Jakarta, jemarionline.com – Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia kembali kedatangan pemain baru dari segmen Sport Utility Vehicle Plug-in Hybrid Electric Vehicle. PT Sokonindo Automobile resmi memperkenalkan DFSK E5 Plus untuk menantang dominasi Wuling Eksion PHEV yang lebih dulu mengaspal.
Kedua mobil ramah lingkungan ini sama-sama mengusung konfigurasi tujuh penumpang dengan memadukan mesin bensin serta motor listrik. Kehadiran dua SUV tersebut tentu memberikan angin segar bagi konsumen keluarga yang mengincar efisiensi bahan bakar tinggi.
Persaingan ketat ini membuat calon pembeli perlu mencermati spesifikasi teknis dan fitur unggulan masing-masing kendaraan. Informasi komparatif berikut merangkum perbedaan mendasar antara DFSK E5 Plus dan Wuling Eksion PHEV secara objektif.
Perbandingan Dimensi dan Desain Bodi Kendaraan
Ukurannya tergolong mirip karena kedua SUV ini memang bermain di kelas kendaraan yang sama persis. DFSK E5 Plus memiliki panjang 4.760 milimeter dengan tinggi 1.710 milimeter serta jarak sumbu roda 2.785 milimeter.
Sebaliknya, Wuling Eksion PHEV membawa panjang bodi 4.745 milimeter dan tinggi 1.755 milimeter serta wheelbase 2.810 milimeter. Data tersebut menunjukkan bahwa bodi DFSK sedikit lebih panjang daripada pesaingnya di atas kertas.
Namun, Wuling justru menawarkan jarak sumbu roda lebih panjang untuk menciptakan ruang kabin yang terasa lebih lapang. Perbedaan karakter visual juga terlihat jelas lewat pendekatan desain eksterior yang diusung masing-masing pabrikan otomotif.
DFSK memilih tampilan modern yang mengedepankan unsur aerodinamis demi efisiensi laju kendaraan di jalan raya. Sementara itu, Wuling mengandalkan konsep desain otot tegas dengan lampu depan berbentuk huruf X yang sangat khas.
Adu Teknologi Mesin dan Daya Jelajah
Sektor penggerak menjadi daya tarik utama karena kedua pabrikan memadukan mesin konvensional dengan motor listrik canggih. DFSK E5 Plus mengandalkan sistem pintar DE-i berkapasitas baterai besar mencapai 25 kilowatt-jam.
Pabrikan mengklaim SUV ini sanggup melaju sejauh 140 kilometer hanya dengan mengandalkan tenaga listrik murni saja. Kombinasi baterai dan bahan bakar penuh bahkan mampu membawa mobil berjalan hingga 1.400 kilometer perjalanan jauh.
Wuling Eksion PHEV mengandalkan mesin bensin 1.500 cc non-turbo bertenaga 105 tenaga kuda dan torsi 130 Nm. Motor listriknya menyumbang tenaga tambahan sebesar 195 tenaga kuda yang disalurkan via transmisi khusus hibrida.
Kedua mobil juga menawarkan keunggulan fungsional berbeda untuk mendukung mobilitas harian para pengguna di perkotaan. Konsumen tinggal menyesuaikan pilihan kendaraan berdasarkan prioritas jarak tempuh atau tenaga performa mesin harian.
Fitur Kenyamanan Kabin dan Keselamatan Berkendara
Kenyamanan kabin keluarga menjadi fokus utama dalam perancangan interior kedua SUV hibrida plug-in ini. DFSK E5 Plus memanjakan penumpang lewat kursi baris kedua model kapten serta sistem pendingin minuman pada armrest.
Wuling Eksion PHEV menjawab tantangan tersebut dengan menyajikan nuansa interior mewah berbalut material sentuhan lembut berkualitas. Kapasitas bagasi mobil Wuling ini juga sangat fleksibel mencapai 1.788 liter saat kursi belakang dilipat.
Sektor perlindungan keselamatan berkendara pun sudah dibekali teknologi bantuan pengemudi tingkat lanjut kelas aktif. DFSK menyematkan delapan belas fitur pintar, sedangkan Wuling membawa paket keselamatan komprehensif termasuk pengereman otomatis.(ar)









