Merangin, Jemarionline.com – Pemerintah Kabupaten Merangin terus memperkuat layanan kesehatan hingga ke tingkat desa. Melalui transformasi layanan primer, pemerintah daerah mendorong Posyandu Merangin menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga memperluas fungsi Posyandu sebagai pusat layanan terpadu berbasis masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Merangin menegaskan komitmennya saat membuka Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Pustu dan Posyandu Transformasi Layanan Primer serta Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Family Inn Bangko pada 11 Juni 2026.
Selain membahas penguatan Posyandu, peserta juga menyusun langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Merangin.
Pemkab Merangin Perkuat Transformasi Posyandu
Pemerintah Kabupaten Merangin saat ini mengarahkan pembangunan kesehatan pada upaya pencegahan penyakit dan deteksi dini. Karena itu, pemerintah memperkuat peran Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Staf Ahli III Setda Merangin, Hendri Widodo, menjelaskan bahwa transformasi layanan primer mengubah pendekatan pelayanan kesehatan yang sebelumnya berorientasi pada pengobatan menjadi lebih fokus pada pencegahan.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebaliknya, Posyandu dan Pustu harus aktif melakukan deteksi dini agar masyarakat dapat menjaga kesehatannya sejak awal.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Merangin juga terus mengalokasikan anggaran kesehatan daerah guna memastikan masyarakat kurang mampu tetap memperoleh akses layanan kesehatan secara gratis.
Posyandu Kini Layani Semua Kelompok Usia
Ketua TP PKK Kabupaten Merangin, Lavita Syukur, menegaskan bahwa masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap Posyandu.
Menurutnya, Posyandu saat ini tidak lagi hanya melayani imunisasi atau penimbangan balita. Sebaliknya, Posyandu telah berkembang menjadi pusat layanan sosial dasar yang melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat.
Posyandu kini melayani:
- Ibu hamil
- Bayi
- Balita
- Anak-anak
- Remaja
- Usia produktif
- Lansia
Dengan cakupan layanan yang lebih luas, Posyandu dapat membantu pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini hingga lanjut usia. Selain itu, Posyandu juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat.
Posyandu Dukung Enam Standar Pelayanan Minimal
Pemerintah Kabupaten Merangin juga mengintegrasikan Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi prioritas pembangunan daerah.
Melalui pendekatan tersebut, Posyandu tidak hanya bergerak di bidang kesehatan. Sebaliknya, Posyandu ikut mendukung berbagai layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat desa.
Enam bidang tersebut meliputi:
1. Kesehatan
Posyandu mendorong masyarakat menjalankan pola hidup sehat, mengikuti imunisasi, memperbaiki gizi keluarga, serta mencegah penyakit sejak dini.
2. Pendidikan
Posyandu membantu meningkatkan literasi keluarga dan mendukung pendidikan anak usia dini.
3. Perumahan
Posyandu ikut menyosialisasikan pentingnya rumah sehat dan lingkungan yang layak huni.
4. Sosial
Posyandu membantu mendeteksi warga yang membutuhkan bantuan sosial darurat.
5. Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat
Posyandu mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana dan keamanan lingkungan.
6. Infrastruktur Dasar
Posyandu ikut mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan sarana air bersih dan fasilitas dasar lainnya.
Kader Posyandu Jadi Ujung Tombak Pelayanan
Keberhasilan program Posyandu sangat bergantung pada peran kader yang bekerja langsung di tengah masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Merangin terus meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah juga berupaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung agar kader dapat bekerja lebih optimal.
Lavita Syukur juga meminta para camat dan kepala desa memberikan dukungan penuh kepada kader Posyandu. Dukungan tersebut mencakup pengalokasian dana desa, penyediaan alat kesehatan dasar, serta peningkatan insentif kader.
Dengan dukungan yang memadai, kader Posyandu dapat menjalankan tugasnya secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Germas Jadi Kunci Masyarakat Sehat
Selain memperkuat Posyandu, Pemerintah Kabupaten Merangin juga terus menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Melalui program tersebut, pemerintah mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa langkah sederhana yang terus disosialisasikan meliputi aktivitas fisik rutin, konsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Menurut Hendri Widodo, keberhasilan transformasi layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat harus ikut berpartisipasi agar program tersebut berjalan efektif.
Karena itu, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama membangun budaya hidup sehat di lingkungan masing-masing.
Pemerintah Desa Punya Peran Penting
Pemerintah desa dan kecamatan juga memegang peran penting dalam mendukung transformasi Posyandu.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Merangin meminta seluruh kepala desa dan camat mengawal implementasi program secara serius. Selain itu, pemerintah desa perlu memasukkan program Posyandu ke dalam perencanaan pembangunan desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan program tersebut.









