Purbaya Siap Naik Haji, Ingin Doakan Ekonomi RI Makin Kuat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: CNN Indonesia/Budi Tanjung).

(Foto: CNN Indonesia/Budi Tanjung).

Jemarionline.com Purbaya Yudhi Sadewa berencana menunaikan ibadah haji pada Mei 2026. Ia menyampaikan rencana itu sambil menegaskan harapannya terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

Ia tidak hanya mempersiapkan diri secara spiritual. Ia juga membawa harapan besar agar ekonomi nasional terus tumbuh dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat.

“Doa supaya ekonomi bagus terus, pertumbuhan makin kuat, tiga tahun lagi kita kaya bareng-bareng,” ujar Purbaya.

Ia menyampaikan pernyataan itu di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Persiapan Keberangkatan Sudah Berjalan

Purbaya menargetkan keberangkatan pada 21 Mei 2026. Ia mulai menyiapkan berbagai kebutuhan ibadah, termasuk mengikuti pembekalan haji.

Ia ingin menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik. Pada saat yang sama, ia ingin memanfaatkan momen tersebut untuk mendoakan kondisi ekonomi Indonesia.

Langkah ini menunjukkan bahwa ia tetap memikirkan kepentingan masyarakat meski berada dalam perjalanan ibadah.

Optimisme terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya melihat tren pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak ke arah positif. Ia menilai capaian terbaru menunjukkan peningkatan yang cukup kuat.

Ia juga menyebut Indonesia mulai keluar dari pola pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen. Menurutnya, kondisi ini membuka peluang untuk melaju lebih cepat.

“Kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” katanya.

Baca Juga :  Inflasi April 2026 Diprediksi Melandai Usai Lebaran, Namun Risiko Harga Energi Masih Mengintai

Ia menilai momentum ini harus terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi tidak kembali melambat.

Pemerintah Kejar Target Pertumbuhan Lebih Tinggi

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 6 persen pada 2026. Purbaya optimistis target itu bisa tercapai jika strategi tetap konsisten.

Ia menilai kebijakan yang berjalan saat ini sudah mengarah ke jalur yang tepat. Selain itu, berbagai program baru juga mulai memberi dampak positif.

Ia menegaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Strategi Dorong Aktivitas Ekonomi

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah mengoptimalkan berbagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan aliran dana secara efektif.

Ia juga menekankan keseimbangan antara sektor domestik dan ekspor. Menurutnya, kedua sektor harus bergerak bersama agar ekonomi tetap stabil.

Selain itu, pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Tantangan Global Masih Membayangi

Purbaya mengakui bahwa tantangan global masih cukup besar. Ia menyebut ketidakpastian global, fluktuasi harga komoditas, dan dinamika geopolitik sebagai faktor risiko.

Namun, ia tetap yakin Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Ia menilai konsumsi domestik dan kebijakan pemerintah menjadi penopang utama.

Baca Juga :  Rupiah Diproyeksi Sentuh Rp17.400 per Dolar AS, Seberapa Kuat Fiskal Indonesia Menahan Tekanan?

Ia menegaskan pentingnya menjaga momentum agar tekanan eksternal tidak mengganggu pertumbuhan.

APBN Jadi Instrumen Penting

Purbaya menilai APBN memegang peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia menyebut pemerintah mampu mendorong pertumbuhan tanpa menambah beban anggaran secara besar.

Ia menekankan efisiensi sebagai kunci pengelolaan anggaran. Dengan pendekatan ini, pemerintah tetap bisa menggerakkan ekonomi secara optimal.

Ia juga menilai kebijakan fiskal yang tepat mampu memberi dampak signifikan.

Harapan Tiga Tahun ke Depan

Purbaya berharap masyarakat Indonesia merasakan peningkatan kesejahteraan dalam tiga tahun ke depan. Ia percaya pertumbuhan ekonomi yang kuat akan membawa perubahan nyata.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting.

Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga optimisme dan terus bekerja sama.

Doa sebagai Simbol Harapan

Purbaya memandang doa sebagai bagian penting dari ikhtiar. Ia ingin menyampaikan harapan bagi ekonomi Indonesia saat menjalankan ibadah haji.

Pendekatan ini menunjukkan sisi humanis dalam kebijakan ekonomi. Ia tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga harapan masyarakat.

Ia ingin melihat Indonesia menjadi negara yang lebih sejahtera dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.395 per Dolar AS, Konflik Global Tekan Pasar
Pemutihan PBB Depok, Denda Dihapus 100 Persen
IHSG Ambruk 1,4% di Awal Pekan, Saham Perbankan Jadi Beban Utama Pasar
Prabowo Dorong Ekonomi Biru untuk Perkuat Sektor Kelautan Nasional
Rupiah Tertekan, Dinar Kuwait Tetap Menguat di Puncak Dunia
Transparansi Biaya Aplikasi Ojol Masih Jadi Sorotan Meski Ada Perpres
Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal Cair, Besaran, dan Ketentuan Lengkap
Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Kualitas Data Sensus Ekonomi 2026 Tentukan Arah Pembangunan Daerah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 15:00 WIB

Pemutihan PBB Depok, Denda Dihapus 100 Persen

Senin, 11 Mei 2026 - 14:00 WIB

IHSG Ambruk 1,4% di Awal Pekan, Saham Perbankan Jadi Beban Utama Pasar

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Dorong Ekonomi Biru untuk Perkuat Sektor Kelautan Nasional

Senin, 11 Mei 2026 - 07:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dinar Kuwait Tetap Menguat di Puncak Dunia

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:00 WIB

Transparansi Biaya Aplikasi Ojol Masih Jadi Sorotan Meski Ada Perpres

Berita Terbaru