Kemensos dan BPS Sempurnakan DTSEN, Pembagian Desil Dibuat Lebih Detail hingga Tingkat Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kemensos

Foto: Kemensos

Jemarionline.com – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperbaiki sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kedua lembaga ini berupaya menghadirkan data yang lebih akurat agar pemerintah bisa menyalurkan bantuan sosial secara lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan sistem ini sebagai dasar utama dalam pengambilan kebijakan sosial di seluruh Indonesia.

Pembagian Desil Kini Lebih Detail

Pembaruan paling terlihat ada pada sistem pembagian desil. Pemerintah kini membagi desil ke dalam tiga tingkat, yaitu nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

Dengan sistem ini, kondisi ekonomi masyarakat bisa terlihat lebih jelas sesuai wilayah masing-masing. Selain itu, pemerintah daerah juga bisa menggunakan data tersebut untuk menyusun program sosial yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerahnya.

Seseorang Bisa Punya Status Desil Berbeda

BPS menjelaskan bahwa satu orang bisa memiliki status desil yang berbeda tergantung wilayah perhitungan.

Sebagai contoh, seseorang mungkin masuk kategori ekonomi menengah di tingkat nasional. Namun, orang yang sama bisa masuk kategori lebih rendah ketika dibandingkan dengan wilayah yang lebih maju secara ekonomi.

Baca Juga :  Banyak yang Belum Tahu, Hari Ibu Indonesia Ternyata Punya Sejarah Berbeda

Sebaliknya, orang tersebut juga bisa terlihat lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah yang kondisi ekonominya lebih rendah.

Dengan demikian, sistem ini memberikan gambaran yang lebih fleksibel dan kontekstual.

Pemerintah Percepat Integrasi Data

Kemensos dan BPS tidak bekerja sendiri dalam memperbarui data DTSEN. Mereka juga melibatkan pemerintah daerah serta Dukcapil untuk memastikan data yang masuk benar-benar valid.

Selain itu, proses pembaruan data kini berjalan lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Pemerintah bahkan mempercepat pengiriman data agar sinkronisasi bisa terjadi lebih awal.

Pendapat: Sistem Ini Sudah Lebih Adil, Tapi Tetap Perlu Pengawasan

Menurut saya, pembaruan DTSEN ini merupakan langkah yang cukup positif. Sistem pembagian desil berdasarkan wilayah membuat data sosial terlihat lebih realistis dibandingkan hanya memakai satu standar nasional.

Namun demikian, sistem seperti ini tetap membutuhkan pengawasan yang ketat di lapangan. Data sosial sangat bergantung pada proses pendataan di tingkat bawah. Jika proses input tidak akurat, maka hasil akhirnya juga bisa meleset.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Digitalisasi Layanan Publik Nasional, Fokus Efisiensi dan Transparansi

Selain itu, transparansi kepada masyarakat juga penting. Banyak orang masih belum memahami bagaimana desil dihitung dan digunakan dalam penyaluran bantuan sosial.

Kalau pemerintah mampu menjelaskan sistem ini dengan lebih terbuka, tingkat kepercayaan publik kemungkinan akan meningkat.

Dampak ke Penyaluran Bantuan Sosial

Dengan sistem baru ini, pemerintah berharap bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran. Data yang lebih detail membantu menentukan kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Selain itu, pemerintah daerah juga bisa menggunakan data ini untuk menyusun kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Kesimpulan

Kemensos dan BPS terus menyempurnakan sistem DTSEN dengan pembagian desil yang lebih rinci hingga tingkat daerah.

Perubahan ini membantu pemerintah melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan lebih jelas dan akurat.

 Kesimpulannya, sistem ini sudah mengarah ke arah yang lebih baik, tetapi tetap membutuhkan konsistensi data dan transparansi agar hasilnya benar-benar maksimal.

Berita Terkait

DPR Apresiasi Prabowo Copot Pimpinan BGN, Dasco: Pemerintah Respons Aspirasi Publik
Prabowo Bernyanyi Hymne Guru Bersama Siswa Saat Tinjau MBG di SMPN 111 Jakarta
Kementan Siapkan Dapur Susu Indonesia untuk Pasok Program MBG
Daftar Tanggal Merah dan Hari Peringatan Penting Bulan Juni 2026
Profil Ryamizard Ryacudu, Eks Menhan RI yang Meninggal Dunia di RSPAD
Ombudsman RI Kawal Ketat SPMB 2026, Terima 194 Laporan dan Dorong Sistem Lebih Transparan
Satgas PKH Ungkap PT PMM Tolak Uji Kontainer Rare Earth di Batam
Stupa dan Batuan Candi Ditemukan di Boyolali, Jejak Permukiman Kuno Terungkap
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

DPR Apresiasi Prabowo Copot Pimpinan BGN, Dasco: Pemerintah Respons Aspirasi Publik

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:00 WIB

Prabowo Bernyanyi Hymne Guru Bersama Siswa Saat Tinjau MBG di SMPN 111 Jakarta

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Kementan Siapkan Dapur Susu Indonesia untuk Pasok Program MBG

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB

Daftar Tanggal Merah dan Hari Peringatan Penting Bulan Juni 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

Profil Ryamizard Ryacudu, Eks Menhan RI yang Meninggal Dunia di RSPAD

Berita Terbaru