RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Saham Rp135-Rp170

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Raffi Ahmad saat ditemui di kantor RANS BSD, daerah Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/12/2023). (KOMPAS.com/Revi C Rantung)

Raffi Ahmad saat ditemui di kantor RANS BSD, daerah Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/12/2023). (KOMPAS.com/Revi C Rantung)

Jakarta, Jemarionline.com – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan media dan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut menawarkan saham dengan harga Rp135 hingga Rp170 per lembar. Perseroan menargetkan pencatatan saham pada 10 Juli 2026.

Melalui aksi korporasi ini, RANS menawarkan sekitar 2,25 miliar hingga 2,52 miliar saham baru atau sekitar 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan rentang harga tersebut, perseroan berpotensi meraih dana segar ratusan miliar rupiah untuk mendukung pengembangan bisnis.

Raffi Ahmad Masih Jadi Pemegang Saham Terbesar

Raffi Ahmad masih menguasai mayoritas kepemilikan saham RANS sebelum IPO. Berdasarkan prospektus perseroan, Raffi memegang sekitar 78,68 persen saham perusahaan.

Selain Raffi Ahmad, sejumlah nama lain juga tercatat sebagai pemegang saham, termasuk Nagita Slavina, Kaesang Pangarep, Sutanto Hartono, serta beberapa investor strategis lainnya. Struktur kepemilikan tersebut menunjukkan dukungan dari berbagai pihak terhadap pengembangan bisnis RANS.

Baca Juga :  Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang

RANS Bangun Ekosistem Hiburan Terintegrasi

RANS tidak hanya mengelola kanal media sosial dan konten digital. Perseroan juga mengembangkan berbagai lini bisnis yang mencakup produksi konten, manajemen talenta, event hiburan, produk konsumen, kecantikan, hingga investasi strategis.

Saat ini, RANS mengandalkan kekuatan distribusi digital yang sangat besar melalui berbagai platform media sosial. Basis pengikut yang mencapai ratusan juta akun menjadi salah satu aset utama perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis dan monetisasi konten.

Dana IPO untuk Ekspansi Bisnis

Melalui IPO, RANS berencana memperkuat ekspansi bisnis di berbagai sektor yang telah menjadi bagian dari ekosistem perusahaan.

Perseroan terus mengembangkan bisnis media, hiburan, produk konsumen, kecantikan, dan berbagai proyek berbasis intellectual property (IP). Selain itu, perusahaan juga melihat peluang pertumbuhan dari sektor event dan aktivitas hiburan yang terus berkembang di Indonesia.

Baca Juga :  IHSG Anjlok ke Level Terendah 5 Tahun, Kembali Dekati Zona Pandemi

Investor Perlu Perhatikan Valuasi

Sejumlah analis menilai IPO RANS menawarkan potensi pertumbuhan karena perusahaan memiliki basis audiens digital yang besar dan portofolio bisnis yang beragam.

Namun, investor juga perlu memperhatikan valuasi saham yang ditawarkan. Analisis pasar menunjukkan valuasi RANS berada pada kisaran Price to Earnings Ratio (P/E) sekitar 30 hingga 38 kali, lebih tinggi dibanding rata-rata pasar saham Indonesia. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan dan risiko bisnis sebelum mengambil keputusan investasi.

Industri Hiburan Digital Masih Menjanjikan

Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membuka peluang besar bagi perusahaan media dan hiburan seperti RANS.

Perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke platform digital turut mendukung pertumbuhan industri kreatif dan hiburan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme terhadap prospek bisnis RANS ke depan.

Berita Terkait

Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang
Harga Emas Terbang Lagi, Damai Iran-AS Jadi Pendorong Utama
MSCI Putuskan Status Indonesia, Risiko Outflow US$13 Miliar Mengintai
IHSG Sesi I Turun 1,29% ke 6.037,53, Sektor Keuangan Tekan Pasar
Heboh NIB untuk Toko Online Dikira Pajak Baru, Mendag Tegaskan Bukan untuk Pungutan
AKPSI Dorong One Gate Policy CPO, Dinilai Perkuat Tata Kelola dan Stabilkan Harga Sawit Nasional
Digitalisasi Keuangan Perbatasan di Jagoi Babang Ubah Ekonomi Warga Lintas Negara
UNJA Gelar Diskusi Publik Fintech Digital Bahas Pinjol dan Ekosistem Ekonomi Digital
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:00 WIB

Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:00 WIB

RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Saham Rp135-Rp170

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga Emas Terbang Lagi, Damai Iran-AS Jadi Pendorong Utama

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:00 WIB

MSCI Putuskan Status Indonesia, Risiko Outflow US$13 Miliar Mengintai

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:06 WIB

IHSG Sesi I Turun 1,29% ke 6.037,53, Sektor Keuangan Tekan Pasar

Berita Terbaru