca Juga :  Inilah 10 Manfaat Telur Rebus untuk Sarapan yang Jarang Disadari

Pemerintah daerah juga memperketat pengawasan kesehatan di sejumlah titik transportasi publik untuk mengantisipasi penyebaran penyakit.

Selain itu, warga dianjurkan memakai masker saat membersihkan gudang, loteng, atau ruangan tertutup yang berpotensi menjadi sarang tikus.

Cara Mencegah Penularan Hantavirus

Pakar kesehatan menilai langkah pencegahan menjadi cara paling efektif untuk mengurangi risiko hantavirus.

Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Membersihkan rumah dan gudang secara rutin
  • Menutup makanan agar tidak terkena tikus
  • Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berdebu
  • Menghindari kontak langsung dengan tikus liar
  • Menutup lubang masuk tikus di rumah

Selain itu, masyarakat perlu membersihkan area yang terkena kotoran tikus memakai cairan disinfektan agar partikel virus tidak menyebar ke udara.

Pemerintah Tingkatkan Pengawasan

Pemerintah Indonesia kini meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis setelah sejumlah kasus hantavirus muncul di berbagai daerah.

Meski begitu, para ahli memastikan hantavirus tidak menyebar semudah COVID-19 karena sebagian besar kasus terjadi akibat paparan lingkungan yang terkontaminasi tikus.

Karena itu, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi populasi tikus di sekitar rumah.

Kewaspadaan Jadi Langkah Penting

Temuan satu kasus hantavirus di Jawa Timur menjadi pengingat bahwa penyakit zoonosis masih berpotensi muncul di Indonesia.

Walau pasien sudah sembuh dan pemerintah belum menemukan kasus tambahan, petugas kesehatan tetap memperkuat pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.

Kebersihan lingkungan, pengendalian tikus, dan pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran hantavirus di masa mendatang. (man)

Berita Terkait

Kemenkes Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Hantavirus di Indonesia, Ternyata Risikonya Begini
Dapur MBG Disorot: Satgas Minta Evaluasi Menyeluruh Agar Layanan Tetap Berjalan
Trump Sebut Hantavirus Tidak Mudah Menyebar, Pemerintah AS Klaim Situasi Terkendali
Kasus Penyakit Ginjal di Singapura Melonjak, Lebih dari 200 Ribu Warga Diperkirakan Terkena CKD
Survei KKI Ungkap Mayoritas Konsumen Belum Paham Batas Pakai Galon Guna Ulang
Investigasi MV Hondius Berlanjut, Hasil Tes Dua Warga Singapura Mengejutkan
BPJS Kesehatan Tolak Klaim Kecelakaan Akibat Alkohol dan Narkoba, Ini Penjelasannya
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar: Kronologi, Gejala, dan Respons WHO terhadap 147 Penumpang Terjebak
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:00 WIB

1 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Pastikan Pasien Sudah Sembuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

Kemenkes Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Hantavirus di Indonesia, Ternyata Risikonya Begini

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:00 WIB

Dapur MBG Disorot: Satgas Minta Evaluasi Menyeluruh Agar Layanan Tetap Berjalan

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:00 WIB

Trump Sebut Hantavirus Tidak Mudah Menyebar, Pemerintah AS Klaim Situasi Terkendali

Senin, 11 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kasus Penyakit Ginjal di Singapura Melonjak, Lebih dari 200 Ribu Warga Diperkirakan Terkena CKD

Berita Terbaru

Tim Ekonom Pancasila dan akademisi menggelar audiensi di KSP bersama Dudung Abdurachman untuk membahas RUUPN dan penguatan ekonomi nasional.( Poto : Mediakarya ).

Ekonomi

Tim Ekonomi Pancasila Ajukan RUUPN dalam Audiensi di KSP

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:12 WIB