Purbaya Tepis Anggapan Ekonomi 5,61% Hanya di Atas Kertas, Sebut Aktivitas Konsumsi Tetap Kuat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Jakarta, Jemarionline.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% hanya muncul di atas kertas. Ia menegaskan bahwa data tersebut mencerminkan kondisi ekonomi yang terjadi di lapangan.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah dan BPS menghitung pertumbuhan ekonomi berdasarkan berbagai indikator nyata, bukan sekadar asumsi.

Selain itu, ia menilai aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan stabil.

Penjualan Kendaraan dan Konsumsi Jadi Indikator Kuat

Purbaya menyoroti beberapa indikator utama yang menunjukkan kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyebut penjualan mobil dan motor masih bergerak positif.

Selain itu, konsumsi rumah tangga juga menunjukkan tren yang stabil. Aktivitas ini memperkuat data pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, ia menilai angka 5,61% tetap relevan dengan kondisi nyata di masyarakat.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Turun di Bawah 5,5%

Aktivitas Mal dan Pasar Masih Ramai

Purbaya juga melihat langsung kondisi ekonomi di berbagai daerah. Ia mengunjungi sejumlah kota besar untuk memantau aktivitas masyarakat.

Ia mencatat bahwa pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan mal masih ramai pengunjung.

“Di Jogja ramai, Surabaya ramai, Bandung ramai, Jakarta juga ramai,” ujar Purbaya.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai konsumsi masyarakat masih kuat dan tidak menunjukkan pelemahan signifikan.

Pemerintah Gunakan Banyak Data Ekonomi

Pemerintah tidak hanya mengandalkan satu indikator dalam menghitung pertumbuhan ekonomi. BPS menggabungkan berbagai data seperti konsumsi, produksi, dan aktivitas perdagangan.

Selain itu, data penjualan kendaraan dan konsumsi listrik juga memperkuat hasil perhitungan.

Baca Juga :  Bahlil Buka Peluang Harga BBM RON 92 Naik, Stok Energi Dipastikan Aman

Dengan pendekatan ini, pemerintah menilai data ekonomi tetap akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Kritik Soal “Ekonomi di Atas Kertas” Dibantah

Purbaya menolak kritik yang menyebut pertumbuhan ekonomi hanya terlihat secara statistik. Ia menegaskan bahwa seluruh data berasal dari aktivitas ekonomi yang nyata.

Ia juga menyebut bahwa metode perhitungan BPS mengikuti standar internasional yang sudah teruji.

Karena itu, ia meminta publik melihat data secara menyeluruh, bukan hanya dari satu sudut pandang.

Ekonomi Indonesia Masih dalam Fase Pemulihan

Meski tumbuh positif, Purbaya mengakui bahwa ekonomi Indonesia masih dalam proses pemulihan.

Ia menjelaskan bahwa dampak pertumbuhan belum sepenuhnya merata di semua sektor.

Namun demikian, pemerintah tetap menjaga momentum pertumbuhan agar terus berlanjut.

Berita Terkait

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026
Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB