Jakarta, jemarionline.com – Nanik S Deyang menghadiri proses pelantikan Kepala BGN baru setelah ia terlihat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (8/6) sore.
Kehadirannya langsung menyedot perhatian karena Presiden Prabowo Subianto menugaskannya untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) dalam struktur baru.
Nanik tiba sekitar pukul 14.51 WIB. Ia mengenakan kebaya biru muda, selendang, dan kerudung hitam saat memasuki area Istana Kepresidenan.
Dapat Panggilan Langsung dari Istana
Nanik mengungkapkan bahwa Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menghubunginya secara langsung sebelum ia datang ke Istana. Panggilan itu meminta dirinya hadir dalam agenda resmi pemerintah.
“Tadi (dihubungi Seskab Teddy),” kata Nanik.
Ia memilih tidak memberi banyak penjelasan soal jabatan barunya. Nanik menegaskan bahwa proses pelantikan belum berlangsung.
“Nanti kan belum dilantik,” ujarnya.
Pejabat Baru BGN Turut Hadir
Selain Nanik, dua pejabat lain juga hadir di Istana untuk mengikuti rangkaian pelantikan. Mereka adalah Agustina Arumsari dan Mayjen TNI (Purn) Trenggono yang akan mengisi posisi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Trenggono tiba lebih dulu sekitar pukul 15.13 WIB. Ia mengenakan jas hitam, dasi biru, dan kopiah hitam. Tidak lama kemudian, Agustina Arumsari menyusul dengan kebaya biru muda.
Sebelumnya, Agustina menjabat Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sementara Trenggono sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar di tubuh Badan Gizi Nasional setelah mengevaluasi kinerja lembaga tersebut. Ia mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN pada 2 Juni.
Pada waktu yang sama, pemerintah juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yaitu Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya. Setelah itu, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Pemerintah kemudian menetapkan Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN untuk mendampingi kepemimpinan baru tersebut.
Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Perubahan struktur ini berkaitan dengan evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah menilai program prioritas tersebut perlu penguatan dalam pelaksanaan di lapangan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah menjalankan monitoring rutin selama sekitar satu setengah tahun sebelum mengambil keputusan perubahan kepemimpinan.
Di tengah perubahan struktur, Kejaksaan Agung tetap melanjutkan proses hukum terkait dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis.
Pada 3 Juni, Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah pihak, termasuk pejabat terkait, sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun anggaran 2025–2026.
Perubahan kepemimpinan di BGN kini menjadi sorotan karena terjadi bersamaan dengan proses hukum yang masih berjalan serta evaluasi terhadap program prioritas pemerintah.(ar)









