Jemarionline.com – Purbaya Yudhi Sadewa berencana menunaikan ibadah haji pada Mei 2026. Ia menyampaikan rencana itu sambil menegaskan harapannya terhadap masa depan ekonomi Indonesia.
Ia tidak hanya mempersiapkan diri secara spiritual. Ia juga membawa harapan besar agar ekonomi nasional terus tumbuh dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat.
“Doa supaya ekonomi bagus terus, pertumbuhan makin kuat, tiga tahun lagi kita kaya bareng-bareng,” ujar Purbaya.
Ia menyampaikan pernyataan itu di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Persiapan Keberangkatan Sudah Berjalan
Purbaya menargetkan keberangkatan pada 21 Mei 2026. Ia mulai menyiapkan berbagai kebutuhan ibadah, termasuk mengikuti pembekalan haji.
Ia ingin menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik. Pada saat yang sama, ia ingin memanfaatkan momen tersebut untuk mendoakan kondisi ekonomi Indonesia.
Langkah ini menunjukkan bahwa ia tetap memikirkan kepentingan masyarakat meski berada dalam perjalanan ibadah.
Optimisme terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya melihat tren pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak ke arah positif. Ia menilai capaian terbaru menunjukkan peningkatan yang cukup kuat.
Ia juga menyebut Indonesia mulai keluar dari pola pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen. Menurutnya, kondisi ini membuka peluang untuk melaju lebih cepat.
“Kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” katanya.
Ia menilai momentum ini harus terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi tidak kembali melambat.
Pemerintah Kejar Target Pertumbuhan Lebih Tinggi
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 6 persen pada 2026. Purbaya optimistis target itu bisa tercapai jika strategi tetap konsisten.
Ia menilai kebijakan yang berjalan saat ini sudah mengarah ke jalur yang tepat. Selain itu, berbagai program baru juga mulai memberi dampak positif.
Ia menegaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
Strategi Dorong Aktivitas Ekonomi
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah mengoptimalkan berbagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan aliran dana secara efektif.
Ia juga menekankan keseimbangan antara sektor domestik dan ekspor. Menurutnya, kedua sektor harus bergerak bersama agar ekonomi tetap stabil.
Selain itu, pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat dan meningkatkan daya saing industri nasional.
Tantangan Global Masih Membayangi
Purbaya mengakui bahwa tantangan global masih cukup besar. Ia menyebut ketidakpastian global, fluktuasi harga komoditas, dan dinamika geopolitik sebagai faktor risiko.
Namun, ia tetap yakin Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Ia menilai konsumsi domestik dan kebijakan pemerintah menjadi penopang utama.
Ia menegaskan pentingnya menjaga momentum agar tekanan eksternal tidak mengganggu pertumbuhan.
APBN Jadi Instrumen Penting
Purbaya menilai APBN memegang peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia menyebut pemerintah mampu mendorong pertumbuhan tanpa menambah beban anggaran secara besar.
Ia menekankan efisiensi sebagai kunci pengelolaan anggaran. Dengan pendekatan ini, pemerintah tetap bisa menggerakkan ekonomi secara optimal.
Ia juga menilai kebijakan fiskal yang tepat mampu memberi dampak signifikan.
Harapan Tiga Tahun ke Depan
Purbaya berharap masyarakat Indonesia merasakan peningkatan kesejahteraan dalam tiga tahun ke depan. Ia percaya pertumbuhan ekonomi yang kuat akan membawa perubahan nyata.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting.
Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga optimisme dan terus bekerja sama.
Doa sebagai Simbol Harapan
Purbaya memandang doa sebagai bagian penting dari ikhtiar. Ia ingin menyampaikan harapan bagi ekonomi Indonesia saat menjalankan ibadah haji.
Pendekatan ini menunjukkan sisi humanis dalam kebijakan ekonomi. Ia tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga harapan masyarakat.
Ia ingin melihat Indonesia menjadi negara yang lebih sejahtera dalam waktu dekat.









