Persiapan Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Makin Matang, Ribuan Warga Siap Hadir

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Persiapan Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Makin Matang. Foto: RRI Sungai Penuh

Persiapan Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Makin Matang. Foto: RRI Sungai Penuh

Sungai Penuh, Jemarionline.com – Masyarakat adat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan panitia pelaksana terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Kenduri Sko Sungai Penuh 2026. Agenda budaya terbesar masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal Juli 2026 dan diperkirakan akan menarik ribuan warga serta perantau yang pulang kampung.

Panitia menyebut seluruh persiapan teknis maupun adat telah memasuki tahap pemantapan. Berbagai unsur masyarakat juga terus memperkuat koordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan khidmat.

Panitia Matangkan Persiapan Teknis dan Adat

Panitia Kenduri Sko 2026 terus menggelar musyawarah adat dan rapat koordinasi menjelang hari pelaksanaan. Selain itu, panitia juga menyusun berbagai kebutuhan teknis untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan budaya.

Masyarakat bersama pemangku adat turut menata lokasi acara, mempersiapkan perlengkapan adat, membersihkan lingkungan, serta mengatur pelaksanaan prosesi budaya yang akan berlangsung selama kegiatan berlangsung.

Karena itu, panitia optimistis seluruh agenda dapat berjalan sesuai rencana.

Kenduri Sko Jadi Warisan Budaya Kerinci

Kenduri Sko merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kerinci yang mengandung nilai syukur, penghormatan kepada leluhur, pelestarian adat, dan penguatan hubungan sosial antarwarga. Tradisi ini juga menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

Baca Juga :  Bupati M. Syukur Sebut Petugas Kebersihan Pahlawan Kota, Pastikan Gaji Segera Dibayarkan

Selain itu, Kenduri Sko menjadi momentum pengukuhan pemangku adat serta pelestarian berbagai pusaka budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, masyarakat terus menjaga tradisi tersebut sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.

Berbagai Atraksi Budaya Akan Ditampilkan

Panitia menyiapkan beragam kegiatan budaya untuk memeriahkan Kenduri Sko 2026.

Masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisional, tari adat, pidato adat, hingga berbagai prosesi sakral yang mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Kerinci. Selain itu, panitia juga melibatkan generasi muda agar mereka semakin mengenal budaya daerahnya.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi adat di masa depan.

Pemerintah Kota Beri Dukungan Penuh

Pemerintah Kota Sungai Penuh menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kenduri Sko 2026. Pemerintqh menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Baca Juga :  Pemkot Jambi Ubah Eks Lokalisasi Pucuk Jadi Kawasan Religius

Selain itu, pemerintah terus memperkuat sinergi dengan lembaga adat dan masyarakat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sukses.

Karena itu, berbagai pihak terus bekerja sama demi menyukseskan perhelatan budaya tersebut.

Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Kenduri Sko tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata daerah.

Panitia dan masyarakat berharap kegiatan ini dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk mengenal budaya Kerinci dan Sungai Penuh. Kehadiran wisatawan juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat selama pelaksanaan acara.

Selain itu, para perantau yang pulang kampung turut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.

Usung Tema Masyarakat Adat yang Beradab

Panitia mengusung tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab” pada Kenduri Sko Sungai Penuh 2026.

Tema tersebut mencerminkan komitmen masyarakat adat untuk terus menjaga nilai-nilai budaya, etika, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. Panitia berharap tema tersebut mampu memperkuat semangat persatuan dan pelestarian budaya di kalangan masyarakat.

Berita Terkait

Kebakaran Lahan Sungai Buluh Hanguskan Kebun Karet Warga Rimbo Tengah
Kebakaran Lahan Samping UIN STS Jambi Merambat Hingga Area Bumi Perkemahan
Respons Cepat SAH Terkait Ancaman Kabut Asap di Jambi: Warga Diminta Waspada
Kebakaran Lahan Perkebunan Karet Di Bungo Berhasil Dipadamkan
Pemkab Muaro Jambi Bagikan Masker Gratis Hadapi Kabut Asap Karhutla
Sanggar Budaya Muaro Jambi Juara I Festival Batanghari 2026
Konflik Stockpile Batubara PT SAS: Warga BPR Tuntut Pemberhentian Total Aktivitas Perusahaan
Kanwil Kemenkum dan BRIDA Jambi Resmi Jalin Kerja Sama Pelindungan Kekayaan Intelektual
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Kebakaran Lahan Sungai Buluh Hanguskan Kebun Karet Warga Rimbo Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Kebakaran Lahan Samping UIN STS Jambi Merambat Hingga Area Bumi Perkemahan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Respons Cepat SAH Terkait Ancaman Kabut Asap di Jambi: Warga Diminta Waspada

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Kebakaran Lahan Perkebunan Karet Di Bungo Berhasil Dipadamkan

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Sanggar Budaya Muaro Jambi Juara I Festival Batanghari 2026

Berita Terbaru