Sungai Penuh, Jemarionline.com – Masyarakat adat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan panitia pelaksana terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Kenduri Sko Sungai Penuh 2026. Agenda budaya terbesar masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal Juli 2026 dan diperkirakan akan menarik ribuan warga serta perantau yang pulang kampung.
Panitia menyebut seluruh persiapan teknis maupun adat telah memasuki tahap pemantapan. Berbagai unsur masyarakat juga terus memperkuat koordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan khidmat.
Panitia Matangkan Persiapan Teknis dan Adat
Panitia Kenduri Sko 2026 terus menggelar musyawarah adat dan rapat koordinasi menjelang hari pelaksanaan. Selain itu, panitia juga menyusun berbagai kebutuhan teknis untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan budaya.
Masyarakat bersama pemangku adat turut menata lokasi acara, mempersiapkan perlengkapan adat, membersihkan lingkungan, serta mengatur pelaksanaan prosesi budaya yang akan berlangsung selama kegiatan berlangsung.
Karena itu, panitia optimistis seluruh agenda dapat berjalan sesuai rencana.
Kenduri Sko Jadi Warisan Budaya Kerinci
Kenduri Sko merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kerinci yang mengandung nilai syukur, penghormatan kepada leluhur, pelestarian adat, dan penguatan hubungan sosial antarwarga. Tradisi ini juga menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.
Selain itu, Kenduri Sko menjadi momentum pengukuhan pemangku adat serta pelestarian berbagai pusaka budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karena itu, masyarakat terus menjaga tradisi tersebut sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.
Berbagai Atraksi Budaya Akan Ditampilkan
Panitia menyiapkan beragam kegiatan budaya untuk memeriahkan Kenduri Sko 2026.
Masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisional, tari adat, pidato adat, hingga berbagai prosesi sakral yang mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Kerinci. Selain itu, panitia juga melibatkan generasi muda agar mereka semakin mengenal budaya daerahnya.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi adat di masa depan.
Pemerintah Kota Beri Dukungan Penuh
Pemerintah Kota Sungai Penuh menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kenduri Sko 2026. Pemerintqh menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat sinergi dengan lembaga adat dan masyarakat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sukses.
Karena itu, berbagai pihak terus bekerja sama demi menyukseskan perhelatan budaya tersebut.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Kenduri Sko tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata daerah.
Panitia dan masyarakat berharap kegiatan ini dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk mengenal budaya Kerinci dan Sungai Penuh. Kehadiran wisatawan juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat selama pelaksanaan acara.
Selain itu, para perantau yang pulang kampung turut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.
Usung Tema Masyarakat Adat yang Beradab
Panitia mengusung tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab” pada Kenduri Sko Sungai Penuh 2026.
Tema tersebut mencerminkan komitmen masyarakat adat untuk terus menjaga nilai-nilai budaya, etika, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. Panitia berharap tema tersebut mampu memperkuat semangat persatuan dan pelestarian budaya di kalangan masyarakat.









