Profil Ryamizard Ryacudu, Eks Menhan RI yang Meninggal Dunia di RSPAD

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menhan Ryamizard Ryacudu. (Lisye Rahayu/detikcom)

Menhan Ryamizard Ryacudu. (Lisye Rahayu/detikcom)

JAKARTA, Jemarionline.com – Indonesia kehilangan salah satu tokoh pertahanan nasional. Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Minggu (31/5/2026).

Kabar duka tersebut mengundang perhatian banyak pihak karena Ryamizard memiliki perjalanan panjang di dunia militer dan pemerintahan. Selama puluhan tahun, ia mengabdikan diri melalui berbagai jabatan strategis hingga akhirnya memimpin Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Tumbuh di Lingkungan Militer

Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950.

Sejak kecil, ia hidup di lingkungan keluarga militer. Ayahnya, Musannif Ryacudu, menjalani karier sebagai perwira TNI sehingga Ryamizard mengenal dunia militer sejak usia muda.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan pendidikan ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan lulus pada 1974.

Setelah lulus, Ryamizard langsung menjalankan tugas sebagai prajurit dan mulai membangun karier di berbagai wilayah penugasan.

Karier Militer Terus Berkembang

Ryamizard menjalani karier secara bertahap dari tingkat lapangan hingga posisi pimpinan.

Baca Juga :  Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia, Mengalahkan Tokyo dan Shanghai

Ia pernah memimpin Kodam V/Brawijaya dan kemudian melanjutkan tugas sebagai Pangdam Jaya.

Kemampuan kepemimpinannya membuat TNI mempercayakan posisi Panglima Kostrad kepadanya.

Posisi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya.

Tidak lama kemudian, pemerintah menunjuk Ryamizard sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2002–2005.

Selama memimpin TNI AD, ia aktif memperkuat profesionalisme prajurit dan mendorong peningkatan kesiapan pertahanan nasional.

Sempat Masuk Kandidat Panglima TNI

Karier Ryamizard terus menarik perhatian publik dan kalangan militer.

Pemerintah sempat memasukkan namanya dalam bursa calon Panglima TNI.

Meski tidak menduduki posisi tersebut, Ryamizard tetap memiliki pengaruh besar dalam berbagai pembahasan pertahanan nasional.

Pengalaman dan rekam jejaknya membuat banyak pihak tetap menghormati pandangannya terhadap isu strategis.

Menjadi Menteri Pertahanan Era Jokowi

Setelah menyelesaikan pengabdian di TNI, Ryamizard tetap aktif dalam berbagai kegiatan nasional.

Presiden Joko Widodo kemudian menunjuknya menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada periode 2014–2019.

Baca Juga :  Polemik Revisi UU KPK: DPR dan Jokowi Saling Lempar Tanggung Jawab

Selama memimpin kementerian, Ryamizard fokus memperkuat sistem pertahanan nasional.

Ia juga mendorong pengembangan industri pertahanan dalam negeri agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan alutsista secara mandiri.

Selain itu, ia memperluas kerja sama pertahanan dengan sejumlah negara.

Dikenal Tegas dan Dekat dengan Anggota

Banyak orang mengenal Ryamizard sebagai pemimpin yang tegas.

Di sisi lain, banyak prajurit juga mengenalnya sebagai sosok yang dekat dengan anggota dan memahami kondisi lapangan.

Pengalaman panjang membuatnya sering menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menjaga persatuan nasional dan memperkuat pertahanan negara.

Pendekatan tersebut membuat namanya tetap dikenal setelah pensiun dari dunia militer.

Tinggalkan Warisan di Dunia Pertahanan

Ryamizard meninggalkan jejak panjang dalam sejarah pertahanan Indonesia.

Ia menjalankan berbagai peran penting sejak menjadi perwira lapangan hingga masuk ke pemerintahan.

Kariernya yang mencakup posisi Pangdam, Pangkostrad, KSAD, hingga Menteri Pertahanan menunjukkan konsistensinya dalam mengabdi kepada negara.

Banyak pihak mengenang kontribusinya dalam membangun sistem pertahanan nasional. (MAN)

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB