IHSG Anjlok ke Level Terendah 5 Tahun, Kembali Dekati Zona Pandemi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, Jemarionline.com– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan berat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Gelombang aksi jual yang terjadi di hampir seluruh sektor membuat indeks terjun bebas hingga menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor karena posisi IHSG kini semakin dekat dengan level yang pernah tercatat saat pandemi Covid-19 mengguncang pasar keuangan global pada 2020. Selain itu, pelemahan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tekanan pasar masih belum mereda.

Di sisi lain, pelaku pasar terus mencermati berbagai sentimen negatif yang menekan pasar modal Indonesia. Faktor eksternal dan domestik sama-sama memberi tekanan terhadap pergerakan indeks sehingga investor memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko.

IHSG Jatuh Hampir 5 Persen

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat anjlok hampir 5 persen. Penurunan tersebut menjadikan indeks berada di level terendah dalam lima tahun terakhir. Data perdagangan menunjukkan hanya sebagian kecil saham yang mampu bertahan di zona hijau, sementara mayoritas emiten bergerak melemah.

Selain itu, tekanan jual terjadi secara merata di berbagai sektor. Investor melepas saham-saham unggulan maupun saham lapis kedua karena meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi pasar saat ini.

Akibatnya, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut menyusut signifikan dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya tekanan yang sedang dihadapi pasar modal nasional.

Tren Pelemahan Berlangsung Sejak Awal Tahun

Pelemahan IHSG sebenarnya tidak terjadi dalam satu hari saja. Sejak awal 2026, indeks menghadapi berbagai tekanan yang membuat tren penurunannya terus berlanjut.

Baca Juga :  RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Saham Rp135-Rp170

Sebelumnya, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level 9.100 pada Januari 2026. Namun setelah itu, indeks berbalik arah dan kehilangan ribuan poin dalam beberapa bulan berikutnya.

Selain tekanan global, berbagai sentimen terkait indeks internasional, pergerakan nilai tukar rupiah, dan arus keluar dana asing turut memengaruhi kepercayaan investor. Karena itu, tekanan terhadap IHSG semakin sulit dihindari.

Rebalancing Indeks Global Jadi Beban Tambahan

Salah satu faktor yang turut membebani pasar adalah perubahan komposisi indeks global yang dilakukan sejumlah penyedia indeks internasional.

FTSE Russell dan MSCI sebelumnya melakukan evaluasi terhadap sejumlah saham Indonesia. Kebijakan tersebut mendorong investor institusi melakukan penyesuaian portofolio sehingga meningkatkan tekanan jual di pasar domestik.

Selain itu, isu konsentrasi kepemilikan saham atau High Shareholding Concentration (HSC) juga menjadi perhatian investor asing. Karena itu, sebagian pelaku pasar memilih mengambil posisi defensif sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.

Level Pandemi Kembali Jadi Perbincangan

Penurunan tajam yang terjadi membuat banyak pelaku pasar mulai membandingkan posisi IHSG saat ini dengan masa pandemi Covid-19.

Pada periode pandemi tahun 2020, IHSG sempat jatuh ke kisaran 3.900 hingga 4.000 sebelum akhirnya bangkit kembali. Kini, meskipun posisi indeks masih berada di atas level tersebut, banyak investor menilai arah pergerakan yang terjadi cukup mengkhawatirkan.

Baca Juga :  DPR Panggil Danantara dan Himbara Bahas Gejolak Pasar Keuangan

Selain itu, beberapa analis menilai sentimen negatif yang datang secara beruntun membuat pasar kehilangan momentum pemulihan. Karena itu, investor masih membutuhkan katalis positif yang kuat untuk mengembalikan kepercayaan pasar.

Investor Diminta Tetap Waspada

Di tengah volatilitas yang tinggi, analis pasar mengingatkan investor untuk tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin.

Selain menghindari keputusan emosional, investor juga perlu memperhatikan fundamental perusahaan sebelum melakukan transaksi. Langkah tersebut penting karena kondisi pasar yang bergejolak sering memunculkan pergerakan harga yang sangat cepat.

Sementara itu, investor jangka panjang biasanya memanfaatkan koreksi pasar untuk melakukan akumulasi secara bertahap pada saham yang memiliki fundamental kuat.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter, dan arus dana asing yang masih menjadi faktor utama penggerak pasar saham Indonesia.

Pasar Menunggu Sentimen Positif Baru

Saat ini pasar masih menunggu berbagai sentimen positif yang dapat membantu memulihkan kepercayaan investor.

Selain perkembangan ekonomi domestik, investor juga mencermati arah suku bunga global, stabilitas nilai tukar rupiah, serta perkembangan pasar keuangan internasional. Karena itu, pergerakan IHSG dalam beberapa pekan ke depan masih berpotensi mengalami volatilitas tinggi.

Di sisi lain, sejumlah analis menilai peluang rebound tetap terbuka apabila tekanan jual mulai mereda dan sentimen pasar membaik. (man)

Berita Terkait

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini
IHSG Melemah Usai Ancaman Turun Kasta dari S&P Dow Jones
Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Depan, Ini Faktor yang Mendorong Kenaikannya
GoTo Buka Suara soal PHK Tokopedia, Pastikan Tak Berdampak Material
Harga Emas Antam Naik Rp11.000, Buyback Melonjak Rp55.000
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:00 WIB

IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:00 WIB

IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:00 WIB

IHSG Melemah Usai Ancaman Turun Kasta dari S&P Dow Jones

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB