Jemarionline – Pemerintah menargetkan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian sebelum Idulfitri 2026. Target ini dikejar oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) yang menangani dampak bencana di wilayah Sumatera.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pemerintah sedang mempercepat proses pemindahan pengungsi. Warga yang sebelumnya tinggal di tenda akan dipindahkan ke hunian sementara atau menerima bantuan untuk memperbaiki rumah mereka.
Langkah ini dilakukan agar para penyintas bencana dapat merayakan Idulfitri dengan tempat tinggal yang lebih layak. Pemerintah juga ingin memastikan kondisi pengungsian tidak lagi menggunakan tenda darurat.
Fokus percepatan relokasi dilakukan di beberapa daerah terdampak, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di wilayah tersebut, pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana.
Jumlah pengungsi di tenda saat ini juga terus berkurang. Pemerintah mencatat sebelumnya ada lebih dari 11 ribu orang yang tinggal di pengungsian. Kini jumlahnya menurun menjadi sekitar enam ribu orang.
Selain menyiapkan hunian sementara, pemerintah juga tetap menyalurkan bantuan logistik kepada para pengungsi. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan makanan serta dukungan selama masa pemulihan.
Melalui berbagai langkah ini, pemerintah berharap seluruh pengungsi bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Dengan begitu, masyarakat terdampak bencana dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.









