Jakarta, jemarionline.com – Dua warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Ryan Andi Kurniawan (31) dan adiknya, Mariena Dewi Nurlitasari (23), dilaporkan menjadi korban kapal terbalik di Laut Jawa. Kakak beradik tersebut menumpang Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin yang mengalami musibah pelayaran pada Minggu (13/9/2026).
Sebelum mengalami musibah, kapal pelayaran antarpulau tersebut membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal. Nakhoda mengemudikan kapal berangkat dari Pelabuhan Surabaya sejak Sabtu (12/9/2026) pukul 10.13 GMT.
Hantaman ombak tinggi dari sisi kanan menerjang badan kapal secara mendadak saat melintasi perairan Laut Jawa. Cuaca buruk yang melanda kawasan perairan akhirnya membuat posisi kapal miring hingga terbalik sekitar pukul 02.00 WITA.
Pihak keluarga di Sukoharjo terus menunggu kejelasan informasi resmi terkait nasib kedua korban di lokasi evakuasi. Suasana cemas dan duka menyelimuti rumah keluarga korban di Dukuh Japanan, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban.
Pemerintah Desa Palur aktif memantau pergerakan pencarian korban kapal yang hilang kontak tersebut secara berkala. Kepala Desa Palur Sugito mengungkapkan bahwa pihak keluarga sempat menerima kabar salah mengenai temuan jenazah Ryan.
Kabar yang tidak pasti itu sempat memicu kerabat serta tetangga dekat berkumpul di rumah kediaman keluarga. Namun, jajaran Polsek Mojolaban segera mendatangi rumah korban untuk meluruskan kekeliruan informasi yang beredar di masyarakat.
Penjelasan Kepolisian Mengenai Pencarian Korban dan Manifes Kapal
Petugas kepolisian menegaskan bahwa lembaran dokumen tersebut hanyalah daftar manifes resmi seluruh penumpang kapal. Pihak aparat memastikan sampai detik ini keberadaan Ryan dan adiknya masih dalam tahap pencarian tim gabungan.
Kapolsek Mojolaban AKP Askolani Budiyanto menjelaskan bahwa Ryan sehari-hari bekerja di CNG Bangkanai, Kalimantan Tengah. Korban mengajukan izin cuti kerja selama beberapa hari untuk menemui anak dan istrinya di Desa Klumprit, Mojolaban.
Selama berada di Sukoharjo, Ryan memanfaatkan waktu libur kerjanya untuk membeli beberapa unit kendaraan angkut pribadi. Korban membeli satu unit mobil Kijang pikap modifikasi dan sepeda motor Vespa Matic untuk keperluan kerja.
Rencana kepulangan Ryan menuju tempat tugas di Banjarmasin justru berakhir musibah pelayaran yang sangat memilukan. Korban mengajak adik kandungnya berlayar membawa pulang kendaraan baru tersebut ke Kalimantan pada Jumat (11/9/2026).
Orang tua korban saat ini bersiaga secara langsung di posko evakuasi wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pihak keluarga besar memanjatkan doa agar tim SAR menemukan Ryan dan adiknya dalam keadaan selamat.
Sementara itu, istri korban di Mojolaban masih mengalami kondisi syok berat akibat musibah yang menimpa suaminya. Jajaran Polsek Mojolaban bersama personel SAR Sukoharjo terus berkoordinasi guna mendapatkan pembaruan data pencarian korban.
Proses pencarian seluruh penumpang terus berjalan intensif menyisir perairan sekitar lokasi kejadian musibah tersebut. Tim evakuasi memperluas area penyisiran dengan mengerahkan armada pencari hingga batas perairan Kalimantan.(ar)









