Kerinci, Jemarionline.com – APBD 2027 Kerinci akan mengutamakan sektor pertanian, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pemerintah Kabupaten Kerinci menetapkan ketiga sektor tersebut sebagai prioritas pembangunan meski menghadapi tantangan fiskal pada tahun anggaran mendatang.
Wakil Bupati Kerinci H. Murison menyampaikan arah kebijakan tersebut saat memaparkan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kerinci.
KUA-PPAS Jadi Dasar Penyusunan APBD
Murison menjelaskan KUA-PPAS menjadi tahapan penting dalam proses penyusunan APBD 2027. Dokumen tersebut memuat arah kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah yang akan menjadi pedoman pembangunan selama satu tahun anggaran.
Selain itu, Pemkab Kerinci menyusun kebijakan anggaran dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional dan arah kebijakan fiskal pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga menyesuaikan strategi pembangunan dengan proyeksi penurunan dana transfer pusat sekitar 10 persen.
Pertanian dan Pariwisata Jadi Prioritas
Pemkab Kerinci tetap menempatkan sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan daerah. Pemerintah akan memperkuat program pertanian, perkebunan, dan perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain sektor pertanian, pemerintah juga mendorong pengembangan pariwisata dan industri kreatif. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Kerinci.
Pengembangan SDM Jadi Perhatian Utama
Pemkab Kerinci juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas SDM. Pemerintah akan memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan guna menciptakan masyarakat yang lebih kompetitif dan produktif.
Melalui peningkatan kualitas SDM, pemerintah berharap mampu mendukung visi Kerinci Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera. Karena itu, sektor pendidikan dan kesehatan tetap memperoleh perhatian dalam perencanaan anggaran daerah.
Pendapatan dan Belanja Daerah 2027
Dalam pemaparannya, Murison menyebut pendapatan daerah tahun 2027 diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,003 triliun. Sementara itu, pemerintah merencanakan belanja daerah sebesar Rp1,025 triliun.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, pemerintah tetap berupaya menjaga keberlanjutan program pembangunan. Karena itu, Pemkab Kerinci akan menerapkan pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.
Pemkab Ajukan Tiga Ranperda
Selain menyampaikan KUA-PPAS, Pemkab Kerinci juga menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tahun 2026 kepada DPRD. Ketiga ranperda tersebut mencakup pembentukan dan susunan perangkat daerah, perubahan aturan pengelolaan barang milik daerah, serta penyelenggaraan perpustakaan.
Pemerintah berharap regulasi tersebut dapat memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya literasi masyarakat.

![Kulkas inverter 2 pintu LG GN-B202SQIB. [LG]](https://jemarionline.com/wp-content/uploads/2026/07/32464-kulkas-inverter-2-pintu-lg-gn-b202sqib-225x129.jpg)







