Kasus BBM Subsidi Ilegal Kerinci Masuk Tahap Penuntutan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dewi Wilona/Jambitv.co

Foto: Dewi Wilona/Jambitv.co

Kerinci, Jemarionline.com – Satreskrim Polres Kerinci melanjutkan penanganan kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.

Dengan demikian, perkara tersebut resmi memasuki tahap penuntutan setelah jaksa menyatakan berkas perkara lengkap atau P-21.

Selanjutnya, jaksa menerima tersangka beserta barang bukti untuk mempersiapkan proses persidangan.

Kasus ini menarik perhatian publik karena berkaitan langsung dengan distribusi BBM subsidi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima bantuan energi dari pemerintah.

Selain itu, aparat penegak hukum berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan efek jera bagi pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Penyidik Polres Kerinci menyerahkan perkara setelah jaksa menyelesaikan penelitian berkas dan menyatakan seluruh syarat formil maupun materiil telah terpenuhi.

Karena itu, kejaksaan mengambil alih proses hukum untuk memasuki tahap penuntutan.

Selanjutnya, jaksa akan menyusun surat dakwaan dan mempersiapkan pelimpahan perkara ke Pengadilan Negeri Sungai Penuh.

Nantinya, majelis hakim akan memeriksa seluruh alat bukti dan keterangan saksi dalam persidangan.

Selain memeriksa alat bukti, hakim juga akan mendengarkan keterangan para pihak sebelum mengambil keputusan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini bermula ketika Unit Tipidter Satreskrim Polres Kerinci menggelar operasi pada 9 April 2026. Saat itu, petugas menemukan dugaan praktik penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM subsidi di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.

Baca Juga :  Harga BBM Dijaga Stabil, Pertalite Dipastikan Tak Naik di 2026

Kemudian, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menemukan aktivitas penampungan BBM subsidi yang diduga berasal dari pembelian berulang menggunakan kendaraan tertentu.

Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah jeriken dan BBM yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi penyidik untuk melanjutkan proses hukum.

Karena itu, polisi terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap seluruh rangkaian aktivitas yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Tersangka Dijerat UU Migas

Dalam perkara ini, penyidik menetapkan seorang tersangka berinisial S alias PI. Polisi menduga tersangka terlibat dalam aktivitas penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM yang memperoleh subsidi dari pemerintah.

Selanjutnya, penyidik menjerat tersangka menggunakan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah mengalami perubahan melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Selain itu, penyidik juga mencantumkan pasal alternatif dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagai bagian dari proses penegakan hukum.

Karena itu, tersangka berpotensi menghadapi sanksi pidana apabila pengadilan nantinya menyatakan terbukti bersalah.

Polres Kerinci menegaskan komitmennya untuk mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.

Sebab, praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat merugikan masyarakat dan mengurangi ketersediaan energi bagi kelompok yang berhak menerima subsidi.

Baca Juga :  Danrem 042/Gapu dan Pemkot Sungai Penuh Perkuat Kolaborasi Program Strategis Nasional

Selain itu, kepolisian terus menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.

Oleh karena itu, polisi mengajak masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penimbunan maupun perdagangan BBM subsidi secara ilegal.

Dengan dukungan masyarakat, aparat berharap dapat mempersempit ruang gerak pelaku yang mencoba memanfaatkan BBM subsidi untuk kepentingan pribadi.

Kejaksaan Siapkan Proses Persidangan

Setelah menerima tersangka dan barang bukti, Kejaksaan Negeri Sungai Penuh langsung mempersiapkan tahapan penuntutan.

Jaksa akan menyusun surat dakwaan, melengkapi administrasi perkara, serta mempersiapkan pelimpahan berkas ke pengadilan.

Selanjutnya, pengadilan akan menjadwalkan sidang untuk memeriksa perkara tersebut secara terbuka. Melalui proses tersebut, seluruh fakta hukum akan diuji di hadapan majelis hakim.

Karena itu, proses persidangan akan menjadi tahap penting dalam menentukan pertanggungjawaban hukum tersangka.

Pemerintah menyalurkan BBM subsidi untuk membantu masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi tertentu. Karena itu, aparat penegak hukum terus berupaya menjaga agar distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai aturan.

Selain melakukan penindakan, aparat juga meningkatkan pengawasan terhadap jalur distribusi BBM guna mencegah terjadinya penyimpangan.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap manfaat subsidi dapat benar-benar di terima oleh masyarakat yang berhak. (man)

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA 2026 di Batam
Pengukuhan DWP Kota Sungai Penuh Dorong Peran Perempuan Berdaya
Pemkot Sungai Penuh Percepat Penyusunan KLHS RDTR untuk Penataan Ruang Wilayah
Gubernur Jambi Al Haris Tegur Keras ASN yang Nekat Masuk Kantor Saat WFH
Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS
APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM
Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN
BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:00 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA 2026 di Batam

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pengukuhan DWP Kota Sungai Penuh Dorong Peran Perempuan Berdaya

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Percepat Penyusunan KLHS RDTR untuk Penataan Ruang Wilayah

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:02 WIB

Gubernur Jambi Al Haris Tegur Keras ASN yang Nekat Masuk Kantor Saat WFH

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB