Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh dari Dalam

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Said Iqbal di Istana Jakarta (Foto: Firda/detikcom)

Said Iqbal di Istana Jakarta (Foto: Firda/detikcom)

Jakarta, Jemarionline.com – Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi kaum pekerja setelah menerima amanah sebagai penasihat presiden.

Ia menyatakan akan membawa suara buruh langsung ke dalam lingkaran pengambilan kebijakan pemerintah. Menurutnya, posisi tersebut membuka peluang yang lebih besar untuk menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara langsung kepada pengambil keputusan.

Karena itu, Said Iqbal menilai peran barunya dapat menjadi jembatan antara pekerja dan pemerintah dalam membangun kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat pekerja.

Pernyataan tersebut menarik perhatian publik karena Said Iqbal selama ini aktif mengkritisi berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pekerja dan dunia ketenagakerjaan.

Said Iqbal Ingin Membawa Suara Buruh ke Dalam Pemerintahan

Said Iqbal menegaskan dirinya tidak akan meninggalkan perjuangan buruh meskipun kini berada lebih dekat dengan lingkungan pemerintahan.

Sebaliknya, ia ingin memanfaatkan posisi tersebut untuk menyampaikan aspirasi pekerja secara lebih efektif. Menurutnya, banyak persoalan ketenagakerjaan membutuhkan komunikasi langsung dengan pengambil keputusan agar pemerintah memahami kondisi para pekerja secara lebih baik.

Karena itu, ia berkomitmen menjaga komunikasi dengan serikat pekerja dan kelompok buruh di berbagai daerah.

Selain itu, ia juga ingin memastikan pemerintah mendengar berbagai persoalan yang muncul di lapangan secara langsung dari para pekerja.

Lama Berkecimpung di Dunia Perburuhan

Said Iqbal merupakan salah satu tokoh buruh paling dikenal di Indonesia.

Ia aktif dalam gerakan pekerja sejak awal 1990-an dan telah memimpin berbagai organisasi buruh nasional selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  1.948 Personel Gabungan Siaga Amankan Demo Buruh di Depan DPR

Selain menjabat sebagai Presiden KSPI, ia juga memimpin Partai Buruh yang fokus memperjuangkan berbagai isu kesejahteraan pekerja.

Selama perjalanan kariernya, Said Iqbal sering memimpin aksi dan menyuarakan berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari sistem pengupahan, jaminan sosial, perlindungan tenaga kerja, hingga peningkatan kesejahteraan pekerja.

Karena itu, banyak kalangan mengenalnya sebagai salah satu tokoh yang konsisten menyuarakan kepentingan buruh.

Buruh Menaruh Harapan Besar

Keputusan presiden menunjuk Said Iqbal sebagai penasihat memunculkan berbagai harapan dari kalangan pekerja.

Sebagian buruh berharap kehadiran tokoh serikat pekerja di lingkungan pemerintahan dapat memperkuat perhatian terhadap berbagai isu ketenagakerjaan.

Selain itu, mereka juga berharap pemerintah lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang selama ini pekerja alami.

Dengan pengalaman panjang yang dimiliki Said Iqbal, banyak pihak menilai ia memahami berbagai tantangan dunia kerja di Indonesia.

Karena itu, para pekerja berharap ia dapat menyampaikan aspirasi mereka secara lebih efektif kepada pemerintah.

Fokus pada Kesejahteraan Pekerja

Said Iqbal menegaskan bahwa dirinya akan tetap fokus pada isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan pekerja.

Beberapa isu yang menjadi perhatian utama antara lain perlindungan tenaga kerja, jaminan sosial, sistem pengupahan yang adil, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.

Selain itu, ia menilai dialog yang konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.

Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk membangun komunikasi yang terbuka dan produktif.

Dengan komunikasi yang baik, pemerintah dan pekerja dapat mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.

Baca Juga :  Said Iqbal: KSPI Siap Dampingi Buruh Toba Pulp yang Terancam PHK Sepihak

Posisi Baru dengan Tanggung Jawab Besar

Masuknya Said Iqbal ke lingkungan penasihat presiden membawa tanggung jawab yang cukup besar.

Ia tidak hanya menyampaikan aspirasi pekerja, tetapi juga memberi masukan yang membantu pemerintah menyusun kebijakan yang tepat.

Di sisi lain, ia juga harus mampu menjembatani berbagai kepentingan yang berkembang di tengah masyarakat.

Karena itu, banyak pihak akan mencermati langkah dan kontribusinya dalam menjalankan tugas tersebut.

Peran tersebut dinilai penting karena menyangkut jutaan pekerja yang menggantungkan harapan pada kebijakan pemerintah.

Komunikasi Pemerintah dan Buruh Berpotensi Meningkat

Kehadiran tokoh buruh di lingkungan pemerintahan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pekerja.

Dengan komunikasi yang lebih baik, pemerintah dan pekerja dapat membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan secara lebih cepat dan efektif.

Selain itu, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih inklusif karena mendengar langsung pandangan dari kalangan pekerja.

Langkah ini berpotensi menciptakan hubungan industrial yang lebih harmonis dan produktif.

Karena itu, banyak pihak berharap hubungan antara pemerintah dan kalangan buruh dapat semakin erat pada masa mendatang.

Tantangan yang Menanti

Meski membawa harapan besar, Said Iqbal juga menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan peran barunya.

Ia harus menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan berbagai pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan.

Selain itu, ia juga perlu memastikan komunikasi dengan kalangan buruh tetap berjalan dengan baik.

Karena itu, kemampuan membangun dialog dan mencari titik temu akan menjadi faktor penting dalam menjalankan tugas tersebut.

Berita Terkait

Nanik S Deyang Hadiri Istana Jelang Pelantikan Kepala BGN Baru
Kapolri Buka Peluang Sipil Isi Jabatan Polri Nonoperasional
Kemlu Ungkap Korban Penusukan Sesama WNI di Jepang Berstatus Pekerja Migran
Tarif Listrik PLN 2026: Rincian Lengkap 8–14 Juni dan Simulasi Token Rp50.000
Amran Sebut Negara Eksportir Beras Kecewa RI Hentikan Impor Beras
Pungli Imigrasi Rp366 M Terbongkar, Dana Ditampung di Rekening OB dan Cleaning Service
Kementerian PU Rampungkan 222 Gedung SPPG di 30 Provinsi, Perluas Layanan Makan Bergizi Gratis
Denda Tilang Operasi Patuh 2026, Pelanggar Bisa Kena Denda hingga Rp 3 Juta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 22:00 WIB

Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh dari Dalam

Senin, 8 Juni 2026 - 10:50 WIB

Kapolri Buka Peluang Sipil Isi Jabatan Polri Nonoperasional

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

Kemlu Ungkap Korban Penusukan Sesama WNI di Jepang Berstatus Pekerja Migran

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:00 WIB

Tarif Listrik PLN 2026: Rincian Lengkap 8–14 Juni dan Simulasi Token Rp50.000

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:10 WIB

Amran Sebut Negara Eksportir Beras Kecewa RI Hentikan Impor Beras

Berita Terbaru

Foto: Komang

Uncategorized

IHSG Tertekan, Ini Sinyal yang Dinilai Jadi Pemicu Pelemahan Pasar

Senin, 8 Jun 2026 - 23:00 WIB