Jakarta, jemarionline.com – Kementerian Haji dan Umrah RI menempatkan jamaah haji Indonesia dirawat Arab Saudi sebagai prioritas utama setelah 120 jamaah masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Pemerintah terus memantau kondisi mereka dan menunggu hasil evaluasi medis sebelum memulangkan ke Tanah Air.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyampaikan hal tersebut di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa.
Ia menegaskan pemerintah tidak memulangkan jamaah berdasarkan jadwal kloter, tetapi berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing pasien.
120 Jamaah Masih Jalani Perawatan Intensif
Gus Irfan menjelaskan bahwa petugas kesehatan masih menangani 120 jamaah haji Indonesia di berbagai rumah sakit Arab Saudi. Ia meminta tim medis terus memantau perkembangan kesehatan mereka setiap hari.
“Masih ada 120 jamaah yang dirawat. Mereka akan dipulangkan jika dokter menyatakan mereka layak terbang,” kata Gus Irfan.
Ia menambahkan pemerintah menunggu keputusan medis sebelum mengatur kepulangan. Petugas haji juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mempercepat proses pemulihan jamaah.
Gus Irfan menegaskan bahwa pemerintah tetap akan memulangkan jamaah meskipun kloter asal mereka sudah lebih dulu kembali ke Indonesia.
“Sekalipun kloternya sudah pulang, kita tetap memulangkan mereka jika dokter menyatakan layak terbang,” ujarnya.
Kementerian Haji dan Umrah RI Kementerian Haji dan Umrah RI tetap memegang tanggung jawab penuh terhadap jamaah yang masih di rawat di Arab Saudi. Pemerintah menggerakkan petugas haji untuk mendampingi langsung setiap pasien di rumah sakit.
Petugas di lapangan memantau kondisi jamaah secara berkala dan melaporkan perkembangan kesehatan kepada tim pusat. Pemerintah juga menyiapkan proses pemulangan khusus bagi jamaah yang sudah di nyatakan stabil.
Langkah ini memastikan tidak ada jamaah yang tertinggal dalam proses pemulangan ke Indonesia.
350 Jamaah Wafat, Pemerintah Perketat Pemeriksaan Kesehatan
Gus Irfan juga mencatat 350 jamaah haji Indonesia wafat di Arab Saudi hingga saat ini. Ia menyebut jumlah itu lebih rendah di bandingkan tahun sebelumnya, tetapi tetap menjadi perhatian serius pemerintah.
Ia menegaskan pemerintah akan memperketat pemeriksaan istithaah atau kemampuan kesehatan jamaah sebelum keberangkatan haji pada tahun berikutnya.
“Jumlah ini memang cukup besar, tetapi masih lebih rendah dari tahun lalu dengan selisih lebih dari 100,” kata Gus Irfan.
Pemerintah kemudian menargetkan peningkatan standar kesehatan agar risiko selama ibadah haji dapat di tekan.
149.726 Jamaah Sudah Kembali ke Indonesia
Gus Irfan melaporkan sebanyak 149.726 jamaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air melalui 387 kelompok terbang (kloter). Pemerintah terus mengatur kepulangan sisa jamaah secara bertahap.
Ia menyebut sekitar 130 kloter masih berada di Madinah dan akan kembali dalam beberapa waktu ke depan. Petugas mengatur jadwal kepulangan agar proses berjalan lancar.
“Di Makkah sudah tidak ada lagi jamaah kita, dan tinggal sekitar 29 persen yang masih berada di Madinah,” ujarnya.
Selain jamaah, petugas haji juga mulai kembali ke Indonesia secara bertahap. Pemerintah menjadwalkan kepulangan terakhir petugas haji pada 4 Juli 2026.
Gus Irfan menegaskan pemerintah mengevaluasi seluruh layanan haji untuk memperbaiki pelaksanaan di tahun berikutnya. Ia menekankan fokus utama tetap pada keselamatan jamaah dan peningkatan layanan kesehatan.
Pemerintah memastikan proses pemulangan berjalan hingga seluruh jamaah dan petugas kembali ke Indonesia dalam kondisi aman dan layak secara medis.(ar)









