Pemkot Sungai Penuh Gerak Cepat Tangani Longsor di Pelayang Raya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LONGSOR PELAYANG RAYA

LONGSOR PELAYANG RAYA

Sungai Penuh, Jemarionline.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh bergerak cepat mengatasi longsor yang terjadi di kawasan Pelayang Raya. Setelah menerima laporan dari masyarakat, pemerintah langsung mengerahkan petugas untuk membersihkan material longsor yang menutupi sebagian badan jalan.

Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu pergerakan tanah di kawasan tersebut. Material berupa tanah, batu, dan ranting kemudian menutup akses jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Karena itu, pemerintah segera mengambil langkah cepat agar masyarakat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Petugas Langsung Turun ke Lokasi

Pemkot Sungai Penuh segera mengirim tim ke lokasi setelah menerima informasi mengenai longsor di Pelayang Raya.

Petugas langsung meninjau lokasi untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan. Selain itu, mereka juga membersihkan material tanah dan bebatuan yang menutupi badan jalan.

Tim bekerja secara cepat agar akses jalan dapat kembali berfungsi normal. Langkah tersebut membantu masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas.

Warga juga memberikan apresiasi atas respons cepat pemerintah dalam menangani longsor tersebut.

Pemkot Prioritaskan Keselamatan Warga

Pemerintah menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama selama proses penanganan.

Petugas mengamankan lokasi longsor dan mengingatkan warga agar tidak mendekati area yang masih berisiko. Selain itu, mereka juga mengatur lalu lintas untuk menghindari potensi kecelakaan di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Jumlah Korban Longsor di Bandung Barat Berpotensi Bertambah, Tim SAR Perluas Pencarian

Pemerintah meminta warga tetap berhati-hati saat melintas di kawasan perbukitan. Imbauan tersebut penting karena kondisi tanah masih cukup labil setelah hujan dengan intensitas tinggi.

Karena itu, petugas terus memantau situasi di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Curah Hujan Tinggi Picu Longsor

Curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor utama yang memicu longsor di kawasan Pelayang Raya.

Air hujan yang terus meresap ke dalam tanah mengurangi kestabilan lereng dan meningkatkan risiko pergerakan tanah. Kondisi tersebut sering terjadi di daerah yang memiliki kontur berbukit dengan kemiringan lereng cukup tinggi.

Selain itu, perubahan cuaca yang tidak menentu juga meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir.

Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan turun dalam waktu yang lama.

Pemerintah Terus Pantau Lokasi Longsor

Setelah membersihkan material longsor, pemerintah tidak menghentikan pengawasan di lokasi.

Petugas terus memeriksa retakan tanah dan tanda-tanda pergerakan tanah yang berpotensi memicu longsor susulan. Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi tetap aman.

Pemantauan tersebut membantu pemerintah mengambil langkah cepat apabila muncul potensi bahaya baru.

Karena itu, pemerintah tetap menyiagakan petugas di lokasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Alokasikan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Gunung Burangrang

Warga Diminta Tetap Waspada

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap waspada selama musim hujan masih berlangsung.

Warga yang tinggal di kawasan perbukitan diminta segera melapor apabila melihat retakan tanah, pohon miring, atau tanda-tanda pergerakan tanah lainnya.

Selain itu, pengguna jalan juga perlu berhati-hati saat melintasi daerah yang rawan longsor, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Langkah kewaspadaan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko korban maupun kerugian akibat bencana.

Penanganan Cepat Pulihkan Aktivitas Warga

Pemkot Sungai Penuh mempercepat penanganan longsor sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.

Petugas membersihkan material yang menutup jalan dalam waktu singkat. Setelah itu, warga kembali menggunakan akses jalan sehingga mobilitas mereka tidak terganggu dalam waktu lama.

Kecepatan penanganan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Selain itu, langkah cepat tersebut juga membantu mengurangi dampak ekonomi akibat terganggunya akses transportasi.

Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan Bencana

Pemerintah menilai kerja sama antara petugas, masyarakat, dan berbagai instansi menjadi faktor penting dalam penanganan bencana.

Masyarakat yang cepat melaporkan kejadian membantu pemerintah mengambil tindakan lebih awal. Selain itu, koordinasi yang baik juga mempercepat proses pembersihan dan pemulihan akses jalan.

Karena itu, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam upaya mitigasi bencana.

Berita Terkait

Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Tangkap Pembakar Lahan
Pemprov Jambi Gelar Sholat Istisqa Berjamaah Hadapi Dampak Musim Kemarau Panjang
Ukir Prestasi Agra Bolsia Atilla SMAN 1 Sungai Penuh Raih Juara 1 Nasional
Wali Kota Alfin Resmi Melantik Pengurus Dewan Kesenian Kota Sungai Penuh Periode 2026–2030
Danrem 042 Gapu Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Londerang
BEM FH Unja Gelar Aksi Pembagian Masker Jambi di Tengah Kepungan Kabut Asap Pekat
Aktivitas PETI Marak di Lubuk Beringin Merangin, Warga Desak Kapolda Jambi Turun Tangan
Pengurus SMSI Kabupaten Bungo 2026-2029 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Kemitraan Strategis
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:46 WIB

Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Tangkap Pembakar Lahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Pemprov Jambi Gelar Sholat Istisqa Berjamaah Hadapi Dampak Musim Kemarau Panjang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Wali Kota Alfin Resmi Melantik Pengurus Dewan Kesenian Kota Sungai Penuh Periode 2026–2030

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Danrem 042 Gapu Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Londerang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:43 WIB

BEM FH Unja Gelar Aksi Pembagian Masker Jambi di Tengah Kepungan Kabut Asap Pekat

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB