Jakarta, jemarionline.com– Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius masih terkendali.
Trump menilai virus tersebut tidak menyebar semudah COVID-19 sehingga masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
Pernyataan itu muncul setelah kasus hantavirus di kapal MV Hondius menarik perhatian dunia internasional. Wabah tersebut memicu evakuasi besar terhadap penumpang dari berbagai negara.
“Kami berada dalam kondisi yang sangat baik. Virus ini tidak mudah menyebar,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Trump juga memuji langkah pemerintah AS dalam menangani kasus tersebut. Menurutnya, otoritas kesehatan bergerak cepat sejak laporan pertama muncul.
Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius
Kapal ekspedisi MV Hondius memulai perjalanan dari Argentina sebelum sejumlah penumpang mengalami gejala serius.
Otoritas kesehatan kemudian menemukan infeksi Andes virus, salah satu jenis hantavirus langka.
Virus tersebut dapat memicu hantavirus pulmonary syndrome (HPS), penyakit serius yang menyerang paru-paru.
Laporan internasional menyebut sedikitnya tiga orang meninggal dunia akibat wabah itu. Sejumlah penumpang lain masih menjalani pemantauan medis intensif.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menilai risiko penyebaran ke masyarakat umum masih rendah.
Meski begitu, WHO tetap meminta setiap negara meningkatkan pengawasan dan pelacakan kontak erat.
Pemerintah AS Langsung Lakukan Karantina
Pemerintah AS langsung memulangkan 17 warga negaranya dari kapal MV Hondius menggunakan penerbangan khusus.
Petugas kesehatan kemudian membawa mereka ke fasilitas karantina untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Sebagian penumpang menjalani isolasi di Nebraska. Tim medis juga memindahkan beberapa penumpang lain ke Atlanta karena mengalami gejala ringan.
Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr. mengatakan pemerintah sudah mengirim tim CDC sejak awal wabah muncul.
“Kami memiliki situasi ini di bawah kendali,” ujarnya.
Pejabat kesehatan AS menegaskan hantavirus berbeda dari COVID-19. Virus tersebut membutuhkan kontak sangat dekat untuk menular antarmanusia.
CDC dan WHO Jadi Sorotan
Meski pemerintah mengklaim situasi aman, sejumlah pakar kesehatan tetap mengkritik respons awal CDC.
Mereka menilai komunikasi publik berjalan terlalu lambat pada awal kemunculan kasus.
Beberapa ahli juga meminta pemerintah lebih transparan dalam menyampaikan perkembangan wabah kepada masyarakat.
Di sisi lain, Trump tetap membela keputusan AS keluar dari WHO. Ia menilai langkah itu tidak memengaruhi penanganan wabah hantavirus saat ini.
Namun WHO masih memainkan peran penting dalam koordinasi internasional. Lembaga tersebut membantu pelacakan penumpang kapal dan memantau potensi penyebaran lintas negara.
Hantavirus Dinilai Sulit Jadi Pandemi
Para ahli kesehatan global menilai hantavirus memiliki karakter berbeda dibanding virus pernapasan lain.
Andes virus memang dapat menular antarmanusia, tetapi kasus seperti itu sangat jarang terjadi.
Penyebaran biasanya terjadi melalui kontak dekat dalam waktu lama atau paparan cairan tubuh tertentu.
Karena itu, banyak ahli menilai risiko pandemi global masih sangat rendah.
Meski demikian, dokter tetap meminta masyarakat waspada. Hantavirus memiliki tingkat kematian cukup tinggi jika pasien terlambat mendapat penanganan medis.
Hingga kini ilmuwan belum menemukan vaksin maupun obat khusus untuk hantavirus. Dokter biasanya fokus memberikan perawatan intensif untuk membantu pasien bertahan.
Saat ini otoritas kesehatan di berbagai negara terus memantau perkembangan kasus tersebut.
Mereka juga melacak seluruh penumpang dan kru kapal MV Hondius untuk mencegah penyebaran lebih luas.(man)









