China Targetkan Jadi Raja AI Dunia 2030, Fokus pada Robot Humanoid hingga Mobil Terbang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

China jadi raja AI menjadi target besar yang China dorong dalam rencana pembangunan teknologi hingga 2030.(  ilustrasi poto : kompas.com )

China jadi raja AI menjadi target besar yang China dorong dalam rencana pembangunan teknologi hingga 2030.( ilustrasi poto : kompas.com )

Jakarta, jemarionline.com – China jadi raja AI menjadi target besar yang China dorong dalam rencana pembangunan teknologi hingga 2030. Pemerintah China memasukkan ambisi ini dalam Rencana Lima Tahun (Five-Year Plan) ke-15 sebagai arah utama penguatan ekonomi berbasis teknologi.

Lewat dokumen tersebut, pemerintah China menyusun peta jalan pengembangan teknologi masa depan. Beijing menetapkan AI, robot humanoid, mobil terbang, hingga antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) sebagai fokus utama pengembangan nasional.

China menargetkan AI masuk ke 90 persen aktivitas ekonomi nasional pada 2030. Target ini menunjukkan pemerintah mendorong AI tidak hanya sebagai layanan digital, tetapi sebagai penggerak utama industri dan ekonomi.

AI Dorong Hampir Seluruh Sektor Ekonomi

Pemerintah China mendorong industri dan bisnis memakai AI secara luas. China mengarahkan teknologi ini untuk memperkuat manufaktur, meningkatkan efisiensi perusahaan, dan mengotomatisasi berbagai proses kerja.

Perusahaan di China sudah mulai menerapkan langkah ini. Produsen mobil mengembangkan fitur mengemudi pintar berbasis AI. Perusahaan teknologi juga merilis perangkat wearable yang memakai sistem kecerdasan buatan untuk membantu aktivitas pengguna.

Baca Juga :  Grab Integrasi Layanan Darurat Polri, Pengguna Kini Bisa Akses Bantuan Lebih Cepat

China memperluas peran AI sebagai sistem inti yang menghubungkan berbagai sektor ekonomi, bukan sekadar fitur tambahan.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah China menyiapkan investasi besar di berbagai sektor teknologi strategis.

Beberapa fokus utama meliputi:

  • Robot humanoid yang menggantikan atau membantu pekerjaan manusia di industri dan rumah
  • Sistem AI yang mengotomatisasi pekerjaan rutin di perusahaan
  • Fusi nuklir, biomanufaktur, dan teknologi kuantum untuk eksplorasi luar angkasa
  • Jaringan komunikasi 6G
  • Teknologi penerbangan rendah seperti mobil terbang dan layanan drone
  • Antarmuka otak-komputer yang mengubah sinyal saraf menjadi perintah digital

China mengarahkan seluruh teknologi tersebut agar bekerja dengan dukungan AI sebagai inti sistemnya.

Strategi Open-Source Percepat Adopsi AI

China memilih pendekatan berbeda dalam pengembangan AI dibanding banyak perusahaan di Amerika Serikat. China merilis banyak model AI dalam bentuk open-source.

Pendekatan ini memungkinkan pengembang mengunduh, memodifikasi, dan menggunakan model AI secara bebas. Peneliti Brookings Institution Kyle Chan menjelaskan strategi ini mendorong adopsi lebih cepat dan memperluas ekosistem pengembang.

Baca Juga :  WhatsApp Uji Fitur Lihat Sekali untuk Pesan, Privasi Pengguna Makin Ketat

China juga menjalankan model bisnis berbasis layanan. Perusahaan menawarkan integrasi dan dukungan teknis berbayar setelah memberikan akses model secara gratis.

Meski memiliki ambisi besar, China masih menghadapi tantangan di sektor chip AI. Industri ini membutuhkan chip berperforma tinggi untuk melatih model kecerdasan buatan berskala besar.

Perusahaan Amerika Serikat masih menguasai pasar chip AI kelas atas. Sejak 2022, pemerintah AS juga membatasi ekspor chip tersebut ke China.

Kondisi ini mendorong China mempercepat pengembangan industri semikonduktor dalam negeri. Namun, kemampuan chip lokal masih tertinggal dibandingkan produk terbaik dari Amerika Serikat.

Laporan berbagai lembaga riset menyebut chip AI buatan China, termasuk dari Huawei, masih memiliki performa yang lebih rendah dibandingkan chip kelas atas AS.

Dengan strategi investasi besar, penguatan ekosistem open-source, dan percepatan industri chip, China terus mengejar ambisinya untuk menjadi pusat kekuatan AI dunia pada 2030.(ar)

Berita Terkait

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah
Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia
Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI
Penyebab Tagihan Listrik Melonjak Meski Pemakaian Minim dan Solusinya
Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN
Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Bawa Baterai 5.700mAh dan Pengisian 60W Lebih Cepat
Google Akui Masalah Aplikasi Android di Laptop Intel x86
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber

Berita Terbaru

Peresmian program inkubasi startup NextDev ke-12 bertema AI-Powered Innovations yang digelar Telkomsel di Cikini, Jakarta Pusat.

Teknologi

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:32 WIB