Posyandu Merangin Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Desa, Ini Strateginya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Merangin Gerakkan Transformasi Posyandu,Foto; Asep Sanjaya/RRI Sungai Penuh

Merangin Gerakkan Transformasi Posyandu,Foto; Asep Sanjaya/RRI Sungai Penuh

Merangin, Jemarionline.com – Pemerintah Kabupaten Merangin terus memperkuat layanan kesehatan hingga ke tingkat desa. Melalui transformasi layanan primer, pemerintah daerah mendorong Posyandu Merangin menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga memperluas fungsi Posyandu sebagai pusat layanan terpadu berbasis masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Merangin menegaskan komitmennya saat membuka Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Pustu dan Posyandu Transformasi Layanan Primer serta Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Family Inn Bangko pada 11 Juni 2026.

Selain membahas penguatan Posyandu, peserta juga menyusun langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Merangin.

Pemkab Merangin Perkuat Transformasi Posyandu

Pemerintah Kabupaten Merangin saat ini mengarahkan pembangunan kesehatan pada upaya pencegahan penyakit dan deteksi dini. Karena itu, pemerintah memperkuat peran Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Staf Ahli III Setda Merangin, Hendri Widodo, menjelaskan bahwa transformasi layanan primer mengubah pendekatan pelayanan kesehatan yang sebelumnya berorientasi pada pengobatan menjadi lebih fokus pada pencegahan.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebaliknya, Posyandu dan Pustu harus aktif melakukan deteksi dini agar masyarakat dapat menjaga kesehatannya sejak awal.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Merangin juga terus mengalokasikan anggaran kesehatan daerah guna memastikan masyarakat kurang mampu tetap memperoleh akses layanan kesehatan secara gratis.

Posyandu Kini Layani Semua Kelompok Usia

Ketua TP PKK Kabupaten Merangin, Lavita Syukur, menegaskan bahwa masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap Posyandu.

Baca Juga :  Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Kerinci

Menurutnya, Posyandu saat ini tidak lagi hanya melayani imunisasi atau penimbangan balita. Sebaliknya, Posyandu telah berkembang menjadi pusat layanan sosial dasar yang melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat.

Posyandu kini melayani:

  • Ibu hamil
  • Bayi
  • Balita
  • Anak-anak
  • Remaja
  • Usia produktif
  • Lansia

Dengan cakupan layanan yang lebih luas, Posyandu dapat membantu pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini hingga lanjut usia. Selain itu, Posyandu juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat.

Posyandu Dukung Enam Standar Pelayanan Minimal

Pemerintah Kabupaten Merangin juga mengintegrasikan Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi prioritas pembangunan daerah.

Melalui pendekatan tersebut, Posyandu tidak hanya bergerak di bidang kesehatan. Sebaliknya, Posyandu ikut mendukung berbagai layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat desa.

Enam bidang tersebut meliputi:

1. Kesehatan

Posyandu mendorong masyarakat menjalankan pola hidup sehat, mengikuti imunisasi, memperbaiki gizi keluarga, serta mencegah penyakit sejak dini.

2. Pendidikan

Posyandu membantu meningkatkan literasi keluarga dan mendukung pendidikan anak usia dini.

3. Perumahan

Posyandu ikut menyosialisasikan pentingnya rumah sehat dan lingkungan yang layak huni.

4. Sosial

Posyandu membantu mendeteksi warga yang membutuhkan bantuan sosial darurat.

5. Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat

Posyandu mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana dan keamanan lingkungan.

6. Infrastruktur Dasar

Posyandu ikut mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan sarana air bersih dan fasilitas dasar lainnya.

Kader Posyandu Jadi Ujung Tombak Pelayanan

Keberhasilan program Posyandu sangat bergantung pada peran kader yang bekerja langsung di tengah masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Merangin terus meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah juga berupaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung agar kader dapat bekerja lebih optimal.

Baca Juga :  [BREAKING NEWS] Saldo Raib Misterius, Puluhan Warga Geruduk Bank Jambi Kuala Tungkal

Lavita Syukur juga meminta para camat dan kepala desa memberikan dukungan penuh kepada kader Posyandu. Dukungan tersebut mencakup pengalokasian dana desa, penyediaan alat kesehatan dasar, serta peningkatan insentif kader.

Dengan dukungan yang memadai, kader Posyandu dapat menjalankan tugasnya secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Germas Jadi Kunci Masyarakat Sehat

Selain memperkuat Posyandu, Pemerintah Kabupaten Merangin juga terus menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Melalui program tersebut, pemerintah mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa langkah sederhana yang terus disosialisasikan meliputi aktivitas fisik rutin, konsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Menurut Hendri Widodo, keberhasilan transformasi layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat harus ikut berpartisipasi agar program tersebut berjalan efektif.

Karena itu, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama membangun budaya hidup sehat di lingkungan masing-masing.

Pemerintah Desa Punya Peran Penting

Pemerintah desa dan kecamatan juga memegang peran penting dalam mendukung transformasi Posyandu.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Merangin meminta seluruh kepala desa dan camat mengawal implementasi program secara serius. Selain itu, pemerintah desa perlu memasukkan program Posyandu ke dalam perencanaan pembangunan desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan program tersebut.

Berita Terkait

Sekda Muaro Jambi Ikuti Sosialisasi Assessment Center Polri untuk Pemetaan Aparatur
Jumlah Warga Miskin Desil 1 Kabupaten Tebo Meningkat
Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Tangkap Pembakar Lahan
Pemprov Jambi Gelar Sholat Istisqa Berjamaah Hadapi Dampak Musim Kemarau Panjang
Ukir Prestasi Agra Bolsia Atilla SMAN 1 Sungai Penuh Raih Juara 1 Nasional
Wali Kota Alfin Resmi Melantik Pengurus Dewan Kesenian Kota Sungai Penuh Periode 2026–2030
Danrem 042 Gapu Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Desa Londerang
BEM FH Unja Gelar Aksi Pembagian Masker Jambi di Tengah Kepungan Kabut Asap Pekat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 08:23 WIB

Sekda Muaro Jambi Ikuti Sosialisasi Assessment Center Polri untuk Pemetaan Aparatur

Kamis, 10 September 2026 - 08:17 WIB

Jumlah Warga Miskin Desil 1 Kabupaten Tebo Meningkat

Jumat, 4 September 2026 - 08:46 WIB

Satgas Karhutla Jambi Siapkan Hadiah Bagi Warga yang Tangkap Pembakar Lahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Pemprov Jambi Gelar Sholat Istisqa Berjamaah Hadapi Dampak Musim Kemarau Panjang

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Ukir Prestasi Agra Bolsia Atilla SMAN 1 Sungai Penuh Raih Juara 1 Nasional

Berita Terbaru

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Tebo Arief Haryoko.(poto: jambiprima.com).

Daerah

Jumlah Warga Miskin Desil 1 Kabupaten Tebo Meningkat

Kamis, 10 Sep 2026 - 08:17 WIB