Baru Juni, KPK Sudah Seret 6 Kepala Daerah dalam Kasus Korupsi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Enam Kepala daerah terjaring OTT KPK Januari-Juni 2026( poto : chatGPT )

Enam Kepala daerah terjaring OTT KPK Januari-Juni 2026( poto : chatGPT )

Jakarta, jemarionline.com – OTT KPK 2026 kembali menambah daftar kepala daerah yang tersandung kasus korupsi. Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Muara Enim Edison dalam operasi tangkap tangan pada Senin (8/6/2026).

Penangkapan tersebut membuat jumlah kepala daerah yang terjaring operasi KPK sepanjang 2026 mencapai enam orang. Dalam sejumlah kasus, KPK menduga terjadi praktik pemerasan, gratifikasi, hingga suap yang berkaitan dengan jabatan dan proyek pemerintah daerah.

Sepanjang tahun berjalan, operasi penindakan KPK menyasar sejumlah wilayah dengan pola perkara yang berbeda. Namun, seluruh kasus tetap mengarah pada dugaan penyalahgunaan kewenangan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Wali Kota Madiun Jadi Kepala Daerah Pertama yang Terjaring

KPK membuka tahun 2026 dengan menangkap Wali Kota Madiun Maidi pada 19 Januari 2026 melalui operasi tangkap tangan di Jawa Timur.

Selain Maidi, penyidik juga membawa sembilan orang lain ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

KPK menduga perkara ini berkaitan dengan pemerasan melalui imbalan proyek, penyalahgunaan dana corporate social responsibility (CSR), dan penerimaan gratifikasi.

Sehari setelah OTT berlangsung, KPK menetapkan Maidi sebagai tersangka.

Bupati Pati Terseret Kasus Pengisian Jabatan Desa

Masih pada tanggal yang sama, KPK kembali melakukan penindakan terhadap kepala daerah.

Baca Juga :  Ketua dan Wakil PN Depok Jadi Tersangka Suap, Ketua MA Kecewa

Bupati Pati Sudewo ikut terjaring dalam operasi tersebut. Dugaan perkara yang menjeratnya berkaitan dengan pengisian jabatan kepala urusan, kepala seksi, serta sekretaris desa.

Setelah menjalani pemeriksaan hampir satu hari penuh, KPK menetapkan Sudewo sebagai tersangka.

Bupati Pekalongan Diduga Korupsi Pengadaan dan Outsourcing

Memasuki Maret 2026, KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan.

Pada 3 Maret 2026, penyidik menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

KPK menduga Fadia terlibat dalam perkara korupsi pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya serta proyek lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk tahun anggaran 2023–2026.

Kasus ini kemudian menjadi salah satu perkara yang menyita perhatian karena berkaitan dengan pengadaan di lingkungan pemerintah daerah.

Bupati Cilacap Terjerat Dugaan Penerimaan Proyek

Tidak lama berselang, KPK kembali melakukan OTT terhadap kepala daerah.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ditangkap dalam perkara dugaan penerimaan terkait pengurusan proyek di Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Dalam operasi tersebut, KPK juga mengamankan tujuh orang lain yang berasal dari unsur pemerintah daerah, aparatur sipil negara, dan pihak swasta.

Baca Juga :  KPK Periksa 7 Pejabat Pemkab Cilacap di Duga Pemerasan

Kasus ini menambah panjang daftar penindakan korupsi di tingkat daerah selama 2026.

Bupati Tulungagung Diduga Memeras Kepala OPD

Setelah kasus di Cilacap, KPK melanjutkan operasi penindakan ke Tulungagung.

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo di tetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (11/4/2026).

KPK menduga ia melakukan pemerasan terhadap kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melalui mekanisme surat perjanjian.

Dari dugaan praktik tersebut, KPK menilai terdapat aliran uang yang berasal dari para kepala OPD.

Bupati Muara Enim Jadi Kepala Daerah Terbaru yang Ditangkap

Setelah Mei tanpa penangkapan kepala daerah, KPK kembali melakukan OTT pada Juni 2026.

Bupati Muara Enim Edison di tangkap bersama sepuluh orang lainnya lalu di bawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

KPK menduga perkara ini berkaitan dengan suap dalam pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Penangkapan Edison sekaligus menegaskan bahwa operasi penindakan terhadap dugaan korupsi di tingkat daerah masih terus berjalan sepanjang tahun ini.

Dengan enam kepala daerah yang telah terjerat hingga Juni, rangkaian OTT KPK 2026 kembali menjadi sorotan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah dan pengawasan terhadap penggunaan kewenangan.(ar)

Berita Terkait

Kemenhaj Bongkar Dugaan Penipuan Badal Haji dan Dam, Kerugian Capai Rp1,4 Miliar
Pemindahan 2.834 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan Capai Ribuan Orang hingga 2026
Rumah Wamen Imipas Silmy Karim Digeledah KPK, Tiga Mobil Penyidik Keluar Setelah Satu Jam
Revisi UU HAM 2026 Fokus Aspirasi Papua dan Tantangan Hak Digital
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Peluk dan Cium Orang Tua serta Istri di Ruang Sidang
Jaksa Menyapa Kejati NTT Bahas Peran Badan Pemulihan Aset dalam Pengembalian Aset Negara
Hakim Tipikor Bengkulu Vonis Kasus Korupsi Tambang Batu Bara
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang ke Pegawai Bea Cukai dalam Kasus Importasi PT Blueray
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:36 WIB

Baru Juni, KPK Sudah Seret 6 Kepala Daerah dalam Kasus Korupsi

Senin, 8 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemindahan 2.834 Napi Risiko Tinggi ke Nusakambangan Capai Ribuan Orang hingga 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:00 WIB

Rumah Wamen Imipas Silmy Karim Digeledah KPK, Tiga Mobil Penyidik Keluar Setelah Satu Jam

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00 WIB

Revisi UU HAM 2026 Fokus Aspirasi Papua dan Tantangan Hak Digital

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:00 WIB

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Peluk dan Cium Orang Tua serta Istri di Ruang Sidang

Berita Terbaru